Bahlil: Eropa Kembali ke Batu Bara, RI Diminta Pasok 20 Juta Ton
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya permintaan batu bara mencapai 20 juta ton per tahun dari negara-negara Uni Eropa (UE) di tengah dinamika geopolitik global yang belum mereda.
Permintaan tersebut muncul saat sejumlah negara maju kembali membuka opsi penggunaan energi fosil.
Sayangnya Bahlil tidak mengungkapkan kapan permintaan tersebut disampaikan dan negara di Uni Eropa yang meminati batu bara Indonesia tersebut.
Baca juga: SMGR Pangkas Batu Bara 467.000 Ton, Bahan Bakar Alternatif Melonjak 24 Persen
Ilustrasi batu bara.
“Sekarang Amerika buka opsi batu bara, di Eropa membuka opsi batu bara ada minta kami untuk 20 juta per tahun,” ujar Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB di Jakarta pada Sabtu, (2/5/2026).
Bahlil menyebut, kondisi global saat ini membuat banyak negara mengubah strategi energi mereka, termasuk yang sebelumnya mendorong transisi energi bersih.
Dalam situasi tersebut, Indonesia justru melihat peluang sekaligus tantangan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Menurut dia, langkah negara-negara maju tersebut menunjukkan adanya inkonsistensi dalam agenda transisi energi global.
Baca juga: China Tahan Gejolak Harga Pupuk Global Berkat Batu Bara
Di satu sisi mendorong negara berkembang untuk meninggalkan batu bara, namun di sisi lain justru kembali memanfaatkannya untuk kepentingan domestik.
“Dia suruh kami pensiun, dia sendiri tidak pensiun-pensiun. Bagaimana ini net zero emission 2050 2060,” ujarnya.
Awalnya, Bahlil menyinggung publikasi JP Morgan Asset Management yang diklaim menempatkan Indonesia menjadi negara kedua yang paling tahan krisis energi global, salah satu faktornya langaran produksi dan cadangan batu bara Indonesia yang sangat besar.
Bahlil Lahadalia menghadiri resepsi pernikahan pasangan artis El Rumi dan Syifa Hadju di Hotel Raffles Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Bahlil menilai, keinginan Eropa tidak bisa direspons secara normatif.
Baca juga: Urea Berbasis Batu Bara Jadi Senjata China Hadapi Gejolak Pupuk
Pemerintah, kata Bahlil, memilih pendekatan realistis dengan tetap memanfaatkan sumber energi domestik demi menjaga stabilitas ekonomi dan keterjangkauan energi bagi masyarakat.
“Saya bilang ini model apa. Saya putuskan, saya bilang (PLTU-PLTU) batu bara jalan saja dulu. Ini bicara tentang survival mode, kami bicara tentang efisiensi. Jangan kami korbankan rakyat kami dengan harga listrik yang besar,” tegasnya.
Ia menambahkan, Indonesia tidak ingin terjebak dalam skema global yang justru merugikan kepentingan nasional.
Oleh karena itu, kebijakan energi akan disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri, bukan semata mengikuti tekanan eksternal.
Baca juga: PLN Klaim Stok Batu Bara Aman untuk 15 Hari
Dalam jangka panjang, pemerintah tetap mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan.
Namun dalam jangka pendek, pemanfaatan batu bara dinilai masih menjadi pilihan strategis untuk menjaga ketahanan energi dan stabilitas harga listrik di dalam negeri.
Tag: #bahlil #eropa #kembali #batu #bara #diminta #pasok #juta