Transaksi Emas Digital Tembus 30,9 Juta Gram di Kuartal I 2026, Melonjak 246 Persen
Harga emas global stabil jelang akhir tahun. Berkaca dari Kasus di China, Kata Ekonom dan Perencana Keuangan Ungkap Risiko Investasi Emas Digital(DOK. HRTA)
17:24
15 April 2026

Transaksi Emas Digital Tembus 30,9 Juta Gram di Kuartal I 2026, Melonjak 246 Persen

Transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mencapai 30,9 juta gram pada kuartal I 2026.

Angka tersebut melonjak 246 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 8,9 juta ton.

"Pertumbuhan transaksi di kuartal I 2026 ini menunjukkan bahwa perdagangan pasar fisik emas secara digital makin diminati masyarakat," ujar Direktur ICDX Nursalam dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Emas Bergejolak di 2026: Masih Jadi “Safe Haven” atau Mulai Kehilangan Arah?

Seiring semakin tingginya minat, dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai penawaran investasi emas digital, terutama yang beredar di media sosial.

Secara rinci, berdasarkan data ICDX, total transaksi sepanjang Januari-Maret 2026 sebesar 30.921.382 gram, meningkat dari 8.941.108 gram pada kuartal I 2025.

Sepanjang 2025, total transaksi emas digital di ICDX mencapai 56.595.115 gram.

Menurut Nursalam, ICDX akan terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk regulator dalam hal ini Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), untuk mengembangkan ekosistem perdagangan emas digital di Indonesia.

"Dengan melihat tren yang ada di kuartal I tahun 2026 ini, kami optimis sampai akhir tahun transaksi akan tumabuh positif," ucapnya.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 15 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24

Sementara itu, Kepala BappebtiTirta Karma Senjaya mengatakan, pihaknya terus memastikan keamanan dan transparansi dalam ekosistem perdagangan emas digital.

Menurut dia, pengawasan dilakukan terhadap seluruh komponen ekosistem, mulai dari bursa sebagai tempat transaksi, lembaga kliring yang menjamin dan menyelesaikan transaksi, hingga lembaga depository yang menyimpan emas fisik.

"Hal ini untuk memastikan perlindungan terhadap masyarakat, sehingga ekosistem ini dapat terus tumbuh dan menjadi alternatif investasi," ucapnya.

Data Bappebti pada 2025 mencatat jumlah investor dalam ekosistem perdagangan emas digital mencapai 10.521.665 orang. Investor didominasi kalangan muda, yakni 36,3 persen berusia 25-34 tahun dan 32,6 persen berusia 18-24 tahun.

Dari sisi profesi, mahasiswa atau pelajar menjadi kelompok terbesar dengan porsi 35,1 persen. Sementara dari sisi transaksi, mayoritas investor melakukan pembelian dalam jumlah kecil, yakni 94,9 persen di bawah 1 gram dan 92,6 persen dengan nilai di bawah Rp 1 juta.

Perdagangan pasar fisik emas secara digital di Indonesia diatur dalam Peraturan Bappebti Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perdagangan Pasar Fisik Emas Secara Digital di Bursa Berjangka.

Dalam ekosistem ini, bursa menyediakan platform perdagangan, lembaga kliring menjamin dan menyelesaikan transaksi, serta lembaga depository menyimpan emas fisik yang diperdagangkan secara digital.

Tag:  #transaksi #emas #digital #tembus #juta #gram #kuartal #2026 #melonjak #persen

KOMENTAR