Alvaro Arbeloa Dukung Florentino Perez, 7 Gelar Real Madrid Dirampas
Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, secara terbuka memberikan dukungannya terhadap pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Presiden klub, Florentino Perez.
Dalam sebuah konferensi pers, Alvaro Arbeloa menegaskan kesepakatannya dengan klaim Florentino Perez yang menyebut bahwa Real Madrid telah kehilangan tujuh gelar Liga Spanyol (LaLiga) akibat skandal korupsi yang sistematis.
Pernyataan keras Alvaro Arbeloa ini berkaitan erat dengan kasus hukum yang menyeret rival abadi mereka, Barcelona, atas dugaan pembayaran kepada mantan Wakil Presiden CTA, Jose Maria Enriquez Negreira.
Skandal yang diduga berlangsung selama 17 tahun ini disebut sebagai salah satu alasan utama ketidakadilan yang menimpa kubu Los Blancos dalam perebutan trofi domestik.
Ketegangan antara dua raksasa Spanyol ini mencapai titik baru setelah Florentino Perez menyatakan akan mengungkap kebenaran demi kepentingan olahraga.
Baca juga: Sukses Bersama Como 1907, Cesc Fabregas Tak Tutup Peluang Latih Real Madrid
Sebagai langkah nyata, pihak klub mengumumkan akan mengirimkan berkas lengkap berisi rincian keluhan mereka kepada badan sepak bola Eropa, UEFA.
Menanggapi hal tersebut, Alvaro Arbeloa menilai bahwa setiap pendukung Madrid akan berdiri di belakang sang presiden.
“Saya di sini bukan untuk mengomentari konferensi pers presiden,” ungkap Arbeloa di hadapan media pada Rabu (13/5/2026).
"Setiap penggemar Real Madrid yang mendengarkan presiden kemarin akan setuju bahwa dia membela kepentingan anggota klub dan akan setuju bahwa klub diperlakukan berbeda dari klub lain di seluruh dunia."
Ia juga menambahkan bahwa situasi yang terjadi selama dua dekade terakhir terasa sangat janggal bagi mereka yang berkompetisi secara jujur.
“Tentu saja. Kita semua tahu apa yang terjadi selama 20 tahun terakhir. Pasti ada hal-hal yang tidak kita ketahui."
"Itu tidak legal dan tidak masuk akal bagi kita yang terlibat dalam kompetisi ini. Sungguh luar biasa bahwa hanya Real Madrid yang ingin menegakkan hukum dalam sepak bola."
Baca juga: Kata Wesley Sneijder soal Isu Kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid
"Itu adalah perasaan yang dirasakan oleh semua penggemar Madrid,” lanjut pelatih kelahiran Salamanca pada 17 Januari 1983 itu.
Vinicius Junior (kiri) berdebat dengan Raphinha dan Lamine Yamal (2R) di akhir pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid vs Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 26 Oktober 2025. (Foto oleh Oscar DEL POZO / AFP)
Menepis Kabar Keterpurukan di Bernabeu
Di tengah gejolak institusional, Real Madrid juga menghadapi kritik tajam terkait performa di lapangan setelah dua musim tanpa trofi besar.
Namun, Alvaro Arbeloa menepis anggapan bahwa timnya telah mencapai titik terendah.
Ia meyakini bahwa standar tinggi yang dimiliki klub justru menjadi alasan mengapa kegagalan meraih gelar dalam waktu singkat terasa begitu masif.
“Standar ganda selalu ada. Kita tidak bisa menyangkal bahwa kita telah melewati dua tahun tanpa gelar. Berapa banyak tim yang lebih lama?" tegas Arbeloa.
"Berapa banyak tim yang telah memenangkan Piala Eropa seperti yang kita menangkan dalam beberapa tahun terakhir? Saya rasa para anggota tidak bodoh."
"Yang menyakiti mereka adalah perlakuan buruk sehari-hari dari banyak orang,” ujar sang manajer membela prestasi timnya.
Menjelang laga kontra Real Oviedo di Santiago Bernabeu pada Kamis malam, sorotan kini tertuju pada reaksi para penggemar di stadion.
Baca juga: Bela Valverde dan Tchouameni, Perez Kecam Pembocor Informasi Real Madrid ke Media
Meskipun posisi kepemimpinan klub sedang memanas menyusul pengumuman pemilihan umum, Alvaro Arbeloa tetap percaya bahwa di bawah arahan Perez, stabilitas tim akan tetap terjaga.
“Jika ada seseorang yang mampu membalikkan situasi ini, itu adalah Florentino Perez,” pungkasnya.
Tag: #alvaro #arbeloa #dukung #florentino #perez #gelar #real #madrid #dirampas