ASDP Operasikan Lintasan Hunimua-Waipirit 24 Jam pada Akhir Pekan
Ilustrasi kapal ASDP.(DOK. Humas ASDP)
08:00
8 Juni 2026

ASDP Operasikan Lintasan Hunimua-Waipirit 24 Jam pada Akhir Pekan

 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai mengoperasikan layanan penyeberangan selama 24 jam di lintasan Hunimua-Waipirit, Maluku, setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Layanan nonstop pada akhir pekan ini memberi masyarakat lebih banyak pilihan waktu perjalanan.

Perpanjangan jam operasional juga ditujukan untuk mendukung kelancaran arus logistik dan aktivitas ekonomi di Maluku dan wilayah sekitarnya.

Baca juga: Libur Sekolah, ASDP Bebaskan Tarif Jasa Kepelabuhanan 100 Persen

Dengan jam operasional lebih panjang, pengguna jasa dapat memilih waktu penyeberangan tanpa terlalu bergantung pada jadwal layanan terbatas.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan, peningkatan layanan di lintasan Hunimua Waipirit menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat konektivitas antardaerah.

Menurut Heru, layanan tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Penerapan operasional 24 jam setiap akhir pekan merupakan upaya ASDP untuk memastikan akses transportasi yang semakin lancar dan mudah dijangkau masyarakat,” kata Heru dalam keterangan resmi, Minggu (7/6/2026).

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan optimalisasi layanan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan,” lanjut Heru.

Baca juga: Pengguna EV Tumbuh, ASDP Perkuat Sistem Keselamatan Kapal Feri

Sebelum berlaku rutin setiap akhir pekan, layanan 24 jam di lintasan Hunimua-Waipirit pernah diterapkan pada periode lonjakan penumpang dan kendaraan.

Pola tersebut digunakan saat masa Angkutan Lebaran 2026, perayaan Paskah, dan Idul Adha.

Hasilnya, layanan 24 jam dinilai mampu mengurangi kepadatan di area pelabuhan dan menjaga kelancaran arus penyeberangan pada periode puncak.

ASDP menyiapkan enam kapal untuk menunjang layanan nonstop di lintasan Hunimua-Waipirit.

Empat kapal merupakan armada milik ASDP, yakni KMP Erana, KMP Inelika, KMP Rokatenda, dan KMP Terubuk.

Dukungan armada tersebut ditujukan untuk menjaga jadwal pelayaran tetap konsisten dan memenuhi kebutuhan mobilitas penumpang serta distribusi barang antarwilayah.

General Manager ASDP Cabang Hunimua Syamsuddin Tanassy mengatakan, peningkatan layanan juga didukung oleh platform pemesanan tiket digital Ferizy.

Sistem tersebut membantu pengelolaan perjalanan menjadi lebih tertib, mulai dari pengaturan kendaraan hingga pergerakan penumpang di pelabuhan.

Menurut Syamsuddin, digitalisasi layanan melalui Ferizy turut meningkatkan efisiensi operasional dan memperlancar arus pengguna jasa, terutama saat volume perjalanan meningkat.

“Melalui Ferizy, pengguna jasa dapat melakukan reservasi dan pembelian tiket secara daring sebelum tiba di pelabuhan sehingga perjalanan menjadi lebih terencana dan antrean dapat diminimalkan,” ujar dia.

“Kami mengimbau masyarakat membeli tiket lebih awal melalui trip.ferizy.com serta memastikan data penumpang dan kendaraan diisi lengkap dan benar demi kelancaran perjalanan bersama,” tambahnya.

Selama Januari hingga Mei 2026, lintasan Hunimua Waipirit mencatat pergerakan 163.444 penumpang dan 136.398 unit kendaraan.

Besarnya arus penumpang dan kendaraan menunjukkan peran penting lintasan Hunimua Waipirit dalam konektivitas antarwilayah.

Lintasan tersebut menjadi salah satu akses utama bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi laut untuk mobilitas dan kegiatan ekonomi daerah.

Tag:  #asdp #operasikan #lintasan #hunimua #waipirit #pada #akhir #pekan

KOMENTAR