WFH ASN Diperpanjang, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (26/5/2026)(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
15:16
26 Mei 2026

WFH ASN Diperpanjang, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

- Pemerintah resmi menyiapkan serangkaian stimulus fiskal dan bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.

Paket kebijakan tersebut mulai dari diskon tiket pesawat, insentif pajak bagi penulis, hingga program magang nasional untuk meredam dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Digulirkan mulai kuartal II-2026 hingga akhir tahun.

Kebijakan itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Salah satu hasil evaluasi utama pemerintah adalah kebijakan work from home (WFH) aparatur sipil negara yang dinilai berhasil menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi, khususnya Pertalite.

Baca juga: Airlangga: Eksportir Bisa Ajukan Pinjaman Rupiah jika Dana DHE Kurang

“Jadi yang pertama tadi kita evaluasi terkait dengan WFH dalam dua bulan dan terlihat hasilnya cukup baik, di mana juga terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April mendekati 9 persen,” ujar Airlangga.

Karena dinilai efektif, pemerintah memutuskan memperpanjang kebijakan WFH tersebut.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan insentif perpajakan baru bagi penulis dan pekerja literasi dengan menetapkan Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 0,5 persen hingga 1,5 persen.

“Kemudian agenda kedua, tadi kita bahas terkait fasilitas yang disiapkan untuk semester II, yang pertama tentu terkait perpajakan bagi penulis. Tadi kita sudah putuskan untuk memberikan insentif pajak untuk penulis diberikan PPh final sebesar 1,5 persen,” kata Airlangga.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari janji kampanye Presiden Prabowo Subianto yang akan segera direalisasikan pemerintah.

Pemerintah juga menggulirkan berbagai stimulus di sektor transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat selama musim liburan sekolah dan periode Natal serta Tahun Baru (Nataru).

Untuk angkutan darat dan transportasi umum selama liburan sekolah, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 190 miliar dengan target penerima manfaat sekitar 3 juta orang.

Sementara untuk periode Nataru disiapkan anggaran Rp 161,4 miliar.

“Kemudian yang kedua terkait dengan diskon transportasi dan juga diskon untuk angkutan udara selama liburan sekolah nanti dan juga untuk Nataru,” ujar Airlangga.

Di sektor penerbangan, pemerintah kembali memberikan diskon tiket pesawat ekonomi sebesar 30 persen melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

“Untuk transportasi udara, seperti biasa diberikan diskon 30 persen dan PPN ditanggung pemerintah khusus untuk kelas ekonomi,” kata dia.

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 472,7 miliar untuk program diskon tiket pesawat selama musim liburan sekolah dengan target 2,3 juta penumpang.

Sementara untuk periode Nataru, pemerintah menyiapkan PPN DTP sebesar Rp 722,7 miliar dengan target 3,7 juta penumpang.

Selain stimulus konsumsi, pemerintah juga memperkuat program ketenagakerjaan melalui Program Magang Nasional dan Program Vokasi Nasional.

Airlangga mengatakan pemerintah akan membuka batch keempat Program Magang Nasional pada Juli 2026 dengan kuota mencapai 150.000 peserta dan anggaran sebesar Rp 4,14 triliun.

“Selanjutnya juga dibahas terkait dengan program magang nasional, dan batch 4 ini akan dilakukan di bulan Juli untuk 150.000 peserta dengan anggaran sebesar Rp 4,14 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, Program Vokasi Nasional disiapkan untuk 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja terdampak PHK dengan total anggaran Rp 2,12 triliun.

“Jadi itu yang tadi dibahas, dan ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus di kuartal kedua,” tutur Airlangga.

Baca juga: Airlangga Bandingkan Rupiah Era 2004-2014 dan Sekarang, Sebut Tekanan Kini Lebih Terkendali

Tag:  #diperpanjang #pemerintah #siapkan #stimulus #baru

KOMENTAR