OJK Punya Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi [Suara.com/Rina]
12:16
26 Mei 2026

OJK Punya Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat peran sektor jasa keuangan sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang lebih inklusif, produktif, dan tepat sasaran. 

Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengembangan sektor unggulan berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui dukungan terhadap UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor agrikultur.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan sinergi antara OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan kementerian teknis lainnya menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan ekonomi daerah. 

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menghadapi tantangan dinamika global sekaligus menjaga optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Berbagai tantangan dinamika global saat ini tidak boleh menurunkan optimisme Indonesia. Justru inilah saat untuk membuktikan bahwa salah satu kekuatan Indonesia berasal dari kekuatan ekonomi daerahnya,” ujar Friderica dalam kegiatan KNPED 2026, Senin (25/5/2026).

Friderica menjelaskan, sejak 2024 OJK telah mengembangkan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang fokus pada optimalisasi potensi ekonomi lokal melalui kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga. 

OJK memberi 4 tips untuk berurusan dengan pinjol. Foto: Ilustrasi OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. [Antara]Ilustrasi OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. [Antara]

Program tersebut bertujuan membangun ekosistem yang mendukung pengembangan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, Program PED telah diimplementasikan di 40 kabupaten dan kota dengan fokus pada sektor agrikultur dan ekonomi kreatif, termasuk di Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, mengatakan program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita terus mendorong PED ini semakin luas agar bisa memberikan kontribusi nyata di daerah melalui berbagai kolaborasi yang mampu membangun ekosistem program prioritas di masing-masing daerah,” ujar Hernawan.

Sementara itu, Airlangga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi daerah. 

Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai program strategis, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), digitalisasi ekonomi, pengembangan industri semikonduktor di daerah, hilirisasi industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menilai sektor jasa keuangan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Menurutnya, pembiayaan yang tepat sasaran akan memperkuat pemberdayaan UMKM sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat yang berdampak terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada OJK yang terus mengonsolidasikan sektor jasa keuangan dengan pemerintah daerah melalui percepatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Langkah ini penting agar pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Misbakhun.

Di sisi lain, Juda Agung menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Ilustrasi UMKM. [Suara.com]Ilustrasi UMKM. [Suara.com]

Menurutnya, kekuatan ekonomi daerah tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari kemampuan daerah mengubah anggaran menjadi layanan publik, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat. 

Sinergi OJK, pemerintah daerah, dan sektor jasa keuangan dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ekonomi daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #punya #jurus #baru #dongkrak #ekonomi #daerah #umkm

KOMENTAR