KAI Tutup Sementara Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL
Suasana stasiun imbas kecelakaan kereta antara KRL relasi Bekasi–Jakarta dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.((Kompas.com/Nurpini))
06:12
28 April 2026

KAI Tutup Sementara Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL

- PT Kereta Api Indonesia (Persero) memutuskan menutup sementara operasional Stasiun Bekasi Timur untuk layanan KRL menyusul insiden tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) pada Senin malam (27/4/2026).

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa penutupan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan, sementara layanan commuter line hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi.

“Dan perlu kami umumkan juga. Sampai waktu nanti kita tentukan, Stasiun Bekasi Timur ini akan kita tutup sementara untuk commuter line, sehingga nanti layanan itu hanya sampai di Bekasi saja,” ujar Bobby dalam keterangannya, Selasa pagi (28/4/2026).

Baca juga: Insiden Kereta di Bekasi Timur, Menhub Pastikan Evakuasi Berjalan Cepat

Meski demikian, KAI memastikan sebagian jalur telah kembali difungsikan setelah proses evakuasi di lokasi kejadian selesai dilakukan.

“Tadi juga saya sampaikan, per jam 1.24 WIB, track kita yang di jalur hilir itu sudah beroperasi, setelah kita tadi mengevakuasi mobil taksi bersama dengan KRL yang tertemper oleh mobil taksi tersebut,” jelasnya.

Dari sisi penanganan korban, KAI mencatat hingga saat ini terdapat lima korban meninggal dunia, sementara tiga orang masih dalam proses evakuasi.

Sebanyak 79 korban lainnya telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

“Perlu kami sampaikan update dari korban, pada saat ini meninggal dunia ada 5. Kemudian yang masih terperangkap itu ada sekitar 3. Dan yang sudah observasi ke rumah sakit itu berjumlah 79,” ungkap Bobby.

Ia menambahkan, para korban dirawat di sembilan rumah sakit di sekitar Bekasi, di antaranya RS Primaya, RSUD Bekasi, RS Viola Bekasi, dan Mitra Keluarga.

Untuk mempercepat koordinasi penanganan, KAI juga telah mendirikan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi.

“Kemudian kita juga mengadakan posko tanggap darurat itu di Stasiun Bekasi ini,” tutupnya.

Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kerta Listrik (KRL) Bekasi-Jakarta terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kerta Listrik (KRL) Bekasi-Jakarta terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.

Sebagai informasi, pada Senin malam (27/4/2026) Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak kereta rel listrik (KRL) yang tengah terhenti.

Kejadian tersebut langsung membuat penumpang yang berada di kedua kereta maupun peron stasiun panik dan histeris.

Tabrakan yang cukup kuat membuat lokomotif KA Argo Bromo masuk ke dalam gerbong KRL belakang sehingga menimbulkan kerusakan parah.

Adapun gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan paling parah.

Sejumlah penumpang di dalamnya kesulitan mengevakuasi diri karena akses keluar tertutup bangku dan bagian gerbong yang rusak.

Baca juga: Update Korban Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL: 5 Orang Meninggal, 79 Dirawat di 9 RS

Tag:  #tutup #sementara #stasiun #bekasi #timur #usai #tabrakan #argo #bromo

KOMENTAR