Kolaborasi BYD dan KFC di China: Cas Mobil Listrik Sekaligus Makan, Cuma 9 Menit
– Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, menggandeng jaringan restoran cepat saji KFC untuk menghadirkan pengalaman isi daya sekaligus makan dalam waktu singkat, bahkan kurang dari 10 menit.
Dikutip dari CNBC, kolaborasi ini diumumkan pada Rabu (9/4/2026), dengan tujuan membangun jaringan drive-thru “9 menit” di berbagai wilayah China.
Melalui konsep ini, pengemudi mobil listrik dapat memesan makanan di gerai KFC sambil menunggu kendaraan mereka diisi daya.
Baca juga: Cerita Pengguna BYD M6: Sekali Beralih ke EV, Sulit Kembali ke Bensin
Dalam unggahan di akun resmi WeChat, BYD menyebut kerja sama ini dilakukan bersama Yum China Holdings, perusahaan yang mengelola KFC di China.
Jaringan KFC sendiri disebut sebagai yang terbesar di negara tersebut, dengan hampir 13.000 gerai yang tersebar di sekitar 2.500 kota.
Andalkan teknologi baterai cepat
Label “9 menit” merujuk pada kemampuan pengisian cepat baterai generasi kedua Blade milik BYD. Teknologi ini diperkenalkan pada Maret lalu dan diklaim mampu mengisi daya hingga 97 persen hanya dalam waktu sembilan menit.
Sebagai bagian dari kolaborasi, BYD juga meluncurkan fitur “smart ordering” yang memungkinkan pengemudi memesan makanan langsung dari layar kendaraan.
Sistem ini juga dapat menampilkan lokasi drive-thru KFC yang terintegrasi dengan stasiun pengisian daya di sepanjang rute perjalanan.
Baca juga: Pernah Diragukan Elon Musk, Mobil Listrik China BYD Kini Ungguli Tesla
Fitur tersebut akan mulai diterapkan secara bertahap pada lini mobil listrik penumpang BYD, dimulai dari model SUV Fangchengbao Ti7.
BYD menyebut kerja sama ini bertujuan mengatasi salah satu kendala utama kepemilikan kendaraan listrik, yakni waktu tunggu saat pengisian daya.
Perusahaan juga mempercepat ekspansi infrastruktur. Hingga 31 Maret 2026, BYD telah merampungkan pembangunan 5.000 stasiun pengisian cepat di China dan menargetkan total 20.000 unit pada akhir tahun.
Tekanan di pasar kendaraan listrik
Meski masih memimpin pasar kendaraan listrik di China, kinerja BYD belakangan mengalami tekanan. Penjualan domestik pada kuartal I-2026 turun sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini terjadi di tengah perlambatan sektor kendaraan listrik di China, yang dipicu kelebihan pasokan dan pengurangan subsidi pemerintah sejak awal 2026.
Persaingan juga semakin ketat dengan kehadiran pemain lain seperti Leapmotor, yang didukung Stellantis, serta merek Zeekr milik Geely.
Baca juga: BYD Dekati Posisi Puncak, Dominasi Tesla Terancam
Dalam laporan keuangan tahunan terbarunya, BYD bahkan mencatat penurunan laba tahunan pertama sejak 2021. Saham perusahaan yang tercatat di Hong Kong juga turun sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu.
Meski begitu, BYD masih menjadi produsen mobil listrik terbesar di China dengan total penjualan domestik mencapai 367.828 unit pada kuartal pertama tahun ini.
Fast food tetap jadi andalan
Kolaborasi dengan KFC juga memanfaatkan kuatnya budaya konsumsi makanan cepat saji di China, terutama di wilayah perkotaan.
Menurut laporan industri 2025 dari DaXue Consulting, KFC merupakan jaringan restoran cepat saji terdepan di China. Sementara itu, McDonald's memiliki sekitar 7.500 gerai di China daratan.
Baca juga: KFC dan Pizza Hut India Sepakat Merger di Tengah Tekanan Industri
KFC China mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 5 persen pada 2025, dengan laba operasional naik 8 persen.
Secara keseluruhan, industri makanan cepat saji di China diperkirakan bernilai 176,3 miliar dollar AS, dengan potensi pertumbuhan lanjutan, terutama dari kota-kota lapis bawah.
Pengamat menyebut gaya hidup masyarakat urban seperti jam kerja panjang, kepadatan kota, serta berkembangnya layanan pesan antar, menjadi faktor utama yang mendorong permintaan makanan cepat saji di negara tersebut.
Tag: #kolaborasi #china #mobil #listrik #sekaligus #makan #cuma #menit