Harga Bitcoin Menguat ke Kisaran 89.900 Dollar AS, Pasar Kripto Hijau
Ilustrasi bitcoin.(UNSPLASH/ERLING LOKEN ANDERSEN)
09:28
22 Januari 2026

Harga Bitcoin Menguat ke Kisaran 89.900 Dollar AS, Pasar Kripto Hijau

- Harga Bitcoin (BTC) bergerak menguat dan bertahan di posisi 89.934 dollar AS pada perdagangan 24 jam terakhir.

Aset kripto terbesar di dunia ini tercatat naik sekitar 1,08 persen.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Kamis (22/1/2026), volume transaksi harian mencapai 54,91 miliar dollar AS.

Adapun kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai 1,79 triliun dollar AS, dengan kapitalisasi terdilusi penuh sebesar 1,88 triliun dollar AS.

Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar telah mencapai 19,97 juta BTC dari total pasokan maksimum 21 juta BTC, dengan dominasi pasar berada di level 59,02 persen.

Penguatan Bitcoin turut memberikan sentimen positif ke pasar kripto.

Di mana Ethereum berada di posisi kedua dengan kapitalisasi pasar sekitar 364 miliar dollar AS, diperdagangkan di level 3.017,40 dollar AS atau menguat 1,68 persen.

Stablecoin Tether dan USD Coin di kisaran 0,99 dollar AS.

Sementara itu, BNB menguat ke posisi 889,83 dollar AS, diikuti XRP yang diperdagangkan di kisaran 1,95 dollar AS.

Solana juga bergerak positif di level 129,94 dollar AS, sedangkan TRON berada di kisaran 0,29 dollar AS.

Di jajaran kripto lain, Dogecoin tercatat menguat ke 0,12 dollar AS, diikuti Cardano di posisi 0,36 dollar AS.

Adapun Bitcoin Cash diperdagangkan di kisaran 591,64 dollar AS.

Bitcoin sempat menghapus seluruh kenaikan yang dibukukan sejak awal tahun, seiring sikap investor yang masih cenderung defensif.

Tekanan ini muncul setelah aset kripto terbesar dunia itu mencatatkan tahun negatif tahunan untuk ketiga kalinya dalam satu dekade terakhir.

Mengutip Bloomberg, BTC kemudian bangkit dari posisi terendah harian setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS tidak akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang upayanya mengambil alih Greenland.

Trump menyebut telah tercapai kerangka kesepakatan masa depan terkait wilayah tersebut.

Sebelumnya, pernyataan dan tekanan Trump terkait Greenland sempat mengguncang pasar keuangan global pada awal pekan, setelah ia berulang kali menggunakan ancaman ekonomi untuk menekan negara-negara Eropa.

Sikap tersebut memicu aksi jual di berbagai kelas aset, termasuk kripto.

Memudarnya kepercayaan investor tecermin jelas dari arus dana yang keluar dari produk exchange traded fund (ETF) Bitcoin, menyusul aksi jual di pasar keuangan global akibat ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Data Bloomberg menunjukkan bahwa investor menarik sekitar 490 juta dollar AS dari sekitar selusin ETF Bitcoin yang tercatat di bursa AS pada Selasa.

“Arus dana ETF yang positif pekan lalu sejalan dengan kenaikan harga, namun pekan ini justru didominasi arus keluar,” ujar analis riset senior di perusahaan data blockchain Kaiko, Adam Morgan McCarthy.

Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu hambatan bagi Bitcoin untuk bertahan di level harga saat ini.

Bitcoin sempat memantul kembali ke level psikologis 90.000 dollar AS yang banyak dipantau pelaku pasar.

Namun sebelumnya, aset digital tersebut sempat turun hingga 2,4 persen ke level 87.188 dollar AS pada Rabu.

Bitcoin tercatat ditutup di level 87.648 dollar AS pada 31 Desember, menandai penurunan sekitar 6,5 persen sepanjang tahun 2025.

Padahal, pada satu titik pekan lalu, Bitcoin sempat mencatatkan kenaikan hingga 12 persen sejak awal tahun.

“Bitcoin melemah seiring aliran modal keluar dari aset-aset berisiko,” ujar kepala analis pasar di FxPro, Alex Kuptsikevich.

Ia menambahkan, pasar perlu bersiap menghadapi potensi pengujian level support jangka menengah di kisaran 80.000 hingga 84.000 dollar AS, area di mana Bitcoin banyak diborong pada November dan Desember lalu.

Fluktuasi harga Bitcoin juga terjadi di tengah runtuhnya strategi perdagangan cash-and-carry.

Dalam strategi ini, investor institusi membeli Bitcoin di pasar spot dan menjual kontrak berjangka untuk memanfaatkan selisih harga.

Namun, data Amberdata menunjukkan bahwa imbal hasil tahunan satu bulan kini berada di kisaran 5 persen, salah satu level terendah dalam beberapa tahun terakhir, sehingga daya tarik strategi tersebut kian menurun.

Selain itu, minat terbuka atau open interest pada kontrak berjangka Bitcoin di Chicago Mercantile Exchange tercatat turun dan untuk pertama kalinya sejak 2023 berada di bawah Binance.

Bursa kripto seperti Binance selama ini menjadi pusat perdagangan perpetual futures, yakni kontrak berjangka tanpa tanggal kedaluwarsa, di mana penyelesaian, penentuan harga, dan perhitungan margin dilakukan secara berkelanjutan, bahkan beberapa kali dalam sehari.

Kontrak perpetual atau perps tersebut menyumbang volume perdagangan terbesar di pasar kripto, sehingga pergeseran minat dari investor institusi turut menjadi sinyal penting bagi arah pergerakan Bitcoin ke depan.

Tag:  #harga #bitcoin #menguat #kisaran #89900 #dollar #pasar #kripto #hijau

KOMENTAR