Separuh Kuota KUR Perumahan Tersalurkan dalam 2 Bulan, Bos BRI Minta Tambahan
– PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menyalurkan Rp 3,42 triliun kredit program perumahan (KPP) hingga 26 Februari 2026.
Realisasi tersebut setara sekitar separuh dari total kuota yang diterima BRI sebesar Rp 6,10 triliun pada tahun ini.
Penyaluran dilakukan sejak 1 Januari hingga 26 Februari 2026 kepada 25.909 debitur di seluruh Indonesia.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan tingginya realisasi menunjukkan besarnya minat UMKM di sektor perumahan.
"Kita dikasih Rp 6-7 triliun, separuh sudah habis tuh. (Animonya tinggi) itu buktinya baru dua bulan sudah mau habis," ujar Hery saat konferensi pers di Gedung BRILiaN, Club Jakarta, Jumat (27/2/2026) malam.
Baca juga: Modal Kuat, BRI Buka Peluang Tambah Dividen dari Laba 2025
Dengan serapan tersebut, BRI berencana mengajukan tambahan kuota kepada pemerintah agar penyaluran kredit dapat diperluas.
"Mungkin nanti minta tambah lagi," kata Hery.
Ia menjelaskan, BRI juga mendukung program gentengisasi melalui pembiayaan kepada pelaku usaha.
Peran BRI berada di tengah antara pengrajin dan pembeli setelah terdapat kontrak kerja sama.
"Perannya BRI di sini adalah di tengah ya. Jadi nanti kalau sudah ada kontrak di antara pengrajin dan pembeli atau usernya, ya BRI ada di tengah," jelasnya.
Pada tahap awal, BRI akan fokus membiayai produsen genteng di Jatiwangi, Jawa Barat.
Nilai pembiayaan di wilayah tersebut diperkirakan berkisar Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar.
"(Perkiraan pembiayaan) kalau Jat wangi itu mungkin sekitar Rp 1-2 miliar kali ya. Gak besar, belum besar," ujarnya.
Baca juga: Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 1 Juta-Rp 100 Juta, Berapa Angsuran per Bulan?
Program KPP atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan diperuntukkan bagi UMKM pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan dengan subsidi bunga 5 persen.
Plafon pembiayaan mencapai Rp 5 miliar dan dapat direvolving hingga Rp 20 miliar.
Program ini juga menyasar UMKM untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah yang digunakan untuk mendukung usaha, dengan suku bunga 6 persen dan plafon hingga Rp 500 juta.
Tag: #separuh #kuota #perumahan #tersalurkan #dalam #bulan #minta #tambahan