Masuk Sandbox OJK, Amanode Siap Dorong Akses Likuiditas Berbasis Aset Kripto
Amanode, platform teknologi yang menyediakan solusi akses likuiditas bagi pemilik aset kripto milik PT Alpha Cipta Inovasi (ACI), telah mendapatkan izin masuk dalam fasilitas Regulatory Sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Izin tersebut diberikan melalui Surat Persetujuan OJK Nomor S-89/IK.01/2026 pada tanggal 6 April 2026.
Regulatory Sandbox OJK merupakan sarana dan mekanisme untuk memfasilitasi uji coba dan pengembangan inovasi yang disediakan OJK untuk menilai kelayakan dan keandalan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) yang bertanggung jawab dengan pengelolaan risiko yang baik. Melalui Sandbox, Amanode akan diuji dan dievaluasi dalam lingkungan yang terkendali untuk memastikan layanan yang aman, transparan, dan sesuai regulasi bagi para investor.
CEO Amanode Corry Lamria mengatakan, kehadiran Amanode merupakan langkah awal dalam membangun kerangka likuiditas berbasis aset kripto yang relevan untuk Indonesia. Melalui Amanode, pemilik aset kripto dapat mengakses likuiditas tanpa harus melepas kepemilikan aset kripto mereka melalui mekanisme jual beli aset kripto dengan janji beli kembali yang berbasis rupiah.
Solusi tersebut dihadirkan sebagai jawaban atas kondisi pasar aset kripto yang masih sangat bergantung pada penjualan aset untuk mendapatkan akses likuiditas, belum adanya solusi yang terintegrasi dengan rupiah yang teregulasi, serta keterbatasan pemanfaatan aset kripto sebagai instrumen produktif.
(Dok: Amanode)Chief Operating Officer Amanode William Setiawan menjelaskan, Amanode memiliki mekanisme kerja yang transparan dan aman. Pengguna cukup menjual aset kripto mereka ke platform untuk mendapatkan dana Rupiah, namun mereka tetap memiliki hak untuk membeli kembali aset tersebut di harga dan waktu yang sudah disepakati. Nantinya, aset kripto pengguna akan disimpan dengan aman oleh kustodian independen yang berlisensi OJK.
Amanode dapat menjadi solusi bagi konsumen yang membutuhkan likuiditas tanpa harus kehilangan aset kriptonya. William Setiawan berkaca dari banyaknya pemilik aset kripto yang menjual asetnya karena takut harga turun lebih dalam di saat pasar dalam tren bearish. Dengan Amanode, pemilik aset kripto tidak perlu khawatir lagi untuk memenuhi kebutuhan mendesak mereka.
“Butuh likuiditas untuk membayar uang muka rumah? Untuk likuiditas cash flow perusahaan? Untuk modal kerja? Pengguna hanya perlu memiliki aset kripto dan dapat langsung mengakses likuiditas dengan proses yang aman dan transparan, mengubah keputusan panik jual aset menjadi strategi finansial yang lebih cerdas lewat Amanode,” ujar Corry.
Corry mengungkapkan, model pembiayaan berbasis aset kripto telah berkembang pesat secara global, namun likuiditas yang dihasilkan mayoritas berdenominasi dolar Amerika Serikat seperti
USDC atau USDT. Alhasil, ketika investor mengonversi ke rupiah dalam jumlah besar, menimbulkan biaya dan risiko nilai tukar yang signifikan. Belum lagi permasalahan terkait kepatuhan bagi pengguna dan institusi di Indonesia.
Mendapatkan Sambutan Positif
Inovasi yang dibawa oleh Amanode mendapatkan apresiasi dari berbagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berlisensi di Indonesia.
Andy Putra, SVP Strategy & Business PINTU menyambut baik hadirnya Amanode ke industri aset kripto domestik. “Kami Berharap kehadiran Amanode sebagai platform crypto repo dapat memperkuat posisi industri aset kripto Indonesia di kancah global. Kami juga memiliki visi yang sama untuk memajukan industri ini dan berkomitmen penuh untuk mendukung pertumbuhan ekosistem kripto nasional,” jelas Andy.
Sementara itu, Stella Lukman, CCO Pluang memandang kehadiran inovasi yang dibawa Amanode dapat memberikan opsi bagi pengguna yang mencari cara pengelolaan portofolio aset kripto yang lebih fleksibel.
"Solusi yang ditawarkan oleh Amanode dapat memberikan fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan dana tanpa harus kehilangan momentum investasi jangka panjang. Kami menyambut baik hadirnya inovasi, khususnya yang dikembangkan secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan perlindungan konsumen dan prinsip tata kelola yang baik" tambah Lukman.
Sementara itu, MAKS sebagai salah satu PAKD yang menjadi mitra Amanode menegaskan bahwa kolaborasi dengan Amanode adalah langkah konkret MAKS dalam menghadirkan inovasi yang relevan bagi konsumennya, sekaligus memperkuat ekosistem aset keuangan digital di Indonesia.
“Layanan Amanode membuka peluang baru di mana aset kripto tidak hanya disimpan, tetapi dapat bekerja secara produktif dalam ekosistem keuangan. Kami berkomitmen memastikan bahwa likuiditas dan value yang tercipta tetap berputar dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian dalam negeri," tegas Aaron, Direktur Utama MAKS.
Sudah Siapkan Langkah Ekspansi Berikutnya
Sembari menjalani proses uji coba di Regulatory Sandbox OJK, Amanode telah menyiapkan berbagai langkah konkret untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Salah satunya adalah telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Central Finansial X (CFX), PT Koin Kustodian Indonesia (ICC) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI) sebagai Self-Regulatory Organization (SRO) ekosistem aset kripto di Indonesia.
Corry menjelaskan, MoU tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap inovasi yang diajukan
perusahaan dalam Regulatory Sandbox OJK. Ia meyakini, dengan adanya kolaborasi ini akan semakin memperkuat model bisnis Amanode di dalam ekosistem keuangan digital Indonesia.
“Amanode dalam waktu dekat juga akan membuka pendaftaran dan akses awal bagi pengguna yang terverifikasi. Nantinya, pengguna tersebut dapat mengakses layanan Amanode melalui platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berlisensi yang bekerjasama dengan kami. Seluruh informasi terkait mitra dan perkembangan terbaru Amanode akan kami tampilkan di website kami www.amanode.id,” tambah William.
Lebih lanjut, William mengungkapkan Amanode akan terus memperluas layanan pembiayaan berbasis aset kripto. Tidak menutup kemungkinan, Amanode akan menghadirkan layanan yang memungkinkan stablecoin yang didukung oleh rupiah sehingga memungkinkan pengguna mengakses likuiditas dalam bentuk token dan tetap berada dalam ekosistem aset kripto yang terawasi.
Tentang Amanode
Dikembangkan oleh PT Alpha Cipta Inovasi (ACI), Amanode adalah platform teknologi yang menyediakan solusi akses likuiditas dengan menggunakan aset kripto yang teregulasi di Indonesia. Nama Amanode terinspirasi dari perpaduan kata bahasa Indonesia "Aman" (terlindungi, terpercaya) dan kata bahasa Inggris "Node" yang melambangkan gerbang konektivitas blockchain yang aman dan andal.
Amanode menjadi babak baru bagi industri aset kripto melalui peningkatan efisiensi pemanfaatan aset kripto sebagai instrumen produktif, sekaligus mendorong transparansi dan integrasi aset kripto dengan sistem keuangan formal di Indonesia.***
Tag: #masuk #sandbox #amanode #siap #dorong #akses #likuiditas #berbasis #aset #kripto