Blak-blakan Miranda S Goeltom Ungkap Peran Ginandjar Kartasasmita saat Negosiasi dengan IMF
— Ekonom senior Miranda S. Goeltom mengungkap peran penting Ginandjar Kartasasmita dalam menghadapi tekanan Dana Moneter Internasional (IMF) di tengah dampak krisis finansial global 2008.
Hal itu disampaikannya dalam peluncuran buku biografi Ginandjar Kartasasmita berjudul “Pengabdian dari Masa ke Masa: Perjalanan, Pergulatan dan Pemikiran” di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Miranda menyebut, momen negosiasi dengan IMF merupakan salah satu periode paling sulit bagi Indonesia. Dalam situasi tersebut, menurutnya, kemampuan Ginandjar dalam bernegosiasi menjadi kunci.
“Sebetulnya waktu dengan IMF itu adalah masa paling sulit. Kalau tidak ada Pak Ginandjar, habis kita,” ujar mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu.
Ia menggambarkan bagaimana IMF saat itu memiliki posisi yang sangat dominan dalam menentukan kebijakan ekonomi Indonesia.
“IMF itu kerjanya mendikte semua. Kita benar-benar didikte,” kata dia.
Baca juga: Rahasia Moncernya Pertanian Kala PDB RI Terburuk Sejak Krisis 98
Dalam kondisi tersebut, Miranda yang saat itu berada di Bank Indonesia mengaku menyaksikan langsung bagaimana Ginandjar mampu menghadapi tekanan tersebut dengan percaya diri.
“Beliau memang tidak punya latar belakang moneter, tapi bisa bertanya dengan sangat tepat. Bahkan ketika bicara dengan IMF, mereka sampai bengong,” ujarnya.
Miranda juga menyoroti gaya kepemimpinan Ginandjar yang kuat dan terpusat, terutama saat menjabat sebagai menteri koordinator.
Menurutnya, pada masa itu koordinasi antarmenteri berjalan sangat solid, bahkan rapat bisa berlangsung hingga dini hari.
“Kalau Menko manggil rapat, semua menteri pasti datang. Kita kerja sampai pagi waktu itu,” ungkap Miranda.
Ia menilai, dalam situasi krisis, Ginandjar mampu mengambil alih kendali dan memastikan semua berjalan sesuai arah yang diinginkan.
“Yang lain banyak yang takut. Akhirnya beliau yang take care of everything,” katanya.
Miranda mengakui kecerdasan Ginandjar dalam membaca situasi, bahkan di luar bidang keahliannya.
“Dia lebih pintar saat berbicara ke IMF. Cara menyampaikannya membuat mereka tidak bisa langsung membantah,” ujarnya.
Namun, ia juga menilai dominasi tersebut memiliki sisi lain, yakni membuat pejabat lain menjadi kurang berani mengambil peran.
“Karena beliau terlalu kuat, yang lain jadi seperti tidak bisa berbuat banyak,” kata Miranda.
Di luar sisi profesional, Miranda juga mengenang kedekatannya dengan Ginandjar dalam berbagai kesempatan internasional.
Ia menceritakan pengalaman saat mendampingi Presiden BJ Habibie dalam kunjungan ke luar negeri.
“Di tengah agenda resmi, beliau masih sempat mengajak kami cari makan bersama. Itu hal-hal kecil yang berkesan,” ujarnya.
Meski mengakui adanya kelebihan dan kekurangan, Miranda menilai Ginandjar merupakan sosok pemimpin yang memiliki kontribusi besar bagi Indonesia, khususnya dalam masa-masa krisis.
Pengalamannya dalam menghadapi tekanan global, termasuk dari IMF, menjadi bagian penting dari warisan kepemimpinan yang kini dikenang melalui buku biografi tersebut.
Sebagai informasi, Indonesia berhasil melunasi seluruh utang kepada IMF pada Oktober 2006, empat tahun lebih cepat dari jadwal semula. Total utang yang dilunasi mencapai 9,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 136,5 triliun saat itu.
Tag: #blak #blakan #miranda #goeltom #ungkap #peran #ginandjar #kartasasmita #saat #negosiasi #dengan