Bukan Dollar AS, Ini Mata Uang Terkuat di Dunia Mei 2026
Ilustrasi dollar AS.(PIXABAY/PASJA1000)
08:02
17 Mei 2026

Bukan Dollar AS, Ini Mata Uang Terkuat di Dunia Mei 2026

- Dollar Amerika Serikat (AS) selama ini dikenal sebagai mata uang paling dominan di dunia. Mata uang tersebut digunakan dalam perdagangan internasional, cadangan devisa global, hingga transaksi lintas negara.

Namun, dominasi tersebut ternyata tidak membuat dollar AS menjadi mata uang paling kuat di dunia.

Dalam daftar mata uang terkuat dunia versi Forbes Advisor 2026 yang dirilis pada awal Mei 2026, posisi teratas justru ditempati dinar Kuwait atau Kuwaiti dinar (KWD). Nilai satu dinar Kuwait bahkan lebih tinggi dibandingkan satu dollar AS.

Baca juga: Rupiah Diklaim Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain

Ilustrasi uang dollar AS. Biaya sekolah YIS menggunakan kurs dollarPEXELS/KAROLINA GRABOWSKA Ilustrasi uang dollar AS. Biaya sekolah YIS menggunakan kurs dollar

Kekuatan mata uang biasanya diukur dari nilai tukarnya terhadap dollar AS. Artinya, semakin besar nilai satu unit mata uang dibandingkan dollar AS, maka semakin kuat mata uang tersebut secara nominal.

Negara-negara Timur Tengah mendominasi daftar mata uang terkuat di dunia.

Pendapatan besar dari ekspor minyak dan gas membuat negara-negara tersebut memiliki cadangan devisa kuat serta sistem moneter yang relatif stabil.

Daftar 10 mata uang terkuat di dunia

Berikut daftar mata uang terkuat dunia versi Forbes Advisor.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.400, BI Sebut Pelemahan Masih Sejalan dengan Mata Uang Emerging Market

1. Dinar Kuwait (KWD)

Dinar Kuwait menempati posisi mata uang terkuat di dunia. Mata uang ini diperkenalkan pada 1960-an dan sempat dipatok terhadap poundsterling sebelum kemudian dihubungkan dengan sekeranjang mata uang internasional.

Kuwait dikenal sebagai salah satu eksportir minyak terbesar dunia. Pendapatan dari sektor energi menjadi penopang utama kekuatan ekonomi negara tersebut.

Dinar Bahrain adalah mata uang tertinggi di dunia atau mata uang paling tinggi di duniaSHUTTERSTOCK/Manu M Nair Dinar Bahrain adalah mata uang tertinggi di dunia atau mata uang paling tinggi di dunia

2. Dinar Bahrain (BHD)

Posisi kedua ditempati dinar Bahrain. Negara kepulauan di Teluk Persia tersebut memperoleh banyak pemasukan dari ekspor minyak dan gas.

Dinar Bahrain mulai digunakan pada 1965 dan dipatok terhadap dollar AS sehingga nilainya relatif stabil.

Baca juga: Jelang Musim Haji, BSI Catat Penukaran Mata Uang Riyal Saudi Melonjak 76 Persen

3. Rial Oman (OMR)

Rial Oman berada di posisi ketiga mata uang terkuat dunia. Oman juga merupakan negara eksportir minyak dan gas utama di kawasan Timur Tengah.

Mata uang ini diperkenalkan pada 1970-an dan dipatok terhadap dollar AS.

4. Dinar Yordania (JOD)

Dinar Yordania berada di posisi keempat. Berbeda dengan negara Teluk lainnya, Yordania tidak terlalu bergantung pada ekspor minyak dan gas.

Meski demikian, negara tersebut mampu menjaga kestabilan mata uang melalui pengendalian moneter yang ketat. Dinar Yordania telah digunakan sejak 1950 dan dipatok terhadap dollar AS.

Baca juga: Rupiah Masuk 10 Mata Uang Terlemah Dunia, Tertekan Sentimen Fiskal?

5. Poundsterling Inggris (GBP)

Poundsterling menjadi salah satu mata uang tertua yang masih digunakan hingga sekarang. Forbes Advisor mencatat mata uang Inggris tersebut sudah dipakai sejak abad ke-15.

Berbeda dengan sejumlah mata uang Timur Tengah, poundsterling tidak dipatok terhadap mata uang lain dan bergerak mengikuti mekanisme pasar.

6. Gibraltar pound (GIP)

Gibraltar pound juga masuk dalam daftar mata uang terkuat dunia. Mata uang ini dipatok tetap terhadap poundsterling, sehingga nilainya bergerak sejalan dengan mata uang Inggris tersebut.

Gibraltar sendiri merupakan wilayah Britania Raya yang berada di ujung selatan Spanyol.

Baca juga: Forbes Sebut Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terlemah di Dunia, Benarkah Demikian?

