Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 2, Target Rampung Juni 2026
PT Brantas Abipraya (Persero) mempercepat pembangunan Proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.(DOK. PT BRANTAS ABIPRAYA (PERSERO) )
21:24
7 April 2026

Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 2, Target Rampung Juni 2026

— PT Brantas Abipraya (Persero) mempercepat pembangunan Proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Proyek ini juga menjadi bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama Brantas Abipraya, Agung Fajarwanto, melakukan Management Walkthrough ke lokasi proyek pada Selasa (7/4/2026) untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target.

Baca juga: Menteri PU: Progres Pembangunan 104 Sekolah Rakyat 15,5 Persen, Bakal Tampung 112.000 Siswa

Proses pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem, Bali. DOKUMENTASI PEMPROV BALI Proses pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem, Bali.

Selain itu, kunjungan ini juga dilakukan guna memastikan kualitas pelaksanaan serta penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berjalan optimal.

“Proyek Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaikan proyek ini, tentunya dengan mengutamakan kualitas terbaik, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja,” ujar Agung dalam siaran pers, Selasa.

Ia menegaskan, percepatan pembangunan proyek tersebut merupakan wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang berkualitas di Indonesia.

Menurut dia, pendidikan menjadi salah satu instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.

Baca juga: BUMN Brantas Abipraya Bangun Sekolah Rakyat di 7 Wilayah, Target Beroperasi Juli 2026

Hal tersebut sejalan dengan program Asta Cita yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan pembangunan dari daerah.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam menekan angka kemiskinan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara tengah menyiapkan fasilitas pendidikan terpadu melalui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang dirancang sebagai sekolah berasrama untuk jenjang SD hingga SMA.Dok. PT Hutama Karya (Persero) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara tengah menyiapkan fasilitas pendidikan terpadu melalui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang dirancang sebagai sekolah berasrama untuk jenjang SD hingga SMA.

Ia menjelaskan, pendidikan merupakan cara paling efektif dan efisien untuk mengurangi kemiskinan, sehingga program ini diharapkan dapat mendorong pencapaian kemiskinan nol persen.

Sebagai informasi, proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 mulai dikerjakan pada Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.

Baca juga: Sekolah Rakyat: Memutus Lingkaran Setan Kemiskinan

Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 58.100 meter persegi dan dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang modern dan inklusif.

Fasilitas yang dibangun dalam proyek ini mencakup gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama pelajar, hunian vertikal bagi guru, gedung serbaguna, kantin, dapur, lapangan mini soccer, lapangan upacara, serta bangunan utilitas mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Seluruh bangunan dirancang dua lantai guna mengoptimalkan fungsi ruang serta efisiensi penggunaan lahan.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang menjadi bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Baca juga: Bus Sekolah Rakyat Diperluas, Kemenhub Sebar 28 Unit ke Daerah

Dalam kebijakan tersebut, pendidikan ditempatkan sebagai fondasi intervensi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Brantas Abipraya tercatat terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah, yakni Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara.

Total terdapat tujuh titik pembangunan yang menjadi bagian dari target nasional sebanyak 200 unit Sekolah Rakyat yang akan dibangun secara bertahap.

Pembangunan tersebut mencakup jenjang SMP, SMA, hingga Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Baca juga: Dorong Pemerataan Layanan Pendidikan, PT PP Garap Proyek Sekolah Rakyat Bengkulu Rp 501,99 Miliar

Keterlibatan Brantas Abipraya dalam proyek ini menegaskan peran perusahaan sebagai BUMN konstruksi yang turut mendukung program strategis pemerintah.

“Peran Brantas Abipraya bukan hanya membangun fisik gedung, tetapi memastikan infrastruktur dasar, aksesibilitas, dan kualitas konstruksi mendukung keberlanjutan operasional sekolah dalam jangka panjang. Dalam pembangunannya, kami menerapkan standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan kerja dalam setiap tahapan pembangunan,” kata Agung.

Tag:  #brantas #abipraya #kebut #pembangunan #sekolah #rakyat #jatim #target #rampung #juni #2026

KOMENTAR