IIMS Surabaya 2026 Jadi Sinyal Optimisme Industri Otomotif Jawa Timur
Ajang International Indonesia Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 resmi digelar mulai Selasa (26/5/2026) hingga Minggu (31/5/2026) di Grand City Surabaya, Jawa Timur.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
16:08
26 Mei 2026

IIMS Surabaya 2026 Jadi Sinyal Optimisme Industri Otomotif Jawa Timur

Ajang International Indonesia Motor Show Surabaya 2026 kembali digelar di Grand City Surabaya dengan membawa semangat baru bagi dunia otomotif Jawa Timur.

Tidak sekadar menjadi tempat memamerkan kendaraan terbaru, pameran tahunan ini juga menghadirkan pengalaman hiburan yang lebih lengkap melalui program musik bertajuk IIMS Infinite Live.

Selama enam hari, mulai Selasa (26/5/2026) hingga Minggu (31/5/2026), pengunjung dapat menikmati berbagai inovasi kendaraan roda dua maupun roda empat sekaligus konser musik dalam satu rangkaian acara.

Konsep tersebut membuat IIMS Surabaya 2026 tampil lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi ruang hiburan bagi pecinta otomotif lintas generasi.

Antusiasme masyarakat juga didukung harga tiket yang relatif terjangkau. Tiket reguler exhibition dijual mulai Rp 10.000 untuk akses area pameran otomotif. Sementara tiket Infinite Live satu hari dibanderol Rp 75.000 dan tiket dua hari akhir pekan dipasarkan seharga Rp 125.000.

Baca juga: IIMS Surabaya 2026 Perluas Area, Siap Jadi Barometer Otomotif

Jadi Simbol Optimisme Industri Otomotif

Untuk itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, menilai IIMS Surabaya 2026 memiliki arti penting bagi perkembangan industri otomotif sekaligus menjaga optimisme ekonomi daerah di tengah tantangan global.

“IIMS Surabaya bukan hanya menjadi ruang pameran kendaraan dan teknologi,” katanya dalam sambutan pembukaan.

Menurutnya, pameran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat keyakinan pelaku usaha bahwa sektor industri Jawa Timur masih terus bergerak positif.

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.

Selain itu, Jawa Timur juga tercatat sebagai penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,16 persen dan menyumbang 14,40 persen terhadap produk domestik bruto nasional.

“Capaian ini bukan angka semata, melainkan cerminan kerja keras seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha Jawa Timur,” ujar Iwan.

Baca juga: Penjualan Wuling Diklaim Naik 20 Persen, Efek IIMS dan Momen Lebaran

Industri Otomotif Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Ia menilai kekuatan ekonomi Jawa Timur saat ini ditopang sejumlah sektor strategis seperti industri pengolahan, perdagangan, hingga pertanian.

Struktur ekonomi yang beragam tersebut membuat Jawa Timur dinilai lebih kuat menghadapi tekanan geopolitik dan geoekonomi global.

Sektor industri pengolahan sendiri menyumbang 31,45 persen terhadap ekonomi Jawa Timur, disusul perdagangan sebesar 18,77 persen dan pertanian sebesar 10,51 persen.

Di sisi lain, Iwan mengatakan kinerja perdagangan Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Surplus perdagangan pada 2025 tercatat mencapai Rp210,1 triliun dan kembali mencatat surplus Rp54,25 triliun pada triwulan I 2026.

Suasana Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 yang berlangsung mulai Selasa (26/5/2026) hingga Minggu (31/05/2026) di Grand City Convex Surabaya.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Suasana Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 yang berlangsung mulai Selasa (26/5/2026) hingga Minggu (31/05/2026) di Grand City Convex Surabaya.

Salah satu sektor yang memberi kontribusi besar berasal dari perdagangan kendaraan bermotor dan jasa reparasi. Pada 2025, subsektor perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasi di Jawa Timur tercatat mencapai Rp148,58 triliun.

“Angka-angka ini mencerminkan betapa besarnya peran industri otomotif dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

Ekosistem Industri Terus Berkembang

Sehingga perkembangan industri otomotif Jawa Timur juga terlihat dari peningkatan nilai ekspor. Pada 2025, ekspor industri otomotif Jawa Timur mencapai 510,22 juta dolar Amerika Serikat, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 442,25 juta dolar AS.

Sementara hingga Mei 2026, tercatat ada 183 unit usaha di sektor otomotif Jawa Timur yang terdiri dari 66 usaha besar, 19 usaha menengah, dan 97 usaha kecil.

Dimana keberagaman tersebut menunjukkan ekosistem industri otomotif Jawa Timur terus tumbuh secara inklusif dan saling mendukung antara pelaku usaha besar hingga kecil.

“Keberagaman skala usaha ini mencerminkan ekosistem industri yang inklusif dan saling menopang,” pungkas Iwan.

Tag:  #iims #surabaya #2026 #jadi #sinyal #optimisme #industri #otomotif #jawa #timur

KOMENTAR