IHSG Dibuka Melemah ke 7.164 pada Awal Perdagangan Jumat
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Jumat (8/5/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 10,11 poin atau 0,14 persen ke level 7.164,21.
Pada sesi pagi, IHSG hari ini dibuka di level 7.182,96 dan sempat bergerak ke level tertinggi 7.186,83. Sementara level terendah indeks tercatat di posisi 7.148,97.
Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 3,206 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 1,164 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 181.300 kali transaksi.
Baca juga: Koreksi Saham Blue Chip Bikin Wall Street Melemah, Pasar Wanti-wanti Kepastian Damai AS-Iran
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 209 saham menguat, 316 saham melemah, dan 434 saham lainnya stagnan.
Sejalan dengan pelemahan IHSG, sejumlah indeks saham utama juga bergerak di zona merah. Indeks LQ45 turun 1,48 poin atau 0,21 persen ke level 692,31.
Kemudian, indeks Jakarta Islamic Index (JII) melemah 3,04 poin atau 0,64 persen ke posisi 469,47. Indeks KOMPAS100 juga turun 4,50 poin atau 0,46 persen ke level 964,12.
Sementara itu, indeks ISSI tercatat turun tipis 0,01 poin ke posisi 257,53. Pelemahan juga terjadi pada indeks IDX30 yang turun 1,15 poin atau 0,30 persen ke level 387,69.
Adapun indeks JII70 terkoreksi 1,03 poin atau 0,56 persen ke posisi 182,13.
Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Ritel Bisa Cermati Saham MBMA, PGAS, hingga LSIP
Meski demikian, IHSG hari ini diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas.
Analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai investor masih bersikap wait and see terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia.
Karena itu, Herditya memperkirakan level support IHSG berada di area 7.115 dan resistance di kisaran 7.230.
“Untuk besok (Jumat) kami memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 7.115 dan resist 7.230, dimana investor masih akan mencermati perkembangan Timur Tengah dan akan ada rilis cadangan devisa Indonesia,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Kamis malam (7/5/2026).
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai IHSG saat ini mulai bergerak keluar dari fase konsolidasi jangka pendek dan mencoba melanjutkan momentum rebound menuju area resistance penting.
Baca juga: RATU Bagikan Dividen Rp 122 Miliar, Setara Rp 45 Per Saham
Setelah sebelumnya bergerak dalam rentang 7.000-7.150, kini IHSG berhasil breakout area 7.151 dan ditutup di level 7.174. Kondisi itu dinilai membuka peluang penguatan lanjutan menuju area 7.200-7.250 dalam jangka pendek.
“Namun perlu diperhatikan bahwa area 7.200-7.250 merupakan resistance psikologis yang cukup kuat karena sebelumnya menjadi area distribusi pasar,” kata Hendra kepada Kompas.com.
Menurut dia, selama IHSG mampu bertahan di atas support 7.100 dan support kuat 7.050, maka tren rebound masih relatif terjaga. Sebaliknya, jika IHSG kembali turun di bawah 7.100, maka pasar berpotensi kembali bergerak sideways di rentang 7.000-7.200.
“Indikator teknikal juga mulai menunjukkan perbaikan dengan meningkatnya volume beli pada saham-saham perbankan dan konsumsi, walaupun investor asing masih cenderung wait and see,” paparnya.
Untuk perdagangan Jumat, Hendra menilai peluang IHSG melanjutkan penguatan masih terbuka selama sentimen damai AS-Iran tetap terjaga dan harga minyak terus stabil menurun.
Pasar juga disebut akan fokus pada perkembangan negosiasi pembukaan Selat Hormuz dan kepastian implementasi kesepakatan geopolitik tersebut.
Tag: #ihsg #dibuka #melemah #7164 #pada #awal #perdagangan #jumat