IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan
IHSG bergerak hijau di awal perdagangan Rabu. [Suara.com/Alfian Winanto]
09:35
29 April 2026

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada awal perdagangan, Rabu, 29 April 2026. IHSG masuk ke zona hijau saat pembukaan ke level 7.096.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih terapresiasi naik 0,38 persen ke level 7.099.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,73 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,36 triliun, serta frekuensi sebanyak 168.100 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 307 saham bergerak naik, sedangkan 231 saham mengalami penurunan, dan 421 saham tidak mengalami pergerakan.

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]IHSG bergerak hijau di awal perdagangan Rabu. [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, KONI, GDST, BAPA, LAPD, ESIP, TOOL, EPIC.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya LMPI, KJEN, LCKM, LUCK, DEFI, NAYZ, BABY SRAJ.

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan kembali melemah pada perdagangan hari ini, seiring berlanjutnya tekanan jual investor asing serta sentimen negatif dari pasar global.

Mengutip riset Samuel Sekuritas dalam laporan Morning Market Update edisi 29 April 2026, pergerakan IHSG akan dipengaruhi aksi foreign outflow yang masih berlanjut.

"Hari ini, kami memperkirakan JCI akan turun akibat tekanan penjualan asing yang terus berlanjut," tulis riset tersebut.

Sentimen negatif ini tak lepas dari kondisi pasar global. Pada perdagangan Selasa (28/4), bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah, dengan indeks Dow Jones turun 0,05%, S&P 500 terkoreksi 0,49%, dan Nasdaq anjlok 0,90%.

Pelemahan Wall Street dipicu aksi jual di sektor teknologi, menyusul kekhawatiran terhadap pertumbuhan OpenAI. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sebesar 0,60 basis poin ke level 4,346% turut menekan pasar.

Di sisi lain, Indeks Dolar AS juga menguat 0,15 persen ke posisi 98,64, yang berpotensi menambah tekanan pada pasar emerging markets, termasuk Indonesia.

Dari dalam negeri, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,5 persen ke level 7.072. Sementara itu, ETF Indonesia yang diperdagangkan di AS, EIDO, juga terkoreksi 0,9 persen, mencerminkan sentimen negatif investor global terhadap aset domestik.

Pergerakan komoditas turut menjadi perhatian. Harga minyak Brent melonjak 2,8 persen ke level 111 dolar AS per barel, sementara harga nikel naik 1,8 persen. Di sisi lain, harga emas terkoreksi 1,8 persen.

Adapun aktivitas investor asing pada perdagangan 28 April 2026 mencatatkan aksi beli bersih pada saham INCO, BBNI, dan ELSA. Sebaliknya, aksi jual bersih terjadi pada saham perbankan besar seperti BMRI, BBCA, dan BBRI.

Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga mencermati sejumlah sentimen domestik, termasuk rencana rights issue ENRG, dinamika sektor minyak dan gas menyusul keluarnya Uni Emirat Arab dari OPEC, serta kerja sama pengembangan infrastruktur bioetanol oleh Pertamina.

Dengan kombinasi tekanan global dan aksi jual asing, IHSG berpotensi bergerak dalam tren melemah dalam jangka pendek, sambil menunggu sentimen baru yang dapat menopang pergerakan pasar.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #ihsg #menghijau #awal #perdagangan #rabu #simak #saham #yang #cuan

KOMENTAR