WEF Davos 2026, Nvidia hingga Amazon Tertarik Investasi di Indonesia
Menko Perekonomian Airlangga dengan dengan dunia usaha khususnya di bidang ekonomi digital, sebagai tindak lanjut dari perundingan tarif yang dilakukan Indonesia dan Amerika Serikat di sela-sela agenda World Economic Forum/WEF Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.(DOKUMENTASI KEMENKO PEREKONOMIAN)
07:20
24 Januari 2026

WEF Davos 2026, Nvidia hingga Amazon Tertarik Investasi di Indonesia

– Sejumlah perusahaan teknologi Amerika Serikat, mulai dari Nvidia, Amazon Web Services (AWS) hingga Cloudflare menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, minat tersebut mengemuka dalam pertemuan Menko Perekonomian Airlangga dengan dengan dunia usaha khususnya di bidang ekonomi digital, sebagai tindak lanjut dari perundingan tarif yang dilakukan Indonesia dan Amerika Serikat di sela-sela agenda World Economic Forum/WEF Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.

"Beberapa perusahaan yang tertarik antara lain Nvidia, Amazon Web Service, Docusign, Crowdstrike, dan Cloudflare. Sebagai perwakilan dari dunia usaha Indonesia, juga hadir Nongsa Digital Park yang menjadi pengelola dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam," sebut Susiwijono yang ikut mendampingi pada pertemuan tersebut, dalam siaran pers, Jumat (23/1/2026).

"Pada kesempatan tersebut dibahas mengenai tren ekonomi digital dan potensi pengembangan investasi di Indonesia, khususnya di bidang data center, keamanan siber, hingga infrastruktur digital," tambah dia.

Pertemuan tersebut berlangsung di Indonesia Pavilion dan menjadi tindak lanjut dari perundingan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dalam dialog tersebut, kedua pihak membahas tren ekonomi digital global serta peluang pengembangan investasi di Indonesia.

Ketertarikan investor global tersebut sejalan dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam WEF Annual Meeting 2026. Presiden Prabowo menghadiri forum tersebut pada Kamis (22/1/2026) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dalam pidato Special Address di Davos Congress Center, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya stabilitas dan perdamaian sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi.

“Perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga yang kita miliki. Keduanya bukanlah kemewahan, melainkan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama,” ujar Presiden Prabowo.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir bertemu dengan Menteri Investasi Yordania Tareq Abu Ghazaleh di Davos.DOKUMENTASI KEMENKO PEREKONOMIAN Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir bertemu dengan Menteri Investasi Yordania Tareq Abu Ghazaleh di Davos.

Sementara Menko Airlangga menjelaskan bahwa partisipasi Presiden Prabowo di WEF 2026 memiliki arti strategis untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi Indonesia yang pro rakyat dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.

“Bapak Presiden secara tegas dan lengkap menjelaskan program-program ekonomi prioritas di bawah kepemimpinan beliau yang pro rakyat, dengan mendorong kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha," kata dia.

"Beliau juga menegaskan bagaimana cara memimpin Indonesia: kebijakan sosial harus meningkatkan produktivitas, dan produktivitas harus menghasilkan pertumbuhan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menko Airlangga juga bertemu dengan Menteri Investasi Yordania Tareq Abu Ghazaleh.

Pada pertemuan yang turut dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, didiskusikasikan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Danantara dan Jordan Investment Fund terkait peluang investasi strategis di Kerajaan Hashemite Yordania.

Tag:  #davos #2026 #nvidia #hingga #amazon #tertarik #investasi #indonesia

KOMENTAR