Henan Asset Catat Dana Kelolaan Tembus Rp 13 Triliun Per Mei 2026
- Manajer investasi PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset) membukukan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar lebih dari Rp 13 triliun per Mei 2026.
Jumlah tersebut merupakan hasil lebih dari 110.000 investor dari berbagai segmen.
Perusahaan saat ini juga mengelola dana secara terfokus melalui hanya 15 produk investasi demi menjaga kedisiplinan dan konsistensi kinerja.
Direktur Henan Asset, Edwardus Ronald Yudianto mengungkapkan, produk-produk tersebut mencakup reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham, reksa dana dengan dasar syariah, hingga reksa dana dengan denominasi dollar AS yang akan diluncurkan pada 2026 ini
"Di tengah kondisi seperti ini, Henan Asset menilai investor membutuhkan pendekatan investasi yang lebih disiplin, terukur, dan tidak reaktif terhadap volatilitas jangka pendek," kata dia dalam keteranga tertulis, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Dana Kelolaan Rp 120 Triliun, OCBC NISP Perkuat Layanan Wealth Management
Ia menambahkan, perjalanan 20 tahun perusahaan tidak terlepas dari kepercayaan investor yang terus tumbuh dalam berbagai kondisi pasar.
Atas kinerja tersebut, Henan Asset kembali memperoleh pengakuan kelas dunia tersebut dalam ajang London Stock Exchange Group (LSEG) Lipper Fund Awards 2026.
Melalui produk Henan Ekuitas Syariah Berkah Kelas A, Henan Asset memenangkan penghargaan pada universe Global Islamics untuk kategori Best Equity Sharia Indonesia Fund over 5 Years.
Pencapaian ini sekaligus menandai tahun ketiga secara berturut-turut bagi Henan Asset dalam menerima penghargaan internasional dari LSEG Lipper untuk kategori reksa dana syariah.
Direktur Henan Asset Markam Halim menyampaikan, penghargaan dari Grup Bursa Efek London ini menjadi pengingat, investasi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dalam pengelolaan portofolio.
“Di tengah kondisi pasar yang terus berubah, kami percaya integritas proses investasi, disiplin pengelolaan portofolio, dan kemampuan untuk tetap adaptif menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor,” ujar dia.
Sebagai gambaran, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026, IHSG tercatat terkoreksi 19,55 persen secara year-to-date (ytd) akibat tingginya ketidakpastian global dan berlanjutnya volatilitas pasar keuangan dunia.
Meski demikian, industri reksa dana tetap menunjukkan resiliensi dengan nilai aktiva bersih (NAB) mencapai Rp 711,89 triliun atau tumbuh 5,41 persen sepanjanga tahu, ditopang oleh net subscription sebesar Rp 37,24 triliun sepanjang 2026.
Menurut Markam, selama dua dekade berdiri, perusahaan belajar bahwa pasar akan selalu bergerak dalam siklus.
Oleh karena itu, fokus utama perusahaan bukan hanya menghadapi momentum jangka pendek, tetapi menjaga kualitas pengelolaan investasi secara konsisten dalam berbagai kondisi pasar.
"Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi atas kinerja, tetapi juga pengingat bahwa investasi adalah perjalanan jangka panjang," tutup dia.
Tag: #henan #asset #catat #dana #kelolaan #tembus #triliun #2026