23 Juta Jam Kerja Aman, Ini Cara Tracon industri Tekan Risiko Kecelakaan
Pencapaian jam kerja aman mencerminkan konsistensi PT Tracon Industri dalam mengimplementasikan sistem manajemen HSE terintegrasi di seluruh lini operasional, baik di kantor pusat maupun di lapangan.(DOK. TRACON INDUSTRI)
13:28
24 April 2026

23 Juta Jam Kerja Aman, Ini Cara Tracon industri Tekan Risiko Kecelakaan

PT Tracon Industri, perusahaan jasa solusi industri operasi dan pemeliharaan (O&M) bagian dari Grup Pupuk Indonesia, mencatat lebih dari 23 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja, menegaskan pentingnya disiplin Health, Safety, and Environment (HSE) sebagai cara konkret menekan risiko di proyek dengan berbagai tingkat bahaya.

Direktur Utama PT Tracon Industri Muhammad Badri Halim menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil dari budaya keselamatan yang tertanam kuat di perusahaan.

“Ini adalah nyawa para pekerja yang pulang untuk menemui keluarga mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa keselamatan kerja adalah fondasi, bukan penghalang produktivitas," ujarnya, melalui keterangan pers, Jumat (24/4/2026).

Kedepan kami akan terus meningkatkan standar HSE yang ketat di seluruh lini operasi sebagai bagian dari kinerja bisnis yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Baca juga: Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Ia menambahkan, setiap pencapaian satu juta jam kerja aman merupakan hasil keterlibatan aktif seluruh karyawan. Perusahaan juga memberikan HSE Reward untuk meningkatkan motivasi dalam memperkuat budaya keselamatan.

Menurut Badri, disiplin kolektif menjadi kunci utama, mulai dari pekerja lapangan hingga jajaran direksi.

“Slogan ‘Safety Start With Me!’ bukan sekedar tempelan dinding, tapi tindakan nyata yang selalu mencerminkan komitmen penuh, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan dapat terus meningkatkan jam kerja aman ini pada tahun-tahun mendatang,” tegasnya.

Baca juga: Perkuat Keselamatan Kerja, Semen Indonesia Dorong Produktivitas

23 juta jam kerja aman

Komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja kembali ditegaskan PT Tracon Industri melalui capaian 23.045.511 jam kerja aman tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan waktu kerja (Zero Lost Time Injury/LTI) serta nihil pencemaran lingkungan (Zero Environment Case).

Capaian ini merupakan akumulasi sejak 2010 hingga 31 Maret 2026, melibatkan lebih dari 109.580 tenaga kerja di sekitar 30 proyek aktif dengan tingkat risiko mulai dari rendah hingga tinggi. Seluruh proyek dijalankan sesuai standar keselamatan yang berlaku.

Pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen HSE terintegrasi di seluruh lini operasional, baik di kantor pusat maupun di lapangan. Upaya penguatan budaya keselamatan dilakukan melalui pelatihan, sosialisasi, dan kampanye berkelanjutan.

Baca juga: Antam Kirim Tim ke Olimpiade Rescue Tambang Dunia

Berbagai program pengembangan kompetensi dijalankan, seperti induction, pelatihan Emergency Response Team, Basic Life Support, Job Safety Analysis (JSA), serta sertifikasi K3 yang mengacu pada standar nasional dan internasional.

Kampanye keselamatan juga diperkuat melalui HSE Golden Rules, HSE Handbook, safety moment, publikasi HSE News, poster, hingga pemasangan rambu dan spanduk di area kerja.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, PT Tracon Industri telah mengantongi Sertifikasi SMK3 (PP 50/2012), ISO 45001:2018 untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, serta ISO 14001:2015 untuk manajemen lingkungan.

Baca juga: Stok Aman, Pupuk Indonesia: Kita Ekspor Ketika Kebutuhan Dalam Negeri Cukup

Pendekatan Preventif Jadi Kunci, Pemerintah Minta Pengawasan Lebih Masif

Sejalan dengan upaya dunia usaha memperkuat budaya keselamatan, pemerintah menegaskan pentingnya pendekatan pencegahan sejak awal untuk menekan kecelakaan kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta Balai K3 lebih proaktif dalam pengawasan dan edukasi di lapangan.

“Upaya promotif dan preventif sangat penting. Saya instruksikan seluruh jajaran BBK3 Jakarta untuk bergerak lebih masif dalam menjalankan fungsi pengawasan dan edukasi. Kita harus mampu menekan angka fatalitas di tempat kerja secara signifikan,” kata Yassierli.

Ia menekankan, setiap kecelakaan kerja bukan sekadar angka, tetapi menyangkut keselamatan manusia dan keberlangsungan keluarga pekerja.

Karena itu, Balai K3 didorong tidak hanya menjalankan fungsi teknis, tetapi juga mampu membaca risiko dan membangun budaya K3. Kolaborasi dengan sektor swasta, termasuk Perusahaan Jasa K3 (PJK3), dinilai krusial untuk memperkuat ekosistem keselamatan kerja nasional.

Baca juga: Tracon Bangun Gudang Baru di Subang, Siap Dorong Efisiensi Industri

Tag:  #juta #kerja #aman #cara #tracon #industri #tekan #risiko #kecelakaan

KOMENTAR