Edukasi Finansial Sejak Dini Dinilai Penting Hadapi Ekonomi Digital
PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat) menghadirkan fasilitas pojok baca di SD Muhammadiyah Worawari, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan GROW with RupiahCepat.
Program tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat sejak usia dini. Langkah itu juga dilatarbelakangi masih rendahnya kemampuan membaca pelajar Indonesia.
Baca juga: Rumah Belajar Harita Nickel Jadi Ruang Literasi Anak Obi
Ilustrasi literasi digital.
Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, kemampuan membaca pelajar Indonesia menempati peringkat ke-63 dari 81 negara di dunia dan peringkat ke-6 di ASEAN.
Nilai kemampuan membaca pelajar Indonesia tercatat sebesar 359 atau masih berada di bawah rata-rata anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan minat baca dan kemampuan memahami informasi masih menjadi kebutuhan penting dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih adaptif dan kritis.
Melalui program tersebut, RupiahCepat memberikan bantuan pojok baca berupa rak dan buku bacaan untuk mendukung budaya membaca di lingkungan sekolah.
Baca juga: Literasi Keuangan Anak Muda Jadi Sorotan di Tengah Maraknya Pindar
Kegiatan ini melibatkan 49 siswa dan 13 guru SD Muhammadiyah Worawari.
Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia, Anna Maria Chosani, mengatakan literasi membaca menjadi fondasi penting dalam membentuk kemampuan berpikir dan memahami informasi.
“Kami percaya bahwa membangun kebiasaan membaca sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk generasi yang lebih kritis dan mampu memahami berbagai informasi dengan baik. Melalui pojok baca ini, kami berharap siswa memiliki akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan yang bermanfaat,” ujar Anna dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).
Ilustrasi menabung.
Edukasi pengelolaan keuangan untuk anak
Selain menghadirkan fasilitas literasi, RupiahCepat juga memberikan edukasi interaktif mengenai pengelolaan keuangan sederhana bagi anak-anak.
Baca juga: Literasi Keuangan Tinggi, tapi Perilaku Pinjol RI Masih Terlalu Pede
Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menabung dan memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Penyampaian materi dilakukan melalui video edukasi, diskusi, dan permainan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkenalkan pemahaman dasar pengelolaan keuangan sejak usia dini melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan mudah dipahami.
Literasi keuangan untuk mahasiswa
Selain menyasar siswa sekolah dasar, RupiahCepat juga memberikan edukasi keuangan bagi mahasiswa melalui program “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi”.
Kegiatan itu diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama civitas akademika di Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta dan diikuti ratusan mahasiswa.
Baca juga: Literasi Keuangan Perempuan Turun, OJK Soroti Kesenjangan dengan Laki-laki
Dalam kegiatan tersebut, RupiahCepat menyampaikan materi mengenai manajemen keuangan personal, mulai dari pengelolaan arus kas, prinsip budgeting sederhana, hingga pentingnya menetapkan prioritas pengeluaran untuk menghindari perilaku konsumtif.
Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan layanan keuangan digital secara bijak dan produktif, termasuk untuk kebutuhan yang memberikan nilai tambah seperti pendidikan atau pengembangan usaha.
Anna mengatakan edukasi di tingkat perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang lebih siap menghadapi ekosistem keuangan digital.
“Mahasiswa merupakan kelompok yang aktif dalam memanfaatkan layanan keuangan digital. Oleh karena itu, penting bagi kami untuk memastikan mereka tidak hanya memiliki akses, tetapi juga pemahaman yang kuat agar dapat menggunakan layanan tersebut secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif,” ujar Anna.
Baca juga: Tren Kripto Naik, Mahasiswa Didorong Pahami Literasi Keuangan
Melalui kedua kegiatan tersebut, RupiahCepat menyatakan komitmennya untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat, baik literasi dasar maupun literasi keuangan.
Tag: #edukasi #finansial #sejak #dini #dinilai #penting #hadapi #ekonomi #digital