BTN Siapkan Rusun Subsidi di Manggarai, Cicilan Mulai Rp 2,9 Juta Per Bulan
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu .(DOKUMENTASI BTN)
14:28
22 Mei 2026

BTN Siapkan Rusun Subsidi di Manggarai, Cicilan Mulai Rp 2,9 Juta Per Bulan

- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyiapkan solusi pembiayaan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Stasiun Manggarai melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan proyek tersebut lahir dari kebutuhan menghadirkan hunian terjangkau di pusat Jakarta bagi pekerja muda yang selama ini tinggal di kota penyangga.

Menurut Nixon, biaya transportasi pekerja dari luar Jakarta kini bisa mencapai 20-25 persen dari pendapatan bulanan.

“Kita lihat banyaknya pekerja di Jakarta tidak memiliki pemukiman di kota tersebut. Transportation cost bisa 20 sampai 25 persen dari income bulanan,” ujar Nixon dalam acara penandatanganan nota kesepahaman BTN dengan Badan Pusat Statistik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Menara 1 BTN, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: BTN dan KAI Siapkan Skema FLPP, Bangun 5.400 Hunian TOD

Ia mengatakan proyek TOD Manggarai dirancang untuk memangkas biaya hidup pekerja sekaligus mengurangi kepadatan mobilitas harian dari Bogor, Bekasi, hingga Tangerang menuju Jakarta.

Saat ini, jumlah pengguna KRL Jabodetabek disebut telah mencapai sekitar 1,3 juta orang per hari, sementara Stasiun Manggarai menjadi salah satu simpul transportasi tersibuk dengan trafik penumpang sekitar 300.000 orang per hari.

Kawasan tersebut terhubung dengan KRL, LRT, kereta bandara, hingga kereta jarak jauh.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Subsidized Mortgage Division BTN, Umi Hardinajati, pemerintah telah mengubah skema harga jual rumah susun subsidi sehingga masyarakat kini dapat memperoleh hunian dengan bunga kredit yang lebih terjangkau.

Ia menambahkan BTN saat ini menjadi bank penyalur terbesar program FLPP pemerintah.

“Jadi teman-teman enggak usah gengsi, buang-buang itu gengsi, yang penting bisa punya rumah strategis di pusat kota,” kata dia.

Umi menjelaskan syarat memperoleh fasilitas FLPP relatif mudah.

Calon pembeli hanya perlu memenuhi sejumlah persyaratan dasar seperti belum pernah memiliki rumah atas nama pribadi dan belum pernah menerima subsidi perumahan sebelumnya.

Selain itu, peserta juga harus memiliki masa kerja minimal dua tahun dan berusia sekurang-kurangnya 21 tahun.

“Nah syaratnya apa? Mudah, cukup KTP, KK, NPWP, akta, kalau teman-teman sudah menikah itu juga harus dilampirkan,” ujar Umi.

Ia menambahkan pemerintah juga telah menaikkan batas maksimal penghasilan penerima FLPP di wilayah Jabodetabek.

Jika sebelumnya batas penghasilan maksimal Rp 8 juta per bulan, kini dinaikkan menjadi Rp 12 juta untuk lajang dan Rp 14 juta untuk pasangan menikah.

Selain itu, pemerintah memberikan subsidi bantuan uang muka sebesar Rp 4 juta dan menetapkan uang muka pembelian rumah hanya 1 persen dari harga jual unit.

“Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi biaya awal pembelian rumah,” kata dia.

Pemerintah juga memperpanjang tenor kredit rumah susun subsidi menjadi maksimal 30 tahun dengan bunga tetap 6 persen selama masa kredit berlangsung.

Untuk proyek rusun Manggarai, harga unit ditawarkan mulai Rp 500 juta hingga Rp 630 juta.

Umi memberikan simulasi pembiayaan untuk unit seharga Rp 500 juta.

Dengan uang muka Rp 5 juta dan plafon kredit Rp 495 juta, cicilan yang harus dibayarkan sekitar Rp 2,9 juta per bulan selama 30 tahun.

“Suku bunga 6 persen fix selama 30 tahun. Mau nanti teman-teman naik gaji tiap tahun, mau tiap lima tahun, angsurannya tetap segitu,” ujar Umi.

Bagi masyarakat dengan penghasilan di atas Rp 14 juta atau memiliki usaha dengan omzet lebih besar, BTN juga menyediakan alternatif pembiayaan melalui program Kredit Program Perumahan (KPP).

Program tersebut dapat digunakan untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah termasuk rumah susun.

Menurut Umi, program KPP memiliki tenor maksimal 20 tahun dengan bunga 6 persen pada lima tahun pertama dan 9,9 persen pada tahun keenam hingga tahun ke-20.

“Kalau FLPP tadi maksimal penghasilan Rp 12 juta dan Rp 14 juta untuk join income. Sementara kalau sudah lebih dari Rp 14 juta dan memiliki usaha itu bisa memanfaatkan program KPP,” kata dia.

Baca juga: BTN-KAI Siapkan Hunian Dekat Stasiun, Manggarai Bakal Jadi “Kota Baru” Jakarta

Tag:  #siapkan #rusun #subsidi #manggarai #cicilan #mulai #juta #bulan

KOMENTAR