Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta
Investor aset kripto di Indonesia terus menjamur. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pengguna kripto nasional mencapai 21,37 juta per Maret 2026, atau tumbuh 1,43 persen secara bulanan.
Tak hanya dari sisi jumlah pengguna, aktivitas transaksi juga masih cukup tinggi di tengah kondisi pasar global yang fluktuatif.
Nilai transaksi spot kripto tercatat mencapai Rp 22,24 triliun, sementara transaksi derivatif melonjak 14,26 persen menjadi Rp 5,80 triliun.
Salah satu platform perdagangan aset kripto yang turut mencatat pertumbuhan adalah Indodax. Perusahaan tersebut mencatat total 9,9 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp 8,45 triliun atau sekitar 38 persen dari total transaksi kripto nasional pada periode yang sama.
CEO Indodax, William Sutanto, menilai pertumbuhan jumlah pengguna dan transaksi menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri aset digital di Indonesia.
Indodax"Kami melihat data OJK ini sebagai sinyal positif terhadap perkembangan industri kripto nasional. Pertumbuhan jumlah pengguna dan transaksi menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto yang teregulasi terus meningkat. Di sisi lain, hal ini juga menjadi tanggung jawab bagi kami sebagai exchange kripto terbesar di Indonesia untuk terus memperkuat keamanan platform, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas edukasi bagi pengguna," ujar William di Jakarta, Jumat (8/6/2026),
Meski demikian, kapitalisasi pasar aset keuangan digital dan kripto nasional tercatat terkoreksi tipis sebesar 0,97 persen menjadi Rp 23,36 triliun dibanding bulan sebelumnya.
Kondisi ini dinilai masih wajar di tengah dinamika pasar global yang dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari kebijakan suku bunga global, data inflasi Amerika Serikat, hingga ketegangan geopolitik internasional.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas perdagangan aset digital di Indonesia dinilai masih cukup sehat. Stabilnya partisipasi investor ritel maupun institusional disebut menunjukkan minat masyarakat terhadap aset digital tetap terjaga.
William menambahkan, investor kripto di Indonesia kini mulai semakin matang dalam menghadapi volatilitas pasar.
"Volatilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pasar aset kripto, terutama di tengah dinamika global seperti kebijakan suku bunga, kondisi likuiditas pasar, dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung. Namun yang menarik, aktivitas transaksi dan minat investor Indonesia tetap relatif stabil. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap aset kripto mulai berkembang dan investor semakin bijak dalam menyikapi pergerakan pasar," tambah William.
Penguatan ekosistem kripto nasional juga tercermin dari sisi regulasi. OJK telah menyetujui 31 entitas dalam ekosistem aset keuangan digital, termasuk bursa, kliring, kustodian, dan pedagang aset kripto. Selain itu, regulator juga mengawasi 1.464 aset kripto yang dapat diperdagangkan secara legal di Indonesia.
Sebagai platform perdagangan aset kripto pertama di Indonesia, Indodax menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang aman, transparan, dan edukatif guna mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital nasional.
Selain itu, program Bulan Literasi Kripto 2026 yang dijalankan OJK bersama Asosiasi Blockchain Indonesia juga dinilai turut memperkuat edukasi masyarakat terkait investasi aset digital, khususnya bagi investor baru yang jumlahnya terus bertambah setiap bulan.
Tag: #investor #aset #kripto #terus #menjamur #tembus #2137 #juta