Penjualan Minyak Venezuela Tembus 1 Miliar Dollar AS, Dana Tak Lagi Disimpan di Qatar
Ilustrasi kapal tanker minyak Venezuela. Pendapatan dari penjualan minyak Venezuela telah menembus 1 miliar dollar AS. Pemerintah Amerika Serikat (AS) memastikan dana tersebut tidak lagi ditempatkan di rekening yang berbasis di Qatar.(AFP/FEDERICO PARRA)
10:12
15 Februari 2026

Penjualan Minyak Venezuela Tembus 1 Miliar Dollar AS, Dana Tak Lagi Disimpan di Qatar

– Pendapatan dari penjualan minyak Venezuela telah menembus 1 miliar dollar AS. Pemerintah Amerika Serikat (AS) memastikan dana tersebut tidak lagi ditempatkan di rekening yang berbasis di Qatar.

Dikutip dari NBC News, Minggu (15/2/2026), Menteri Energi AS, Chris Wright, mengatakan bahwa kini dana hasil penjualan minyak Venezuela disimpan dalam rekening Departemen Keuangan AS.

“Sebuah rekening dibuka di Qatar, yang selama ini dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah AS, untuk menampung dana tersebut dan kemudian menyalurkannya kembali ke Venezuela,” kata Wright, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Baru Beberapa Jam Bebas dari Penjara, Pemimpin Oposisi Venezuela Diculik

“Sekarang kami memiliki rekening di Departemen Keuangan AS. Dana itu tidak lagi dikirim ke Qatar,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump mengambil alih penjualan minyak Venezuela setelah menangkap mantan Presiden Nicolás Maduro dalam operasi militer bulan lalu.

Pekan ini, Wright bertemu Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, dalam kunjungan pejabat tinggi AS pertama yang berfokus pada kebijakan energi ke negara anggota OPEC tersebut dalam hampir tiga dekade.

Awal Penempatan Dana di Qatar

Wright menjelaskan, pemerintah AS sebelumnya menyetor 500 juta dollar AS hasil awal penjualan minyak ke rekening di Qatar sebelum dana tersebut dipindahkan kembali ke Venezuela.

Skema tersebut menuai pertanyaan dari kalangan Demokrat di Kongres AS terkait transparansi dan legalitasnya.

Baca juga: Sebulan Usai Operasi Militer AS, Bagaimana Wajah Baru Venezuela?

Senator Chuck Schumer dan Senator Adam Schiff mengajukan rancangan undang-undang yang menginstruksikan Government Accountability Office untuk melakukan audit independen terhadap rekening Qatar tersebut.

Risiko Klaim Kreditur

Menurut Wright, penempatan dana di Qatar dilakukan karena adanya risiko kreditur Venezuela mencoba menyita dana tersebut apabila langsung ditempatkan di rekening bank AS.

Venezuela menghadapi klaim utang senilai puluhan miliar dollar AS akibat gagal bayar utang negara dan nasionalisasi aset perusahaan minyak seperti Exxon Mobil dan ConocoPhillips.

“Karena Venezuela memiliki begitu banyak kreditur dan utangnya sangat besar, ada risiko jika kami langsung menempatkannya di rekening bank AS yang baru dibuka, para kreditur bisa membekukan dana tersebut,” kata Wright.

“Kami pada akhirnya ingin para kreditur mendapatkan kembali uang mereka, tetapi dana itu sangat mendesak untuk disalurkan ke Venezuela,” lanjutnya.

Baca juga: 10 Kapal Perang Amerika Kepung Iran, Nyaris Samai Operasi di Venezuela

Persoalan Pengakuan Pemerintahan

AS juga menghadapi persoalan terkait pengakuan pemerintahan. Washington tidak secara resmi mengakui pemerintahan yang dipimpin Rodríguez.

Pada masa jabatan pertamanya tahun 2019, Trump mengakui Majelis Nasional Venezuela hasil pemilu 2015 yang dipimpin oposisi sebagai otoritas sah.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat pada 28 Januari bahwa pemerintah perlu menemukan solusi hukum agar dana bisa ditempatkan di AS.

“Anda harus mengakui suatu pemerintahan, tetapi kami tidak mengakui pemerintahan ini. Kami mengakui Majelis Nasional 2015, sehingga kami harus menemukan cara yang kreatif secara hukum untuk memenuhi standar tersebut,” kata Rubio.

Baca juga: Babak Baru Venezuela, Trump Perintahkan Militer Buka Jalur Penerbangan

Penjualan Tambahan 5 Miliar Dollar AS

Wright menyebutkan, pendapatan dari penjualan minyak Venezuela kini telah melampaui 1 miliar dollar AS. Pemerintah AS juga memiliki perjanjian jangka pendek untuk menjual tambahan minyak mentah Venezuela senilai 5 miliar dollar AS dalam beberapa bulan ke depan.

Minyak tersebut sejauh ini telah dikirim ke kilang di AS dan Eropa.

Ahli hukum internasional Scott Anderson, yang sebelumnya bertugas di Departemen Luar Negeri AS dan Kedutaan Besar AS di Baghdad pada era Presiden Barack Obama, menyatakan secara teori dana minyak Venezuela yang ditempatkan di AS seharusnya berada di bawah kendali Majelis Nasional oposisi sesuai pengakuan Trump.

Hal itu memunculkan pertanyaan mengenai pemerintahan mana yang pada akhirnya akan diakui AS dan kapan keputusan tersebut diambil.

Wright mengatakan bahwa pemilu dan transisi kekuasaan kemungkinan akan berlangsung di Venezuela selama masa jabatan Trump. Ia menambahkan, pengawasan pemerintah AS terhadap urusan domestik Venezuela akan berakhir pada saat itu.

“Itu adalah persoalan proses untuk mencapainya. Pada akhirnya, siapa kepemimpinan politik jangka panjang di Venezuela akan ditentukan oleh rakyat Venezuela sendiri,” ujar Wright.

Tag:  #penjualan #minyak #venezuela #tembus #miliar #dollar #dana #lagi #disimpan #qatar

KOMENTAR