Bidik Pasar Potensial, Manulife: Asia Sangat Penting bagi Kami
President and CEO Global Wealth and Asset Management Manulife Paul Lorentz dalam Media Briefing Manulife Aset Manajemen Indonesia, Rabu (22/4/2026). (KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)
12:48
23 April 2026

Bidik Pasar Potensial, Manulife: Asia Sangat Penting bagi Kami

Manulife Wealth & Asset Management menilai pasar Asia menjanjikan peluang pertumbuhan jangka panjang yang besar.

President and CEO Global Wealth and Asset Management Manulife Paul Lorentz mengungkapkan, selama 15 tahun terakhir, bisnis aset manajemen Manulife secara global selalu mencatat arus dana masuk positif (net inflow) setiap tahun.

Oleh karena itu, Manulife Group secara global ingin bisnis perusahaan tumbuh jauh lebih besar.

"Untuk bisa tumbuh, kami harus mencari pasar yang masih punya potensi, dan Asia adalah jawabannya. Asia sangat penting bagi kami," kata dia dalam Media Briefing Manulife Aset Manajemen Indonesia, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Usai Akuisisi, Manulife Aset Manajemen Perkuat Produk Reksadana dan Bidik Bisnis Jangka Panjang

Ia membandingkan, pasar Amerika Utara memang telah menjadi besar dan menghasilkan banyak keuntungan. Namun, pasar tersebut sudah matang dan mulai mencapai titik jenuh, sehingga pertumbuhannya terbatas.

"Asia justru menawarkan prospek pertumbuhan yang jauh lebih kuat," ucap dia.

Paul mengungkapkan, alasan itu yang membuat dia rutin datang ke Asia dan mengunjungi beberapa negara. Ia berhadap dapat mendorong pertumbuhan bisnis secara lokal.

"Strategi ini juga menjelaskan mengapa kami melakukan akuisisi, contohnya Schroders, serta beberapa akuisisi lain selama bertahun-tahun," imbuh dia.

Paul menceritakan, di China, Manulife memiliki joint venture dengan bisnis yang mencatat pertumbuhan dua kali lebih cepat dari rata-rata industri.

Menurut dia, itu menunjukkan kekuatan kombinasi antara keahlian lokal dan kapabilitas global, termasuk manajemen risiko dan kepatuhan.

Selanjutnya, di India joint venture Manulife bersama Mahindra AM juga disebut berkembang lebih baik dari proyeksi perusahaan.

"Selain itu, dua tahun lalu kami mengakuisisi manajer alternative credit di London (CQS) agar kapabilitas tersebut bisa didistribusikan secara global, termasuk ke Asia dan Kanada," ungkap dia.

Tak hanya itu, Paul berujar, pada November lalu, pihaknya juga mengakuisisi manajer private credit di Amerika Serikat (AS).

Meskipun memiliki fokus bisnis di AS, mereka tertarik bekerja sama karena adanya jaringan investor Manulife yang kuat di Asia, Kanada, London, dan wilayah lain.

"Intinya, strategi kami adalah mengakuisisi kapabilitas yang bisa dimanfaatkan secara global, sekaligus memperkuat bisnis dan kehadiran kami di Asia termasuk di negara-negara seperti China, India, dan Indonesia," terang dia.

Lebih lanjut, Paul bilang, secara global, total bisnis yang dikelola Manulife sekitar 1,3 triliun dollar AS.

Dari total angka tersebut, kontribusi Asia memang masih relatif kecil.

Kendati demikain, khusus di Asia terutama di segmen ritel kontribusinya jauh lebih signifikan dan bermakna bagi pertumbuhan perusahaan.

"Itulah yang membuat kawasan ini menarik," tutup dia.

Tag:  #bidik #pasar #potensial #manulife #asia #sangat #penting #bagi #kami

KOMENTAR