Kontroversi Koin Emas Trump Menguat Jelang Perayaan 250 Tahun AS
Pemerintahan Presiden Donald Trump memberikan kelonggaran sementara terhadap sanksi pembelian minyak Iran di laut selama 30 hari. Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya meredam lonjakan harga minyak dunia di tengah konflik dengan Iran.(AFP/MANDEL NGAN)
21:24
21 Maret 2026

Kontroversi Koin Emas Trump Menguat Jelang Perayaan 250 Tahun AS

Sebuah keputusan yang tidak lazim dalam sejarah mata uang Amerika Serikat (AS) kembali memicu perdebatan.

Komisi seni federal AS menyetujui desain koin emas peringatan 24 karat yang menampilkan wajah Presiden AS Donald Trump, sebagai bagian dari perayaan 250 tahun kemerdekaan negara tersebut pada 4 Juli 2026 mendatang.

Kebijakan ini menyoroti persilangan antara simbolisme politik, regulasi moneter, dan tradisi panjang desain mata uang di AS.

Baca juga: Senator AS Tuntut Penjelasan Trump soal Dampak Ekonomi Perang Iran: Rugikan Kelas Menengah dan Bawah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato mengenai energi di Port of Corpus Christi, Negara Bagian Texas, 27 Februari 2026.AFP/MANDEL NGAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato mengenai energi di Port of Corpus Christi, Negara Bagian Texas, 27 Februari 2026.

Meski koin tersebut bukan untuk sirkulasi umum, langkah ini tetap memicu kontroversi karena menampilkan sosok presiden yang masih menjabat.

Desain koin dan persetujuan panel seni

Dikutip dari Anadolu Ajansi, Sabtu (21/3/2026), koin peringatan itu dirancang menampilkan Trump dengan kedua tangan mengepal di atas meja, sebuah pose yang diambil dari potret yang dipajang di National Portrait Gallery.

Panel Komisi Seni Rupa AS (Commission of Fine Arts) menyetujui desain tersebut secara bulat setelah presentasi dari US Mint.

Persetujuan tersebut merupakan bagian dari program koin peringatan untuk menandai 250 tahun kemerdekaan AS. Panel juga mendorong agar ukuran koin dibuat sebesar mungkin, bahkan hingga diameter sekitar tiga inci.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik Usai Trump Ancam Serang Fasilitas Ekspor Iran

Langkah ini dinilai tidak biasa karena hukum federal pada umumnya melarang presiden yang masih hidup ditampilkan pada mata uang AS.

Namun, penerbitan koin ini dimungkinkan melalui kewenangan Menteri Keuangan AS yang memiliki diskresi untuk mencetak koin emas kolektor atau proof coin.

Ilustrasi uang logam. Ilustrasi uang logam.

Tradisi mata uang dan preseden sejarah

Dikutip dari Reuters, dalam sejarah modern AS, hanya satu presiden yang diketahui pernah tampil pada koin saat masih hidup, yakni Calvin Coolidge pada koin peringatan tahun 1926 yang menandai 150 tahun kemerdekaan AS.

Karena itu, kemunculan wajah presiden yang sedang menjabat di koin kolektor kembali membuka diskusi tentang batas tradisi dan regulasi.

Baca juga: Bos Raksasa Minyak AS Wanti-wanti Trump soal Ancaman Krisis Energi

Sejumlah pengamat numismatik dan politisi menilai kebijakan tersebut menyimpang dari norma demokrasi yang selama ini dijaga dalam desain mata uang.

Seorang senator AS bahkan menyatakan, menempatkan wajah pemimpin yang masih menjabat pada koin lebih menyerupai praktik monarki atau rezim otoriter dibandingkan demokrasi modern.

Perdebatan hukum dan jalur legal

Meskipun terdapat larangan untuk menampilkan presiden hidup pada mata uang sirkulasi, administrasi Trump dinilai menemukan celah hukum dengan menggunakan kategori koin peringatan kolektor.

Menurut laporan Reuters, koin emas tersebut diperkirakan tetap dapat dicetak meski mendapat penolakan dari panel lain, yakni Citizens Coinage Advisory Committee, yang mempertanyakan legalitas dan presedennya.

Baca juga: AS dan China Gelar Pembicaraan Dagang Baru di Paris Jelang Trump Bertemu Xi Jinping

Panel bipartisan itu sebelumnya juga menolak upaya lain untuk menempatkan Trump pada koin denominasi 1 dollar AS.

Namun, menurut warta The Wall Street Journal, koin emas peringatan dianggap berada di bawah aturan berbeda sehingga berpotensi tetap diproduksi.

Simbolisme politik di ruang publik

Persetujuan desain koin ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menonjolkan citra presiden dalam berbagai simbol negara.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026).

Sejak memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025, Trump disebut berulang kali mendorong penggunaan nama dan gambarnya pada bangunan federal, program pemerintah, hingga desain mata uang.

Baca juga: Trump Minta Negara-Negara Kirim Kapal Perang untuk Buka Selat Hormuz

Di sisi lain, pendukung kebijakan tersebut menilai koin itu sebagai simbol patriotisme dan semangat nasional menjelang perayaan besar kemerdekaan AS.

Menurut People, seorang pejabat US Mint bahkan menyebut koin kolektor semacam ini berpotensi dijual dengan harga ratusan hingga ribuan dollar karena nilai emas dan faktor koleksinya.

Perspektif industri koin dan kolektor

Dalam industri numismatik, koin peringatan emas bukanlah hal baru. US Mint secara rutin menerbitkan koin edisi terbatas untuk menandai peristiwa sejarah, institusi, atau tokoh penting.

Namun, memasukkan sosok presiden aktif tetap dianggap langkah sensitif karena berkaitan dengan persepsi publik terhadap independensi lembaga negara dan simbol nasional.

Baca juga: Trump Selidiki Praktik Dagang RI, Kesepakatan Tarif Resiprokal Tetap Jadi Acuan

Kritik juga datang dari kolektor koin yang menilai proses persetujuan desain kali ini berbeda dari prosedur yang lazim.

Tahapan selanjutnya

Setelah desain disetujui oleh Komisi Seni Rupa, US Mint masih perlu menyelesaikan spesifikasi teknis seperti ukuran final dan rincian produksi sebelum pencetakan dimulai.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent diperkirakan akan memberikan perintah resmi setelah tahap tersebut rampung.

Perkembangan selanjutnya akan menentukan apakah koin emas bergambar presiden yang sedang menjabat ini benar-benar dicetak dan dipasarkan ke publik sebagai bagian dari perayaan 250 tahun kemerdekaan AS.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Jatuh Setelah Trump Sebut Perang Iran Hampir Usai

Debat yang muncul menunjukkan kebijakan simbolik di bidang moneter dapat memiliki dampak politik dan historis yang luas, terutama ketika menyentuh tradisi yang telah lama menjadi bagian dari identitas nasional suatu negara.

Tag:  #kontroversi #koin #emas #trump #menguat #jelang #perayaan #tahun

KOMENTAR