Harga Emas dan Perak Turun dari Rekor, Sentimen Geopolitik Mereda
Harga emas dan perak di pasar internasional terkoreksi dari rekor tertinggi pada Kamis (22/1/2026).
Penurunan harga emas dan harga perak hari ini seiring tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik terkait Greenland yang mendorong penguatan dollar AS.
Dikutip dari Live Mint, harga emas hari ini turun hingga 1 persen setelah tiga hari berturut-turut menguat dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas 4.888 dollar AS per ons pada sesi sebelumnya.
Ilustrasi emas.
Emas spot tercatat melemah 0,8 persen ke level 4.799,79 dollar AS per ons, setelah sempat menyentuh puncak rekor 4.887,82 dollar AS.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari 2026 turun 0,6 persen menjadi 4.806,60 dollar AS per ons.
Pergerakan serupa terjadi pada perak. Harga perak spot turun 0,9 persen menjadi 92,38 dollar AS per ons, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi 95,87 dollar AS per ons pada Selasa (20/1/2026) lalu.
Sebelum terkoreksi, harga emas dan perak sempat melonjak ke rekor tertinggi pada Rabu (21/1/2026), didorong meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah eskalasi ketegangan geopolitik dan kekhawatiran perang dagang global.
Harga emas spot kala itu menembus level tertinggi sepanjang masa di atas 4.880 dollar AS per ons, sementara perak mencatat rekor baru mendekati 96 dollar AS per ons.
Lonjakan tersebut dipicu oleh pernyataan keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait rencana pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa serta wacana pengambilalihan Greenland, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas geopolitik dan perdagangan internasional.
Kondisi ini mendorong investor mengalihkan portofolio ke aset safe-haven seperti emas dan perak.
Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak naik lebih dari 6,5 persen pada Jumat (9/1/2026) dan kembali menembus angka 80 dollar AS. Lonjakan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat turun cukup dalam dalam beberapa hari terakhir.
Selain faktor geopolitik, pelemahan dollar AS dalam beberapa sesi sebelumnya serta ekspektasi bahwa bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) akan bersikap lebih akomodatif terhadap kebijakan suku bunga turut menopang kenaikan harga logam mulia.
Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan global menjadi faktor tambahan yang mendorong harga emas dan perak mencetak rekor pada pertengahan pekan.
Namun, pada Kamis, permintaan aset lindung nilai mulai mereda setelah Trump menyatakan telah disepakati kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan menarik kembali ancaman pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa.
Trump juga menarik usulan untuk mencaplok Greenland secara paksa.
Pada Rabu, Trump mengatakan telah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan menyusun kerangka kerja untuk kesepakatan di masa depan mengenai pulau tersebut.
Nada yang lebih lunak terkait tarif ini turut menstabilkan dollar AS. Indeks dollar tercatat naik ke level 98,81, yang membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang selain dollar AS, sehingga menekan harga emas batangan.
Di luar perkembangan geopolitik, perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) November, yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed, serta data klaim pengangguran mingguan.
Kedua data tersebut dijadwalkan rilis hari ini dan dinilai akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan Fed Fund Rate pada pertemuan 27 dan 28 Januari 2026 mendatang.
Manoj Kumar Jain dari Prithvifinmart Commodity Research mencatat, harga emas dan perak saat ini mengalami aksi ambil untung di tengah keengganan pelaku pasar untuk mengambil risiko, menyusul komentar Trump yang meredakan ketegangan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa yang sebelumnya dikaitkan dengan upayanya untuk mengambil alih Greenland.
Namun demikian, Jain menilai ketidakpastian global masih berpotensi menopang permintaan aset lindung nilai.
Faktor tersebut antara lain terkait kebijakan tarif perdagangan AS serta sikap negara-negara Barat yang mengusung narasi “sell America”.
“Kami memperkirakan harga emas dan perak akan tetap berfluktuasi minggu ini di tengah volatilitas indeks dollar, menjelang data klaim pengangguran AS dan ketegangan geopolitik,” kata Jain.
Harga emas Antam
Penurunan harga emas dunia turut memengaruhi harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini.
Harga emas Antam tercatat mengalami penurunan. Mengacu pada laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini turun Rp 15.000 setelah sehari sebelumnya mengalami kenaikan tajam hingga Rp 35.000 per gram.
Harga emas Antam hari ini turun dari semula Rp 2.805.000 menjadi Rp 2.790.000 per gram.
Tag: #harga #emas #perak #turun #dari #rekor #sentimen #geopolitik #mereda