Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari
- Tarif dagang Indonesia-Amerika Serikat turun menjadi 15 persen menyusul keputusan pembatalan kebijakan tarif resiprokal Trump.
- Dokumen kesepakatan timbal balik (ART) tetap berlaku setelah 90 hari, mencakup tarif 0 persen untuk 1.819 produk RI.
- Indonesia memberikan fasilitas tarif nol persen untuk produk pertanian AS seperti gandum dan kedelai guna menjaga harga domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kalau tarif dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat turun ke 15 persen dari yang awalnya 19 persen.
Keputusan ini mengikuti pengumuman Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump dan menurunkannya serempak jadi 15 persen.
"Dapat diskon jadi 15 persen," kata Airlangga, dikutip dari Antara, Jumat (27/2/2026).
Menko Perekonomian menyebutkan kalau kesepakatan atau hasil akhir negosiasi tarif dagang RI-AS yang tertuang dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) beberapa waktu lalu tetap akan berlaku setelah 90 hari.
“Tidak batal, itu kan baru berlaku sesudah 90 hari, dan sesudah ratifikasi,” lanjut Menko Airlangga.
Ia juga memastikan kalau bea masuk produk Indonesia ke AS tetap dikenakan tarif 0 persen.
“Kalau bea masuk 0 (persen) untuk sektor yang 1.600 lebih itu kan salah satu andalan kita. Jadi diharapkan market-nya bisa ekspansi. Yang dari 0 persen ke sekarang juga memang sudah 0 persen,” ujar dia.
Sebelumnya Airlangga mengatakan bahwa dalam dokumen agreement on reciprocal trade terdapat 1.819 pos tarif produk yang memperoleh tarif 0 persen.
“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri. Antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah nol persen,” ucapnya dalam keterangan pers dengan awak media di Washington DC, pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sementara untuk produk tekstil dan aparel, Menko Airlangga menyebut bahwa Amerika Serikat juga memberikan tarif nol persen dengan mekanisme tariff rate quota (TRQ).
“Tentunya ini memberikan manfaat bagi empat juta pekerja di sektor ini. Dan kalau kita hitung dengan keluarga ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat indonesia,” tambahnya.
Sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, Indonesia juga berkomitmen memberikan fasilitas tarif nol persen bagi sejumlah produk utama asal Amerika Serikat, khususnya komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai.
Menurut Airlangga, langkah ini memastikan masyarakat tidak terbebani biaya tambahan untuk produk berbahan baku impor tersebut.
"Masyarakat indonesia membayar nol persen untuk barang yang diproduksi dari soyabean ataupun wheat dalam hal ini, noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,” jelasnya.
Tag: #airlangga #pastikan #tarif #dagang #indonesia #turun #persen #berlaku #hari