Tekan Angka Kecelakaan Kerja, SMGR Catat Nihil Fatalitas di Seluruh Pabrik
Ilustrasi. Pekerja SIG melakukan inspeksi ke lapangan dalam rangka kegiatan Genba & Safety Observation Tour (SOT) di area produksi pabrik Rembang. Foto ist.
09:13
27 Februari 2026

Tekan Angka Kecelakaan Kerja, SMGR Catat Nihil Fatalitas di Seluruh Pabrik

Baca 10 detik
  • SIG raih Nihil Fatalitas 2025 di seluruh pabrik, bukti komitmen K3 yang kuat.
  • Transformasi ke budaya VFSL: Kepemimpinan keselamatan yang nyata dirasakan pekerja.
  • Luncurkan New CLSR dengan 20 panduan aman guna tekan risiko kecelakaan kerja.

Di tengah bayang-bayang tingginya angka kecelakaan kerja nasional yang menembus 300.000 kasus pada 2024, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) justru mencatatkan rapor hijau. Raksasa bahan bangunan ini berhasil mempertahankan predikat Nihil Fatalitas (Zero Fatality) di seluruh wilayah operasi pabrik semen sepanjang tahun 2025.

Pencapaian ini menjadi oase di sektor industri, mengingat data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) masih menunjukkan tantangan serius pada aspek keselamatan kerja yang kerap berujung fatalitas. Bagi emiten bersandi SMGR ini, K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) bukan sekadar aturan di atas kertas, melainkan nilai utama dalam operasional harian.

Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari menegaskan, peringatan Bulan K3 Nasional 2026 yang digelar secara hybrid dari PT Semen Tonasa, Sulawesi Selatan, harus menjadi momentum refleksi mendalam, bukan sekadar seremonial tahunan.

"Bulan K3 Nasional menjadi pengingat komitmen SIG untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama. Tujuannya bukan hanya mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, tapi memastikan kenyamanan karyawan serta mitra agar lebih optimal dan produktif," ujar Reni dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Tahun ini, SIG mengusung tema ambisius: “From Compliance to Resilience: Insan SIG sebagai Penggerak Budaya K3 dalam Implementasi K3 yang Inklusif, Kolaboratif dan Berkelanjutan”. Tema ini menandai transformasi SIG untuk meningkatkan safety maturity ke level yang lebih tinggi.

Data berbicara lebih keras. Selain nihil kematian, pada 2025 SIG mencatatkan Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) di angka 0,13, jauh di bawah target maksimal 0,3. Sementara itu, Lost Time Injury Severity Rate berada di posisi 1,01 dari target 5.

Keberhasilan ini ditopang oleh berbagai program mitigasi risiko, mulai dari Safety Observation Tour, Corporate Life Saving Rules (CLSR), hingga Visible Safety Leadership (VSL).

Satu hal yang membedakan SIG adalah penerapan Visible-Felt Safety Leadership (VFSL). Melalui konsep ini, manajemen tidak hanya hadir secara fisik di lapangan, tetapi kepeduliannya benar-benar dirasakan oleh pekerja melalui dialog dan intervensi konstruktif.

"Budaya K3 berangkat dari kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari individu. Safety Yes, Accident No! Safety is Our Top Priority," tegas Reni.

Sebagai penguat, SIG juga meluncurkan New CLSR yang berisi 20 poin panduan keselamatan kerja baru. Panduan ini disusun presisi berdasarkan data statistik insiden dan risiko nyata di proses bisnis operasi perusahaan.

Atas dedikasi tersebut, SIG banjir apresiasi lewat sejumlah penghargaan bergengsi, seperti Zero Accident Award dari Kemnaker hingga Tropi Aditama Terbaik dari Kementerian ESDM.

Editor: Mohammad Fadil Djailani

Tag:  #tekan #angka #kecelakaan #kerja #smgr #catat #nihil #fatalitas #seluruh #pabrik

KOMENTAR