Harga Emas Tembus 4.800 Dollar AS, Reli Diprediksi Masih Berlanjut
Ilustrasi emas batangan(PIXABAY/OMAR HADAD)
22:40
21 Januari 2026

Harga Emas Tembus 4.800 Dollar AS, Reli Diprediksi Masih Berlanjut

Harga emas kembali mencetak rekor baru dengan menembus level 4.800 dollar AS per troy ounce pada perdagangan Rabu (21/1/2026).

Kenaikan ini memperpanjang reli tajam emas di tengah meningkatnya permintaan aset aman, seiring kekhawatiran pasar terhadap ancaman tarif Amerika Serikat (AS) dan potensi memanasnya kembali perang dagang global.

Lonjakan harga emas tersebut menghidupkan kembali perdebatan di kalangan investor mengenai seberapa jauh reli emas masih dapat berlanjut, setelah logam mulia ini mencatatkan kinerja luar biasa sepanjang 2025.

Ilustrasi emas. DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas.

Momentum reli harga emas berlanjut memasuki 2026

Setelah menutup 2025 dengan rekor tertinggi, emas memasuki 2026 dengan momentum yang masih kuat.

Ketegangan geopolitik, penurunan suku bunga riil, serta langkah investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi cadangan dari dollar AS dinilai terus memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai utama dunia.

Dikutip dari CNBC, dalam survei proyeksi harga yang dilakukan London Bullion Market Association (LBMA), para analis memperkirakan harga emas berpeluang menembus level 5.000 dollar AS pada tahun ini.

Proyeksi tersebut didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga riil di AS, pelonggaran kebijakan moneter bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) yang berlanjut, serta diversifikasi cadangan devisa bank sentral dari dollar AS.

“Emas tetap menjadi berita utama setelah tahun 2025 yang memecahkan rekor,” kata LBMA dalam surveinya.

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.

Proyeksi kian optimistis

Prakiraan yang lebih agresif datang dari Julia Du, ahli strategi komoditas senior di ICBC Standard Bank. Ia memperkirakan harga emas dapat melonjak hingga 7.150 dollar AS per troy ounce.

Optimisme juga disampaikan Goldman Sachs, yang kembali menegaskan emas sebagai perdagangan dengan tingkat keyakinan tertinggi dalam portofolionya.

“Emas tetap menjadi keyakinan tertinggi kami dalam jangka panjang atau skenario dasar, harganya pada akhir tahun ini adalah 4.900 dollar AS,” kata Daan Struyven, salah satu kepala riset komoditas global Goldman Sachs.

Peran investor swasta kian besar

Struyven mencatat bahwa reli harga emas dalam beberapa tahun terakhir mengalami pergeseran sumber permintaan. Pada 2023 dan 2024, pembelian bank sentral menjadi pendorong utama.

Sementara itu, reli semakin cepat pada 2025 seiring meningkatnya permintaan dari sektor swasta.

“Investor swasta mulai melakukan diversifikasi ke emas melalui berbagai saluran,” ujarnya dalam konferensi pers pada Rabu.

Ia menambahkan bahwa arus masuk ke produk exchange-traded fund (ETF) menjadi salah satu bukti paling jelas dari perubahan tersebut, meskipun masih sulit memisahkan antara permintaan ritel dan aliran dana institusional.

Menurut Goldman Sachs, permintaan emas saat ini terutama berasal dari perusahaan pengelola kekayaan pribadi, manajer aset, dana lindung nilai, serta investor pensiun.

Geopolitik jadi latar belakang utama

Bagi banyak pendukung emas, faktor geopolitik tetap menjadi latar belakang utama yang membentuk pergerakan harga.

Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.Shutterstock/VladKK Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.

Nicky Shiels, kepala strategi logam di MKS PAMP, menilai siklus saat ini tidak mencerminkan puncak spekulatif yang biasa terjadi pada komoditas.

Ia memperkirakan harga emas dapat mencapai 5.400 dollar AS pada tahun ini.

“Tahun lalu merupakan peristiwa bersejarah, semacam peristiwa sekali dalam seratus tahun di seluruh logam mulia, di mana harga perak pada dasarnya berlipat ganda,” tutur Shiels.

“Harga emas naik 60 persen, jadi kita tidak akan melihat pengulangan kenaikan tersebut, tetapi 5.400 dollar AS adalah kenaikan 30 persen yang solid dari tahun ke tahun,” ujarnya.

“Ini adalah perdagangan jangka panjang. Ini bukan puncak harga komoditas yang tiba-tiba," sambung dia.

Menurut Shiels, ketegangan geopolitik global belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sejumlah titik konflik terbaru, termasuk langkah AS di Venezuela serta upaya Washington menegaskan kendali atas Greenland, dinilai semakin memperdalam arus pelarian investor menuju emas.

“Anda memasuki dunia di mana ada permintaan yang kuat untuk mengamankan logam-logam penting, komoditas penting di dekade ini,” terang Shiels.

Tag:  #harga #emas #tembus #4800 #dollar #reli #diprediksi #masih #berlanjut

KOMENTAR