Tensi AS-Iran Memanas, Harga Minyak Kembali Menanjak
Harga minyak kembali naik pada Selasa (28/4/2026) karena investor mencermati sinyal-sinyal baru dari negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ketidakpastian soal potensi penurunan ketegangan dua negara tersebut membuat pasar tetap waspada.
Secara umum, Presiden AS Donald Trump dan tim keamanan nasionalnya telah membahas proposal dari Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 1,13 persen menjadi 97,46 dollar AS per barrel pada pukul 01.00 waktu setempat.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent yang merupakan patokan internasional naik 1,20 persen menjadi 109,53 dollar AS per barrel.
Pada awal pekan kemarin, harga minyak Brent naik lebih dari 3 persen menjadi lebih dari 109 dollar AS per barrel pada Senin sebelum sedikit turun kembali.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik Hampir 3 Persen, Kebuntuan AS-Iran dan Gangguan Hormuz Tekan Pasokan
Trump bahas proposal untuk bisa buka Selatt Hormuz
Presiden AS Donald Trump dan tim keamanan nasionalnya membahas proposal dari pemerintah Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Salah satu syarat syarat yang diajukan Iran adalah AS harus mencabut blokade dan mengakhiri permusuhan.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menjelaskan, Trump belum memberikan kepastian terkait proposal yang dipercaya bisa meredakan konflik yang terjadi sejak awal tahun tersebut.
"Saya akan mengkonfirmasi bahwa presiden telah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pagi ini,” ujar dia dikutip dari CNBC, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Harga Emas Dunia Turun, Pasar Cermati Perang AS-Iran dan Arah Suku Bunga The Fed
Rantai pasok energi masih terganggu
Aliran komoditas energi melalui Selat Hormuz yang mengangkut sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia masih sangat terganggu.
Presiden Lipow Oil Associates Andy Lipow memperkirakan, gangguan ini mencakup sekitar 20 juta barrel per hari minyak mentah, bahan bakar, dan petrokimia.
Bahkan Lipow mengungkapkan, jika konflik berakhir dalam waktu dekat, pemulihan kondisi pasar normal akan memakan waktu berbulan-bulan.
Waktu tersebut diperlukan untuk membersihkan ranjau, mengurangi kemacetan kapal tanker, dan secara bertahap memulai kembali produksi dan penyulingan.
Dengan memperhitungkan keterlambatan pengiriman dan distribusi, ia memperkirakan dibutuhkan setidaknya empat hingga enam bulan agar pasar minyak stabil.
Hal tersebut masih ditambah dengan harga kemungkinan akan tetap tinggi selama periode tersebut karena persediaan mendekati tingkat kritis.
“Semakin lama konflik berlangsung, semakin tinggi harganya, terutama karena persediaan berkurang hingga ke tingkat operasional kritis. Jika konflik berakhir besok, harga minyak mentah diperkirakan akan turun 10 dollar AS per barrel,” tambah dia.
Lipow mengungkapakan, tanpa adanya negosiasi baru, harga minyak mentah WTI akan kembali naik ke 100 dollar AS, sementara minyak mentah Brent akan melampaui 110 dollar AS.
Trump batal kirim tim negosiasi
Harga minyak naik setelah rencana putaran kedua perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terhenti.
Minyak mentah Brent, patokan global untuk harga minyak, naik lebih dari 3 persen menjadi lebih dari 109 dollar AS per barrel pada Senin sebelum sedikit turun kembali.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Sabtu bahwa Washington telah membatalkan rencana untuk mengirim tim ke Pakistan untuk bernegosiasi dengan rekan-rekan mereka dari Iran.
Pasokan energi global telah berada di bawah tekanan hebat sejak dimulainya perang Iran karena jalur air Selat Hormuz yang sangat penting telah ditutup secara efektif oleh konflik tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan pada Minggu lalu diskusi penting mengenai masalah bilateral dan perkembangan regional sedang berlangsung dengan Oman, negara tetangganya di sepanjang selat tersebut.
"Fokus kami termasuk cara untuk memastikan transportasi yang aman yang akan bermanfaat bagi semua tetangga terkasih dan dunia. Tetangga kami adalah prioritas kami," tulis dia dalam media sosial.