Ilustrasi mata uang.PEXELS/KARTHIKEYAN PERUMAL Ilustrasi mata uang.

7. Dollar Kepulauan Cayman (KYD)

Dollar Kepulauan Cayman dikenal sebagai salah satu mata uang kuat karena didukung sektor jasa keuangan offshore yang besar.

Mata uang ini dipatok terhadap dolar AS sehingga memiliki kestabilan tinggi.

8. Franc Swiss (CHF)

Franc Swiss selama ini dikenal sebagai safe haven currency atau mata uang aman bagi investor global.

Stabilitas ekonomi Swiss serta tingkat kepercayaan investor yang tinggi membuat franc Swiss tetap kuat di tengah ketidakpastian global.

Baca juga: Dollar AS Tersungkur, Mata Uang Asia Kompak Menguat

9. Euro (EUR)

Euro menjadi mata uang resmi di banyak negara kawasan Uni Eropa. Mata uang ini didukung kekuatan ekonomi negara-negara anggota Uni Eropa.

Euro juga menjadi salah satu mata uang cadangan utama dunia setelah dollar AS.

10. Dollar AS (USD)

Meski bukan mata uang terkuat secara nominal, dollar AS tetap menjadi mata uang paling dominan di dunia.

Dollar AS digunakan dalam perdagangan internasional, transaksi energi global, hingga cadangan devisa berbagai negara.

Baca juga: Kurs Rupiah Anjlok, Bagaimana Cara Siapkan Biaya Sekolah Anak di Luar Negeri?

Kenapa nilai mata uang bisa kuat?

Dikutip dari Investopedia, kekuatan mata uang tidak hanya dipengaruhi besar kecilnya nilai tukar terhadap dollar AS. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan kurs suatu negara.

Ilustrasi mata uang euro.UNSPLASH/IBRAHIM BORAN Ilustrasi mata uang euro.

1. Inflasi

Negara dengan inflasi rendah cenderung memiliki mata uang lebih kuat karena daya beli masyarakat tetap terjaga.

Sebaliknya, inflasi tinggi dapat mengurangi nilai mata uang karena harga barang dan jasa meningkat lebih cepat dibandingkan negara lain.

2. Suku bunga

Kenaikan suku bunga biasanya menarik arus modal asing karena investor mencari imbal hasil lebih tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan permintaan terhadap mata uang negara terkait sehingga nilainya menguat.

Baca juga: Kurs Rupiah Anjlok ke Rp 17.600, Harga Tahu dan Tempe Berpotensi Naik

Namun, dampak positif suku bunga bisa berkurang apabila inflasi ikut meningkat.

3. Neraca transaksi berjalan

Defisit transaksi berjalan terjadi ketika impor suatu negara lebih besar dibandingkan ekspornya. Dalam kondisi tersebut, permintaan terhadap mata uang asing meningkat sehingga dapat menekan nilai mata uang domestik.

4. Utang pemerintah

Negara dengan utang pemerintah tinggi dinilai memiliki risiko inflasi atau gagal bayar lebih besar. Risiko tersebut dapat mengurangi minat investor terhadap aset negara terkait dan menekan nilai tukar mata uangnya.

5. Stabilitas politik dan ekonomi

Stabilitas politik dan kondisi ekonomi juga menjadi faktor penting dalam menentukan daya tarik suatu mata uang.

Baca juga: Kurs Rupiah Naik Tipis ke Rp 17.387, Dipicu Harapan Redanya Konflik Timur Tengah

Negara dengan pemerintahan stabil dan pertumbuhan ekonomi kuat umumnya lebih dipercaya investor global.

Ilustrasi uang dollar AS. FREEPIK/PVPRODUCTIONS Ilustrasi uang dollar AS.

Kenapa dollar AS tetap dominan?

Meski bukan mata uang paling kuat secara nominal, dollar AS tetap mendominasi sistem keuangan global.

Forbes Advisor menyebut dollar AS merupakan mata uang cadangan devisa utama dunia dan menjadi acuan perdagangan internasional.

Selain itu, sebagian besar perdagangan minyak dunia juga menggunakan dollar AS. Hal tersebut membuat permintaan terhadap greenback tetap tinggi.

Baca juga: Penyebab Rupiah Tembus Rp 17.300 dan Strategi BI Stabilkan Kurs

Di sisi lain, bank sentral berbagai negara masih menyimpan cadangan devisa dalam bentuk dollar AS karena dianggap stabil dan likuid.

Dalam beberapa tahun terakhir, faktor geopolitik dan ketidakpastian global juga makin memengaruhi pasar valuta asing.

Ketegangan perdagangan internasional, perang, hingga perubahan arus investasi global dapat memicu volatilitas nilai tukar di berbagai negara.

Kondisi tersebut membuat mata uang negara dengan fundamental ekonomi kuat cenderung lebih diminati investor global.

Tag:  #bukan #dollar #mata #uang #terkuat #dunia #2026

KOMENTAR