Hibah Rp 5,75 Miliar Pemprov Papua Dorong Peran Sosial Keagamaan
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri saat menyerahkan dana hibah kepada lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan perintis/ Findi Rakmeni(KOMPAS.com/FINDI RAKMENI)
15:12
25 Februari 2026

Hibah Rp 5,75 Miliar Pemprov Papua Dorong Peran Sosial Keagamaan

– Pemerintah Provinsi Papua menyalurkan dana hibah senilai Rp 5,75 miliar kepada empat lembaga keagamaan dan lima lembaga pendidikan perintis di Papua sebagai bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan sosial dan pendidikan.

Penyaluran hibah tersebut dinilai menjadi langkah pemerintah daerah dalam memperkuat kontribusi lembaga keagamaan dalam pembentukan karakter masyarakat sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Papua melalui sekolah perintis pembangunan.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyatakan pembangunan Papua tidak dapat dijalankan pemerintah secara sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak mulai dari lembaga keagamaan, pendidikan, dunia usaha hingga masyarakat luas.

“Dengan semangat gotong royong dan persatuan, kita dapat mewujudkan Papua yang damai, sejahtera, dan berkeadilan. Lembaga keagamaan dan sekolah perintis merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Papua,” ujar Gubernur Matius.

Penyaluran hibah tersebut juga diarahkan untuk memastikan pelayanan sosial keagamaan serta pendidikan dasar di wilayah Papua dapat berjalan berkelanjutan, terutama di daerah yang masih menghadapi keterbatasan sarana.

Baca juga: BPS: Harga Cabai Rawit Melonjak di 214 Kabupaten/Kota, di Papua Rp 200.000 Per Kg

Alokasi hibah keagamaan dan pendidikan

Pada Tahun Anggaran 2026, dari total Rp 5,75 miliar dana hibah, sebesar Rp 3,25 miliar dialokasikan untuk bidang keagamaan. Alokasi ini mencakup dukungan bagi sejumlah lembaga yang berperan dalam pelayanan umat serta penguatan aktivitas sosial kemasyarakatan berbasis keagamaan.

Secara khusus, pemerintah provinsi juga memberikan dukungan kepada Klasis GKI Port Numbay yang sejak 2024 telah menerima bantuan Rp 4 miliar. Pada 2026, lembaga tersebut kembali memperoleh Rp 2 miliar sehingga total dukungan pembangunan Gedung Kantor Klasis mencapai Rp 6 miliar.

Sementara itu, sebesar Rp 2,5 miliar dialokasikan bagi lembaga pendidikan perintis. Dukungan tersebut diposisikan sebagai investasi jangka panjang pemerintah daerah untuk mendorong lahirnya generasi muda Papua yang memiliki kompetensi, kreativitas, dan daya saing.

Pemprov Papua menilai keberadaan sekolah perintis memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau fasilitas pendidikan memadai, sekaligus mempercepat pemerataan layanan pendidikan.

Baca juga: Kemenhub Tegaskan Operator Hentikan Penerbangan di Papua demi Keamanan Tak Akan Disanksi

Penekanan transparansi dan dampak sosial

Gubernur menekankan dana hibah yang disalurkan merupakan amanah masyarakat sehingga harus dikelola secara transparan, akuntabel, serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemerintah daerah juga menaruh kepercayaan kepada penerima hibah sebagai mitra pembangunan yang diharapkan menjaga integritas dalam pengelolaan bantuan.

“Melalui dukungan ini, kami berharap pelayanan keagamaan dan pendidikan dapat berjalan semakin optimal, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua,” kata Gubernur.

Baca juga: Pesawat Ditembak, 11 Bandara Perintis Papua Ditutup Sementara

Selain sebagai dukungan operasional dan pembangunan sarana, hibah tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem sosial masyarakat melalui kegiatan pendidikan, pembinaan keagamaan, serta pelayanan kemasyarakatan yang lebih luas.

Momentum penyaluran hibah juga dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengajak berbagai pihak terus memperkuat kolaborasi pembangunan di Papua.

Pemerintah menilai keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada keterlibatan multipihak yang bekerja dalam satu arah kebijakan.

Gubernur pun menutup pernyataannya dengan ajakan menjaga komitmen bersama dalam membangun Papua.

"Dengan kerja keras, integritas, dan doa dari seluruh masyarakat, Papua Cerah diyakini bukan sekadar cita-cita, melainkan masa depan yang sedang dan akan terus diwujudkan," tutupnya.

Tag:  #hibah #miliar #pemprov #papua #dorong #peran #sosial #keagamaan

KOMENTAR