Anggota Komisi XI Nilai Proyeksi Bank Dunia Tak Cerminkan Struktur Ekonomi RI
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (FREEPIK/PIKISUPERSTAR)
16:20
10 April 2026

Anggota Komisi XI Nilai Proyeksi Bank Dunia Tak Cerminkan Struktur Ekonomi RI

- Proyeksi Bank Dunia yang menempatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 4,7 persen pada 2026 mendapat sorotan dari DPR.

Anggota Komisi XI DPR Eric Hermawan menilai proyeksi tersebut belum mencerminkan struktur ekonomi nasional.

“Berpotensi kurang merefleksikan karakteristik struktural perekonomian Indonesia yang berbasis konsumsi domestik,” kata Eric dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Purbaya Serang Bank Dunia, Airlangga Lebih Kalem: 2 Nada Pemerintah soal Ekonomi 2026

Ia menyebut pendekatan Bank Dunia cenderung berbasis asumsi global agregat. Pendekatan ini dinilai kurang menangkap karakter ekonomi Indonesia.

Tekanan eksternal diakui masih terjadi. Kenaikan harga energi global dan ketidakpastian pasar memberi risiko perlambatan.

Faktor eksternal seperti harga komoditas dan sentimen investor ikut memengaruhi proyeksi tersebut.

Meski begitu, sejumlah indikator domestik menunjukkan ketahanan. Proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 diperkirakan mencapai 5,6 persen.

Permintaan domestik tetap kuat. Stabilitas sektor keuangan dan belanja pemerintah ikut menopang pertumbuhan.

“Masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” kata dia.

Baca juga: Bank Dunia Pangkas Proyeksi RI, Airlangga: Masih di Atas Rata-rata Global

Struktur ekonomi Indonesia dinilai berbeda dari negara yang bergantung pada impor. Dampak tekanan global dinilai lebih terbatas.

Kontribusi Produk Domestik Bruto masih didominasi konsumsi rumah tangga. Kondisi ini membantu meredam dampak eksternal.

“Sehingga mampu meredam dampak kontraksi dari sisi eksternal,” tutur Eric.

Proyeksi Bank Dunia tetap dinilai berpengaruh pada persepsi pasar. Ekspektasi investor bisa terpengaruh oleh revisi tersebut.

Eric meminta pemerintah memperkuat komunikasi kebijakan berbasis data. Kredibilitas makroekonomi dinilai perlu dijaga.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap narasi ekonomi didukung oleh fundamental yang kuat dan indikator yang terukur,” kata Eric.

Bank Dunia sebelumnya menurunkan proyeksi pertumbuhan di sejumlah negara Asia. Indonesia ikut terdampak revisi tersebut.

Kenaikan harga minyak dunia dinilai menekan pertumbuhan. Investor juga cenderung lebih berhati-hati.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keras proyeksi tersebut. Ia menilai langkah Bank Dunia memicu sentimen negatif.

"Tapi dia sudah melakukan dosa besar Dia menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal Kalau dia berubah prediksi ekonominya lagi," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Kamis.

Tag:  #anggota #komisi #nilai #proyeksi #bank #dunia #cerminkan #struktur #ekonomi

KOMENTAR