Rights Issue, Bakrie & Brothers Incar Rp 6,5 Triliun untuk Kurangi Utang Tol Cimanggis-Cibitung
– PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membidik dana Rp 4 triliun hingga Rp 6,5 triliun melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Sebagian dana akan digunakan untuk melunasi utang yang timbul dari akuisisi saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.
Aksi rights issue tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (27/2/2026).
“Kami baru mendapat persetujuan RUPSLB untuk penerbitan saham melalui rights issue,” ujar Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya Bakrie, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan usai RUPSLB.
Baca juga: Bakrie & Brothers (BNBR) Kantongi Restu Rights Issue, Terbitkan 90 Miliar Saham Baru
Melalui mekanisme PMHMETD, BNBR akan menerbitkan saham baru seri E sebanyak-banyaknya 90 miliar saham. Saham baru itu berasal dari portepel perseroan dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai peraturan yang berlaku.
Anindya menilai rights issue ini berdampak positif karena bertujuan melakukan deleveraging atau menurunkan beban utang akibat pembiayaan akuisisi Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.
Setelah akuisisi, rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) BNBR sempat melonjak hingga sekitar 500 persen. Pembelian saham tol dibiayai melalui pinjaman.
Dana hasil rights issue akan digunakan untuk membayar kewajiban terkait akuisisi. DER diproyeksikan turun menjadi sekitar 200 persen.
“Apa gunanya rights issue ini adalah untuk membayar hutang daripada akuisisi tersebut,” paparnya.
“Memang debt to equity naik menjadi 500 persen. Tapi dengan rights issue ini kembali ke 200 persen. Jadi mengatakan bahwa hasil daripada akuisisi ini telah dibayar hutangnya. Kecuali hutang yang tertera di dalam Tollways itu sendiri,” beber pria yang akrab disapa Anin.
Baca juga: Bakrie & Brothers (BNBR) Bukukan Laba Bersih Rp 502,74 Miliar, Naik 49,6 Persen
BNBR sebelumnya menyelesaikan pengambilalihan 100 persen saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) melalui anak usaha PT Bakrie Toll Indonesia (BTI).
Transaksi ditandai dengan penandatanganan Sale & Purchase Agreement (SPA) antara BTI, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI, dan PT Waskita Toll Road (WTR) di Jakarta pada Jumat (28/11/2025).
Akuisisi dilakukan setelah muncul peluang mengambil seluruh saham CCT yang sebelumnya dimiliki SMI sebesar 55 persen dan WTR sebesar 35 persen. Sebelum transaksi, BNBR telah menguasai 10 persen saham CCT secara langsung maupun melalui BTI.
“Sebenarnya kami telah memiliki toll ini 100 persen sebelumnya. Tapi kami menjual 90 persen ke pihak lain dan kita punya 10 persen. Pada saat kesempatan ada kami membeli 90 persen ini dengan harga Rp 3,5 triliun. Sehingga dengan rencana right issue yang ada ini kita bisa membayar segala macam, pun hutang yang terkait,” kata Anin.
Secara fundamental, Anindya menilai akuisisi Tol Cimanggis-Cibitung merupakan langkah strategis.
Tol sepanjang 26 kilometer tersebut mencatat lalu lintas sekitar 43.000 kendaraan per hari. Pendapatan mencapai sekitar Rp 3 miliar per hari, naik dari sebelumnya sekitar Rp 2 miliar per hari.
Tol ini juga berperan mengurangi kemacetan, terutama di koridor Cikampek dan kawasan penyangga Jakarta.
“Nah tol ini sangat menarik karena setiap harinya itu masukkan Rp 2 miliar. Bahkan sekarang sudah Rp 3 miliar per hari. 43.000 kendaraan per hari menghasilkan Rp 3 miliar. Dan ini ada 26 km di Cimanggis-Cibitung yang mengurangi congestion atau kemacetan di daerah tersebut, terutama di Tol Cikampek,” lanjutnya.
Dari sisi kelayakan investasi, arus kas harian yang stabil dan prospek pertumbuhan trafik menjadi dasar perhitungan internal rate of return (IRR). Imbal hasil dinilai lebih menarik dibandingkan biaya pendanaan.
Rasio liabilitas memang sempat meningkat akibat pembiayaan akuisisi. Perbaikan struktur modal melalui rights issue diharapkan menyeimbangkan kembali profil risiko dan imbal hasil perseroan.
Tag: #rights #issue #bakrie #brothers #incar #triliun #untuk #kurangi #utang #cimanggis #cibitung