Saham Teknologi Melejit, Bursa China Sentuh Level Tertinggi 11 Tahun
Turis China dan luar negeri menikmati pemandangan distrik keuangan Pudong di Shanghai pada 29 Oktober 2013. China mulai 17 Februari 2026 membebaskan visa bagi pendatang dari Inggris dan Kanada, berlaku hingga 31 Desember 2026.(AFP/MARK RALSTON)
12:12
11 Mei 2026

Saham Teknologi Melejit, Bursa China Sentuh Level Tertinggi 11 Tahun

- Saham China menguat tajam pada perdagangan Senin (11/5/2026).

Penguatan didorong lonjakan saham teknologi dan meningkatnya optimisme terhadap industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kondisi itu membawa indeks saham utama China ke level tertinggi dalam hampir 11 tahun terakhir.

Saat jeda perdagangan siang, indeks Shanghai Composite naik 0,9 persen ke level 4.219,13.

Posisi tersebut menjadi yang tertinggi sejak 1 Juli 2015.

Indeks saham unggulan CSI 300 juga menguat 1,4 persen dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.

Sementara itu, pasar Hong Kong bergerak berbeda. Indeks Hang Seng turun 0,3 persen ke posisi 26.318,37.

Baca juga: Asing Net Sell Rp 2,4 Triliun, Berikut 4 Saham dan ETF Direkomendasikan Sepekan Ini

Saham teknologi jadi motor penguatan

Sektor teknologi menjadi pendorong utama penguatan pasar saham China.

Sentimen positif muncul setelah investor semakin optimistis terhadap prospek industri AI global.

Reli saham teknologi juga terjadi di sejumlah bursa Asia lainnya.

Indeks saham semikonduktor CSI Semiconductor melonjak 7,3 persen dan mencetak rekor tertinggi baru.

Indeks CSI AI naik 3 persen, sedangkan indeks sektor teknologi informasi melonjak 4,8 persen.

Keduanya juga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.

Indeks STAR50 yang berisi perusahaan teknologi berbasis inovasi naik 5,3 persen.

Sementara indeks ChiNext bertambah 3 persen.

Baca juga: IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Ritel bisa Cermati Saham MAPI, AADI hingga BULL

Ekspor dan inflasi ikut dorong pasar

Optimisme pasar turut didorong data ekspor China yang kembali menguat pada April 2026.

Peningkatan ekspor terjadi karena pabrik di China mempercepat produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan industri AI global.

Banyak pembeli juga mulai menimbun komponen elektronik di tengah ketidakpastian akibat konflik Iran.

Selain ekspor, data ekonomi terbaru menunjukkan tekanan harga di China mulai meningkat.

Indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) China pada April naik melampaui perkiraan pasar dan mencapai level tertinggi dalam 45 bulan terakhir.

Inflasi konsumen juga meningkat seiring harga energi global yang tetap tinggi.

Analis CITIC Securities menilai permintaan global terhadap komputasi AI masih akan menopang ekspor semikonduktor China dalam beberapa waktu ke depan.

"Meningkatnya permintaan komputasi AI global akan terus mendorong ekspor terkait semikonduktor ke depannya," tulis analis CITIC Securities dalam catatannya.

Mereka menilai keunggulan biaya manufaktur China kini semakin kompetitif dibanding negara lain.

Pasar menunggu pertemuan Trump dan Xi

Pelaku pasar juga menanti pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam waktu dekat.

Pertemuan tersebut diperkirakan membahas sejumlah isu sensitif, mulai dari perang Iran, Taiwan, hingga perkembangan AI.

Analis Nomura menilai pertemuan itu penting untuk menjaga hubungan dua negara tetap stabil di tengah meningkatnya tensi global.

"Di tengah meningkatnya ketegangan di seluruh dunia, pertemuan puncak ini dapat menjadi langkah di mana kedua kekuatan dominan tersebut mengelola persaingan mereka, menjaga ketenangan yang rapuh, dan menghindari kehancuran total hubungan melalui diplomasi pribadi tingkat tinggi," tulis analis Nomura.

Tag:  #saham #teknologi #melejit #bursa #china #sentuh #level #tertinggi #tahun

KOMENTAR