Potensi Scam Mengintai, Masyarakat Harus Lebih Waspada
- Potensi scam dapat muncul di berbagai titik aktivitas.
Seseorang dapat menerima pesan berisi tautan yang menawarkan hadiah menarik dari nomor yang menyerupai bank.
Meski terlihat menggiurkan, hal tersebut bisa menjadi upaya phishing untuk mengambil data pribadi.
Perusahaan digital identity VIDA melaporkan, sebanyak 9 dari 10 kasus scam melibatkan one time password (OTP) yang dicuri.
Baca juga: BCA Bagikan Tips agar Tidak Terjebak Phishing dan Scam
Risiko serupa juga dapat muncul saat menunggu paket datang.
Modusnya berupa file APK berbahaya yang disamarkan sebagai pembaruan status pengiriman dan berpotensi menginfeksi perangkat jika telanjur diunduh.
Founder & Group CEO VIDA Niki Luhur mengatakan, modus penipuan terus berkembang seiring pemanfaatan teknologi baru. "VIDA mencatat bahwa upaya penipuan berbasis deepfake di Asia Tenggara melonjak 156 persen sepanjang 2025," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, risiko scam juga dapat terjadi ketika mengurus dokumen penting.
Risiko penyalahgunaan dapat muncul jika proses tanda tangan digital tidak dilakukan melalui jalur resmi yang tersertifikasi. "Karena itu, perlindungan identitas digital menjadi semakin penting untuk membantu menjaga setiap interaksi digital tetap aman," imbuh dia.
Lebih lanjut, Niki mengatakan masyarakat Indonesia sejatinya sudah memiliki tingkat kesadaran dasar yang cukup baik terhadap bahaya penipuan digital.
Namun, kewaspadaan tersebut kerap menurun ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang terlihat menguntungkan, mendesak, atau terasa meyakinkan. “Ketika modus yang muncul terasa relevan, menarik, atau seolah menguntungkan, kewaspadaan bisa turun dalam hitungan detik. Karena itu, membangun kebiasaan untuk berhenti sejenak, memeriksa ulang, dan tidak langsung percaya menjadi semakin penting di tengah berkembangnya modus penipuan yang semakin canggih,” ujar Niki.
Untuk mendekatkan pemahaman tersebut, VIDA menghadirkan “The World of VIDA”, sebuah video yang dikemas secara informatif dan mudah dipahami untuk menunjukkan bagaimana perlindungan identitas digital bekerja di balik berbagai aktivitas sehari-hari.
Melalui pendekatan yang erat dengan keseharian, video ini dihadirkan agar publik dapat melihat bahwa perlindungan digital bukan sesuatu yang jauh atau rumit, melainkan relevan dengan aktivitas yang mereka lakukan setiap hari.
“Melalui The World of VIDA, kami ingin mengangkat isu ini lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Harapannya, publik tidak melihat perlindungan digital sebagai sesuatu yang jauh atau rumit, melainkan sebagai hal yang relevan dengan aktivitas yang mereka lakukan setiap hari,” tutup Niki.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat telah menerima 515.345 laporan kasus penipuan sejak 22 November 2024 hingga 31 Maret 2026.
Baca juga: Sepanjang 2024-2026, OJK Kembalikan Rp 161 Miliar Dana Korban Scam
Tag: #potensi #scam #mengintai #masyarakat #harus #lebih #waspada