Tiga Proyek Panas Bumi PGE Dapat Pendanaan hingga 477,87 Juta Dollar AS
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk memperkuat efisiensi energi dan pengurangan emisi di seluruh wilayah operasional panas bumi pada 2025.(DOK. PGE)
08:07
6 Juni 2026

Tiga Proyek Panas Bumi PGE Dapat Pendanaan hingga 477,87 Juta Dollar AS

- Sebanyak tiga proyek panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mendapat dukungan pendanaan internasional senilai total 477,87 juta dollar AS.

Pendanaan itu didapat setelah ketiganya masuk dalam Green Book 2026 atau Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Ketiga proyek itu yakni Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW), PLTP Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 MW, serta PLTP Lahendong Unit 7-8 berkapasitas 50 MW.

Baca juga: Laba PGE (PGEO) Kuartal I 2026 Melonjak, 3 Proyek Panas Bumi Kantongi Dana Global

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, masuknya proyek-proyek tersebut ke dalam Green Book 2026 menjadi pengakuan atas kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya.

Selain itu menunjukkan kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan. Hingga kuartal I-2026, PGE mencatatkan laba bersih 43,90 juta dollar AS, naik 40 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 31,35 juta dollar AS.

"Kami melihat kinerja positif yang dibukukan perseroan semakin memperkuat kepercayaan berbagai investor terhadap prospek bisnis dan pengembangan proyek-proyek PGE," ujar Ahmad Yani dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan, pencantuman proyek dalam Green Book membuka peluang akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional yang dapat mendukung percepatan realisasi proyek.

Pencapaian ini juga meningkatkan visibilitas dan daya tarik proyek-proyek Perseroan di mata calon mitra strategis maupun lembaga pendanaan global.

"Kami optimistis penguatan fundamental bisnis, didukung portofolio proyek yang semakin matang, akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional,” kata Ahmad Yani.

Baca juga: Panas Bumi Tak Sekadar Listrik, Peluang Ekonomi Masyarakat Terbuka

Berdasarkan Green Book 2026 total pendanaan yang dialokasikan untuk ketiga proyek panas bumi PGE mencapai 477,87 juta dollar AS.

Rinciannya, PLTP Lumut Balai Unit 3 yang ditargetkan beroperasi pada 2030 memperoleh pinjaman sebesar 158,86 juta dollar AS dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Kemudian PLTP Lumut Balai Unit 4 yang ditargetkan beroperasi pada 2032 mendapatkan pendanaan 148,97 juta dollar AS dari JICA.

Sementara itu, PLTP Lahendong Unit 7-8 yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2030 memperoleh pendanaan sebesar 170,04 juta dollar AS dari World Bank.

Ahmad Yani mengatakan, pendanaan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan mempertahankan struktur pendanaan yang sehat sekaligus menjaga biaya utang (cost of debt) tetap kompetitif.

"Selain membantu menjaga struktur pendanaan yang sehat dan mempertahankan cost of debt yang kompetitif, masuknya ketiga proyek ini juga berpotensi meningkatkan keekonomian proyek sehingga dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perseroan dan para pemangku kepentingan," papar dia.

Sebelumnya, ketiga proyek tersebut telah masuk dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah Tahun 2025-2029 atau Blue Book Bappenas.

Proyek-proyek tersebut dinilai telah memenuhi berbagai aspek kesiapan teknis, finansial, lingkungan, dan kelembagaan yang dipersyaratkan.

Pembiayaan yang diperoleh menggunakan skema on-lending melalui concessional loan yang menawarkan suku bunga lebih rendah serta tenor lebih panjang dibandingkan pembiayaan komersial.

Ketiga proyek yang masuk Green Book 2026 tersebut juga merupakan bagian dari roadmap PGE untuk mengembangkan kapasitas panas bumi hingga 3 gigawatt (GW).

Setelah beroperasi, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat menambah pasokan listrik rendah emisi sekaligus memperkuat kontribusi energi panas bumi dalam bauran energi nasional.

PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, akan memperluas pengembangan panas bumi PGE di wilayah Sumatera.

Sementara PLTP Lahendong Unit 7-8 di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, diproyeksikan meningkatkan kontribusi PGE terhadap pemenuhan kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dari sekitar 30 persen menjadi 35-40 persen.

Tag:  #tiga #proyek #panas #bumi #dapat #pendanaan #hingga #47787 #juta #dollar

KOMENTAR