Araghchi tiba di St Petersburg pada hari Senin dengan tujuan bertemu dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sekitar seperlima dari minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia biasanya melewati Selat Hormuz.
Harga minyak naik usai pengumuman Trump perpanjang gencatan senjata
Harga minyak mentah Brent telah naik lebih dari 10 persen sejak Trump mengumumkan pekan lalu untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Teheran.
Semula, waktu tersebut diberikan untuk memberi kesempatan kepada kepemimpinan negara itu untuk menyampaikan proposal terpadu.
Manajer portofolio dan ahli strategi di BNP Paribas Sophie Huynh, mengatakan penutupan selat yang sedang berlangsung dapat memengaruhi harga segala sesuatu mulai dari kantong sampah hingga obat-obatan.
"Saya rasa kita meremehkan sejauh mana produk-produk dapat terpengaruh oleh kekurangan minyak. Kita tidak mengonsumsi minyak mentah, kita mengonsumsi produk-produk," ungkap dia.
Ketika selat tersebut tetap tertutup selama lebih dari beberapa minggu, dampaknya akan sangat luas dalam hal rantai pasok.
Sementara itu, akademisi dari Singapore Management University, Goh Jing Rong mengungkapkan, para pedagang minyak tampaknya kurang reaktif terhadap berita utama terbaru dan menunggu bukti kredibel tentang meredanya konflik.
"Saya rasa para pedagang menginginkan bukti konkret, bukan hanya kesepakatan gencatan senjata yang rapuh dan dapat dibatalkan," kata Goh.
Trump menulis dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Sabtu bahwa terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan dan terlalu banyak pekerjaan dalam mengirim perwakilan AS ke Islamabad.
Presiden AS menambahkan terdapat perselisihan dan kebingungan yang luar biasa" di dalam kepemimpinan Teheran.
"Tidak ada yang tahu siapa yang berkuasa, termasuk mereka. Lagipula, kita memegang kendali penuh, mereka tidak punya kendali sama sekali! Jika mereka ingin bicara, yang perlu mereka lakukan hanyalah menelepon!!!" ungkap Trump
Dampak ekonomi masih akan terasa
Di Inggris, perwakilan dari Bank of England akan menghadiri pertemuan Komite Tanggap Timur Tengah pemerintah pada Selasa ini. Pertemuan tersebut mencakup diskusi tentang dampak konflik terhadap biaya hidup masyarakat.
Menanggapi dampak perang terhadap Inggris, Perdana Menteri Sir Keir Starmer mengatakan, konsekuensi ekonomi mungkin masih akan terasa untuk beberapa waktu.
"Apa yang ditunjukkan Iran adalah bahwa sekali lagi peristiwa yang terjadi jauh dari Inggris memiliki kapasitas untuk merusak standar hidup kita, masa depan kita, dan keamanan kita," kata dia dikutip dari BBC, Selasa (28/4/2026)
Lonjakan harga minyak sejak awal konflik telah menyebabkan kenaikan harga bahan bakar di SPBU, dan ada kekhawatiran tentang seberapa besar tagihan energi Inggris dapat meningkat akhir tahun ini jika konflik berlanjut.
Pada Senin, indeks S&P 500 yang berisi perusahaan-perusahaan terbesar yang terdaftar di AS ditutup stagnan karena para pedagang menilai situasi di Timur Tengah.
Indeks FTSE 100 London ditutup turun 0,6 persen, CAC 40 Prancis mengakhiri hari dengan penurunan 0,2 persen, dan Dax Jerman berakhir stagnan.
Pasar saham di Asia ditutup lebih tinggi, dengan beberapa pasar saham utama mencapai rekor tertinggi meskipun sempat jatuh tajam di awal konflik.
Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup naik 1,38 persen, menambah kenaikan hampir 14 persen dalam sebulan terakhir.
Indeks Kospi di Korea Selatan telah melonjak lebih dari 20% dalam sebulan terakhir, dan ditutup naik 2,15 persen pada hari Senin.
Sebagai catatan, saham Jepang dan Korea Selatan awalnya terpukul keras karena perekonomian mereka sangat bergantung pada pasokan energi dari Teluk.
Tag: #tensi #iran #memanas #harga #minyak #kembali #menanjak