Rapat Tertutup dengan Komisi VI DPR, Danantara Bahas Pemangkasan Jumlah BUMN
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melakukan rapat dengar pendapat (RDP) secara tertutup dengan Komisi VI DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada hari ini, Rabu (4/2/2026).
Rapat dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan selesai pada pukul 18.00 WIB. Dalam rapat yang berlangsung selama dua jam tersebut, dibahas sejumlah rencana kerja Danantara di 2026, salah satunya pemangkasan jumlah BUMN.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan, dalam rapat tersebut pihaknya memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026, termasuk arah program kerja serta proyek-proyek yang akan dijalankan ke depan.
Baca juga: Bakal Pangkas Jumlah BUMN hingga Anak-Cucu, Danantara: Tidak Boleh Ada PHK!
CEO Danantara Rosan Roeslani saat ditemui di Menara IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026)
"Tadi kami menyampaikan rencana tahun 2026, RKAP-nya kami sampaikan, dan program-programnya seperti apa, proyek-proyeknya seperti apa," ucapnya ditemui usai rapat, Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Selain itu, Danantara juga menjelaskan rencana pengurangan jumlah BUMN yang disertai dengan tahapan pelaksanaannnya. Meski begitu, Rosana tak menjelaskan lebih lanjut tahapan-tahapan yang dimaksud.
"Itu juga kita sampaikan, step-stepnya, dan juga bagaimana rencana untuk penyampaian target dari 2026," kata dia.
Adapun berdasarkan data Danantara per Oktober 2025, jumlah BUMN mencapai 1.044 perusahaan, mencakup induk hingga anak-cucu perusahaan. Jumlah ini rencananya dipangkas hingga menjadi 230 perusahaan.
Baca juga: BEI Dorong Jumlah BUMN Masuk Bursa
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menambahkan, pengurangan jumlah BUMN dilakukan pada bisnis yang dinilai tidak efektif, berskala kecil, serta tidak memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
"Yang kita pangkas itu yang memang tidak efektif dan kecil-kecil, anak cucu, contoh kita punya air minum, punya travel agent kecil, buat apaan? Misalkan kita punya (bisnis) logistik, tapi kecil skalanya, nah itu yang kita pangkas. Selama ini juga rugi, kalau rugi kan merugikan uang kita semua. Nah ini yang kita tutup," papar Dony.
Tag: #rapat #tertutup #dengan #komisi #danantara #bahas #pemangkasan #jumlah #bumn