Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Serangan ke Arab Saudi Ganggu Pasokan
Ilustrasi kilang minyak.(Unsplash/Raff Liu)
09:56
10 April 2026

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Serangan ke Arab Saudi Ganggu Pasokan

– Harga minyak dunia hari ini kembali menguat, melanjutkan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut setelah serangan terhadap infrastruktur energi menekan kapasitas produksi Arab Saudi.

Mengutip Bloomberg, Jumat (10/4/2026), harga minyak Brent naik mendekati 97 dollar AS per barel setelah sebelumnya menguat 1,2 persen pada perdagangan Kamis.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 99 dollar AS per barel.

Baca juga: Harga Minyak Naik 1 Persen di Tengah Rencana Pembicaraan Damai Israel-Lebanon

Meski demikian, jika dilihat secara mingguan, harga minyak dunia per barel masih berada di jalur penurunan terbesar sejak Juni.

Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan gencatan senjata pada awal pekan.

Produksi Arab Saudi turun, pasokan global terganggu

Sebelumnya, kantor berita resmi Arab Saudi menyebutkan kapasitas produksi minyak negara tersebut turun sekitar 600.000 barel per hari akibat serangan terhadap fasilitas energi.

Berdasarkan perhitungan Bloomberg, angka ini setara sekitar 10 persen dari ekspor minyak mentah normal Arab Saudi.

Selain itu, serangan terhadap stasiun pompa yang melayani pipa East-West, jalur penting ekspor minyak melalui Laut Merah, menyebabkan penurunan aliran hingga 700.000 barel per hari dalam sepekan terakhir.

Baca juga: Wall Street Menguat di Tengah Lonjakan Minyak, Investor Diingatkan Waspada Risiko Energi

Gangguan ini memperlihatkan bahwa strategi Arab Saudi untuk menghindari jalur Selat Hormuz masih rentan. Kondisi ini juga memperbesar risiko gangguan pasokan minyak global, terutama untuk kawasan Asia.

Di kawasan yang sama, Kuwait juga melaporkan berhasil mencegat serangan drone, meski sejumlah fasilitas vital disebut menjadi target.

Analis minyak global BloombergNEF, Mohith Velamala, mengatakan penurunan kapasitas pipa East-West melemahkan strategi Arab Saudi untuk menghindari jalur Selat Hormuz.

“Hal ini menegaskan risiko pasokan yang masih tinggi dan memperumit ketersediaan minyak mentah di Asia,” ujarnya.

Baca juga: Harga Minyak Naik Lagi, Tuduhan Iran ke AS Picu Kekhawatiran Pasokan

Negara konsumen mulai keluarkan cadangan

Sejumlah negara yang bergantung pada pasokan minyak Timur Tengah mulai memanfaatkan cadangan energi mereka.

Jepang, misalnya, akan melepas cadangan minyak setara 20 hari konsumsi pada Mei mendatang, menurut Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Sementara itu, Amerika Serikat juga menawarkan hingga 30 juta barel minyak dari cadangan strategisnya melalui skema pertukaran untuk meredam kenaikan biaya energi akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Ketegangan geopolitik masih membayangi

Presiden AS Donald Trump menyatakan optimistis terhadap peluang kesepakatan dengan Iran. Namun, ia juga memperingatkan Teheran terkait laporan pungutan biaya terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

“Jika benar Iran memungut biaya di Selat Hormuz, mereka harus segera menghentikannya,” tulis Trump di media sosial.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun di Bawah 100 Dollar AS di Tengah Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Isu harga minyak dunia Selat Hormuz menjadi sorotan utama, mengingat jalur ini merupakan salah satu titik paling krusial bagi distribusi energi global.

Sejak akhir Februari 2026, gangguan di kawasan tersebut telah memengaruhi sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair dunia.

Di sisi lain, pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan negaranya akan membawa pengelolaan Selat Hormuz ke tahap baru, meski belum jelas arah kebijakan yang dimaksud.

Volatilitas tinggi, harga minyak dunia naik atau turun sulit diprediksi

Pelaku pasar kini kembali fokus pada kondisi nyata arus distribusi energi di Selat Hormuz yang belum sepenuhnya pulih.

Trader energi senior di CIBC Private Wealth Group, Rebecca Babin, menilai situasi ini membuat pemulihan pasokan tidak akan terjadi dalam waktu cepat.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Ambruk Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran

Sejak konflik memanas, pasar minyak bergerak sangat fluktuatif. Rata-rata pergerakan harga minyak dunia naik berapa atau turun dalam sehari bahkan mencapai lebih dari 9 dollar AS—tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung menahan posisi dalam waktu lebih singkat karena tingginya risiko.

Tag:  #harga #minyak #dunia #naik #lagi #serangan #arab #saudi #ganggu #pasokan

KOMENTAR