Gencatan Senjata AS-Iran, Pertamina Upayakan Kapal Keluar dari Selat Hormuz
PT Pertamina International Shipping mengupayakan dua kapal miliknya di kawasan Teluk Arab untuk melintasi Selat Hormuz.
Langkah ini dilakukan di tengah kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Dua kapal tersebut yakni VLCC Pertamina Pride yang mengangkut minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri dan Gamsunoro yang melayani kargo konsumen.
"Kedua kapal milik PIS yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz," ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Trump Siap Bantu Pulihkan Selat Hormuz, Sebut Iran Bisa Panen Cuan
Perusahaan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait masih berlangsung.
Pemantauan kondisi Timur Tengah dilakukan selama 24 jam. Persiapan teknis juga dibahas untuk memastikan pelintasan berjalan lancar.
"Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik," kata Vega.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Kebijakan ini disertai syarat pembukaan kembali Selat Hormuz.
Jalur tersebut menjadi rute vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global.
Baca juga: Iran Tetap Patok Tarif Rp 34 M untuk Lewat Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata
Iran menyatakan akan menghentikan serangan jika tidak lagi diserang. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut jalur aman di Selat Hormuz akan dibuka selama dua pekan dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata.
Selama konflik berlangsung, Iran memblokade akses pelayaran di Selat Hormuz. Hanya kapal dari beberapa negara yang diizinkan melintas.
Tag: #gencatan #senjata #iran #pertamina #upayakan #kapal #keluar #dari #selat #hormuz