BI Rate Naik, Ekonom Sebut Rupiah Bakal Balik ke Level Rp 17.200
Ilustrasi rupiah. (Shutterstock/Travis182)
16:32
20 Mei 2026

BI Rate Naik, Ekonom Sebut Rupiah Bakal Balik ke Level Rp 17.200

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) disebut dapat memancing aliran dana asing masuk ke dalam negeri sehingga rupiah berpotensi menguat ke depannya.

Global Markets Economist at Maybank Indonesia Myrdal Gunarto memperkirakan, dengan kenaikan ini maka rupiah dapat menguat ke level Rp 17.236 per dollar AS.

"Kita harapkan tekanan yang terjadi di pasar keuangan kita bisa mereda. Rupiah kalau kondisi seperti ini harusnya bisa kembali ke level Rp 17.236," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Rupiah Sempat Rp 17.700 Per Dollar AS, BI Gencar Intervensi di Pasar Valas

Ilustrasi suku bunga, suku bunga acuan.SHUTTERSTOCK/JANEWS Ilustrasi suku bunga, suku bunga acuan.

Menurutnya, kenaikan BI Rate yang langsung sebesar 50 basis poin sebagai langkah yang agresif.

Diharapkan ini dapat meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik bagi investor.

Pasalnya, langkah tersebut tidak hanya akan memperkuat penghimpunan likuiditas valuta asing (valas) melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), tetapi juga mendorong kenaikan imbal hasil (yield) instrumen lain seperti surat utang negara, tabungan, dan deposito.

"Untuk yield surat utang negara 10 tahun bisa loncat ke sekitar 6,9 sampai 7,2 persen," kata Myrdal.

Baca juga: BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Dorong Penguatan Rupiah Hari Ini

Dengan kenaikan yield tersebut, aliran modal asing diperkirakan kembali masuk ke pasar keuangan domestik sehingga tekanan terhadap rupiah dan pasar keuangan dapat mereda.

"Kalau itu terjadi, flow akan masuk nih. Kita lihat flow akan masuk, walaupun kondisi seperti apa, ini akan masuk lah flow-nya dari luar. Jadi kita harapkan tekanan yang terjadi di pasar keuangan kita bisa mereda. Rupiah kalau kondisi seperti ini harusnya bisa kembali ke level Rp 17.236," ucapnya.

Ilustrasi Bank IndonesiaSHUTTERSTOCK/HARISMOYO Ilustrasi Bank Indonesia

Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) David Sumual menyebut, kenaikan BI rate ini dapat memberikan sentimen positif bagi rupiah.

Namun di sisi lain, terdapat dampak yang harus diantisipasi dari inflasi yang berpotensi meningkat ke depannya.

Baca juga: BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp 17.650 per Dollar AS

"Bisa memberikan sentimen positif bagi rupiah tapi isu-isu lain terkait masalah struktural juga harus segera dibereskan," tutur David kepada Kompas.com, Rabu.

Sebelumnya, BI menaikkan BI rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur BI periode Mei 2026.

Dengan demikian, suku bunga deposit facility naik 50 basis poin menjadi 4,25 persen dan suku bunga lending facility juga naik 50 basis poin menjadi 6 persen.

Kenaikan BI rate dilakukan bank sentral demi stabilisasi nilai tukar rupiah yang tengah melemah akibat tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

Tag:  #rate #naik #ekonom #sebut #rupiah #bakal #balik #level #17200

KOMENTAR