PLTS 100 GW Dikebut, Pemerintah Siapkan Baterai Penyimpanan Energi 33 GW
- Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong transisi ke energi bersih.
Untuk mendukung proyek tersebut, pemerintah juga menyiapkan fasilitas penyimpanan energi berbasis baterai atau battery energy storage system (BESS) berkapasitas 33 GW.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, percepatan proyek PLTS 100 GW dilakukan melalui penyusunan regulasi dasar serta penyiapan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan pembangkit.
"Kita berusaha untuk memperkuat sistem kelistrikan secara nasional, dan di antaranya adalah eksekusi arahan Presiden untuk PLTS 100 GW. Jadi kalau proyek PLTS 100 GW kita akan lakukan percepatan dengan mempersiapkan basic regulasi dan segera mengeksekusi ketersediaan lahan," ujar Yuliot dalam keterangannya dikutip Selasa (2/6/2026).
Baca juga: Bantah Tarif Listrik Naik, PLN Jelaskan Penyebab Lonjakan Tagihan
Menurut dia, Kementerian ESDM telah berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk memastikan ketersediaan lahan bagi proyek tersebut.
Hasil identifikasi menunjukkan sekitar 24.000 hektar lahan di Pulau Jawa berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan PLTS skala besar itu.
Lebih lanjut, Yuliot mengungkapkan, tahap awal percepatan proyek akan dimulai dengan pembangunan PLTS berkapasitas 17 GW.
Pembangunan ini dibarengi dengan pembuatan BESS kapasitas 33 GW.
"Percepatan akan kita mulai dengan membangun 17 gigawatt terlebih dahulu. Dan juga ada battery energy storage atau BESS yang kita bangun sekitar 33 gigawatt," kata dia.
Adapun BESS menjadi fasilitas yang memungkinkan listrik yang dihasilkan PLTS pada siang hari disimpan dan digunakan kembali saat produksi menurun, seperti pada malam hari atau ketika cuaca tidak mendukung.
Pemerintah juga menargetkan penambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 17 GW pada tahun ini yang sebagian besar berasal dari pengembangan PLTS.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sekaligus mempercepat bauran energi bersih nasional.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan transisi energi melalui pengembangan energi hijau, termasuk pembangunan PLTS dalam skala besar.
Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang PLTS nasional mencapai 100 GW pada 2029 sebagai bagian dari strategi pengurangan penggunaan energi fosil dan penguatan ketahanan energi nasional.
Baca juga: ESDM Siapkan Lahan 24.000 Hektar di Jawa untuk Proyek PLTS 100 GW
Tag: #plts #dikebut #pemerintah #siapkan #baterai #penyimpanan #energi