IHSG Ditutup Anjlok 1,36 Persen ke Level 9.010
Grafik pergerakan IHSG hingga penutupan pada perdagangan Rabu (21/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI RTI )
16:16
21 Januari 2026

IHSG Ditutup Anjlok 1,36 Persen ke Level 9.010

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 9.010,33, turun 124,37 poin atau setara 1,36 persen pada Rabu (21/1/2026).

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG berada di zona merah dengan dibuka di posisi 9.094,43. Indeks sempat mencoba menguat dan mencatatkan level tertinggi harian di 9.105,23, namun upaya tersebut tidak bertahan lama seiring meningkatnya tekanan jual sepanjang sesi.

Pada perdagangan intraday, IHSG bahkan sempat anjlok di angka 8.977,68.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 546 saham ditutup turun, hanya 179 saham yang menguat dan 77 saham stagnan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat cukup besar. Volume perdagangan mencapai 60,26 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 33,51 triliun. Frekuensi transaksi hampir 4 juta kali.

Pelemahan IHSG juga berdampak pada kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia yang turun menjadi Rp 16.405,51 triliun.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut koreksi IHSG pada perdagangan hari ini relatif sejalan dengan laporan teknikal yang telah dirilis sejak pagi, di mana sebelumnya sudah diantisipasi adanya peluang koreksi jangka pendek setelah indeks bergerak di area yang cukup tinggi.

“Koreksi IHSG hari ini relatif inline dengan report teknikal yang kami rilis pagi ini, dimana ada potensi IHSG terkoreksi terlebih dahulu,” ujar Herditya kepada Kompas.com.

Dari perspektif teknikal, pergerakan tersebut dinilai wajar sebagai bagian dari proses penyesuaian pasar, terutama setelah reli yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Di luar faktor teknikal, pergerakan IHSG juga tidak terlepas dari pengaruh sentimen global. Koreksi yang terjadi berjalan selaras dengan pelemahan bursa global dan regional Asia yang sama-sama tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik.

Pasar merespons rencana Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland, disertai ancaman pengenaan tarif impor baru terhadap negara-negara yang menentang langkah tersebut. Isu ini memicu kembali kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik geopolitik dan potensi gangguan pada perdagangan global, sehingga mendorong sikap hati-hati di pasar keuangan.

“Di sisi lain, pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa global dan regional Asia yang juga terkoreksi imbas dari meningkatnya tensi geopolitik adanya rencana AS untuk mengambil Greenland dan mengancam adanya pengenaan tarif impor baru terhadap negara-negara yang menentang rencana tersebut,” paparnya.

Dari sisi domestik, tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi oleh kinerja sektoral. Koreksi indeks terlihat cukup dibebani oleh saham-saham di sektor industri, properti, dan infrastruktur yang mengalami pelemahan relatif lebih dalam dibandingkan sektor lainnya.

Pelemahan pada sektor-sektor tersebut mencerminkan adanya aksi ambil untung sekaligus penyesuaian ekspektasi investor terhadap prospek pertumbuhan, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian eksternal.

“Kami juga mencermati koreksi IHSG ini dibebani oleh sektor industri, properti dan infrastruktur,” katanya.

Tag:  #ihsg #ditutup #anjlok #persen #level #9010

KOMENTAR