Bidik Pasar Halal Indonesia, AS Dorong Ekspor Produk Pertanian Lewat Rasa Amerika
Departemen Pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculture/USDA) saat konferensi pers di Kedubes AS di Jakarta, Senin (26/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
16:44
26 Januari 2026

Bidik Pasar Halal Indonesia, AS Dorong Ekspor Produk Pertanian Lewat Rasa Amerika

Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah membidik pasar halal Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar.

Melalui Departemen Pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculture/USDA), Washington mendorong masuknya lebih banyak produk pertanian halal ke Tanah Air.

Upaya tersebut ditempuh melalui pameran bertajuk “Rasa Amerika” yang digelar di gedung Sarinah, Jakarta Pusat, pada 31 Januari sampai 1 Februari 2026.

Agricultural Counselor USDA Foreign Agricultural Service di Jakarta, Lisa Ahramjian, mengatakan pameran tersebut menjadi pintu masuk dari rencana kerja sama di bidang agribisnis, yang nantinya mempertemukan perusahaan-perusahaan asal AS dengan pembeli dan importir dari Indonesia.

“Kami melihat ini sebagai peluang yang sangat baik untuk menghadirkan lebih banyak produk pertanian halal Amerika Serikat ke pasar Indonesia,” ujar Lisa saat Press Briefing di Kedutaan Besar AS di Jakarta, Senin (26/1/2026).

“Perusahaan-perusahaan AS yang datang dalam misi perdagangan tersebut akan mengadakan pertemuan dengan berbagai pembeli dan importir Indonesia untuk mencari mitra baru bagi produk mereka,” paparnya.

USDA menilai rangkaian kegiatan yang dimulai pada pekan ini dapat mempercepat penetrasi produk halal AS ke pasar domestik.

“Kami berharap acara ini, yang dimulai pada pekan ini, dapat membantu menghadirkan lebih banyak produk halal AS ke pasar Indonesia. Itulah poin-poin utama dari promosi akhir pekan ini,” bebernya.

Lisa menjelaskan Rasa Amerika juga diarahkan untuk membantu menyeimbangkan arus dagang sektor pertanian kedua negara.

USDA, kata dia, mewakili seluruh spektrum produk pertanian Amerika Serikat, mulai dari sapi hidup, produk daging, gandum, hingga makanan laut beku dan kebutuhan ritel lainnya.

Lewat misi dagang agribisnis, perwakilan dari berbagai sektor tersebut dibawa langsung ke Indonesia untuk menangkap peluang di pasar domestik.

Peluang dinilai terbuka luas di hampir semua sektor, terutama untuk produk yang belum diproduksi secara optimal di dalam negeri.

Beberapa komoditas, seperti gandum, justru diproses lebih lanjut di Indonesia dan menjadi bahan baku industri pangan nasional.

Proses ini dinilai tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat rantai pasok domestik.

“Dalam misi perdagangan ini, kami membawa perwakilan dari sektor hewan hidup, produk daging, barang kebutuhan ritel, dan lain-lain. Kami melihat banyak peluang bagi produk pertanian AS di Indonesia, di hampir semua sektor," kata dia.

"Beberapa produk, seperti gandum AS, diproses lebih lanjut di Indonesia, yang tentu menciptakan banyak lapangan kerja dan bermanfaat bagi bisnis Indonesia, terutama untuk produk yang tidak diproduksi di sini,” tambahnya.

Sementara itu, produk lain memberi alternatif tambahan bagi konsumen dan memperkaya pilihan di ritel modern.

“Untuk semua produk tersebut, kami berupaya meningkatkan peluang ekspor pertanian AS ke Indonesia. Kami melihat acara Rasa Amerika dan delegasi perdagangan mendatang sebagai cara yang sangat baik untuk mencapainya, selain melalui negosiasi yang sedang berlangsung,” katanya.

Dari sisi data, USDA mencatat pada 2024, nilai ekspor produk pertanian Amerika Serikat ke Indonesia mencapai sekitar 3 miliar dollar AS.

Namun pada periode yang sama, ekspor produk pertanian Indonesia ke Amerika Serikat tercatat lebih besar sekitar 1,1 miliar dollar AS, sehingga Amerika Serikat mengalami defisit perdagangan di sektor pertanian.

Meski demikian, USDA menilai kondisi tersebut justru menegaskan besarnya ruang pertumbuhan bagi produk pertanian AS di Indonesia.

Lebih jauh, USDA memandang kerja sama dengan Indonesia sebagai langkah strategis jangka menengah hingga panjang.

Lisa menuturkan, masa depan perdagangan pertanian antara Amerika Serikat dan Indonesia juga dipengaruhi oleh proses negosiasi perjanjian perdagangan yang saat ini masih berjalan, terutama soal tarif resiprokal.

Proses tersebut membutuhkan waktu dan kehati-hatian, sehingga untuk perkembangan detail kebijakan perdagangan, USDA merujuk pada otoritas terkait di Gedung Putih dan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat.

“Negosiasi perjanjian perdagangan yang sedang berlangsung memang ditujukan untuk mengatasi tarif, serta berbagai isu regulasi yang bermasalah dan faktor lain yang saat ini membatasi akses pasar bagi produk pertanian AS, sehingga akses tersebut dapat ditingkatkan di masa mendatang,” bebernya.

“Kami perlu bersabar hingga proses tersebut sepenuhnya selesai, dan untuk pertanyaan yang lebih perinci, kami menyarankan untuk merujuk ke Gedung Putih atau Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat,” lanjut Lisa.

Tag:  #bidik #pasar #halal #indonesia #dorong #ekspor #produk #pertanian #lewat #rasa #amerika

KOMENTAR