IHSG Siang Ini Sempat Anjlok ke Level 8.999, Apa Biang Keroknya?
Grafik pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (21/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI RTI)
15:04
21 Januari 2026

IHSG Siang Ini Sempat Anjlok ke Level 8.999, Apa Biang Keroknya?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan tajam hingga menyentuh level terendah di 8.999,89 pada perdagangan Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka melemah di level 9.094,43 dan sempat bergerak naik hingga menyentuh level tertinggi harian di 9.105,23. Namun, tekanan jual yang menguat membuat indeks berbalik arah dan terperosok hingga ke posisi 8.999,89 sebelum akhirnya sedikit memperbaiki posisi.

Hingga pukul 12.31 WIB,IHSG berada di level 9.021,49 atau turun 113,21 poin setara 1,24 persen.

Aktivitas perdagangan saham juga didominasi oleh pelemahan. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 575 saham melemah, hanya 143 saham yang menguat dan 83 saham bergerak stagnan.

Dari sisi likuiditas, volume transaksi mencapai 38,72 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,9 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 2,56 juta kali transaksi.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut koreksi IHSG pada perdagangan hari ini relatif sejalan dengan laporan teknikal yang telah dirilis sejak pagi, di mana sebelumnya sudah diantisipasi adanya peluang koreksi jangka pendek setelah indeks bergerak di area yang cukup tinggi.

“Koreksi IHSG hari ini relatif inline dengan report teknikal yang kami rilis pagi ini, dimana ada potensi IHSG terkoreksi terlebih dahulu,” ujar Herditya kepada Kompas.com.

Dari perspektif teknikal, pergerakan tersebut dinilai wajar sebagai bagian dari proses penyesuaian pasar, terutama setelah reli yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Di luar faktor teknikal, pergerakan IHSG juga tidak terlepas dari pengaruh sentimen global. Koreksi yang terjadi berjalan selaras dengan pelemahan bursa global dan regional Asia yang sama-sama tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik.

Pasar merespons rencana Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland, disertai ancaman pengenaan tarif impor baru terhadap negara-negara yang menentang langkah tersebut. Isu ini memicu kembali kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik geopolitik dan potensi gangguan pada perdagangan global, sehingga mendorong sikap hati-hati di pasar keuangan.

“Di sisi lain, pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa global dan regional Asia yang juga terkoreksi imbas dari meningkatnya tensi geopolitik adanya rencana AS untuk mengambil Greenland dan mengancam adanya pengenaan tarif impor baru terhadap negara-negara yang menentang rencana tersebut,” paparnya.

Dari sisi domestik, tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi oleh kinerja sektoral. Koreksi indeks terlihat cukup dibebani oleh saham-saham di sektor industri, properti, dan infrastruktur yang mengalami pelemahan relatif lebih dalam dibandingkan sektor lainnya.

Pelemahan pada sektor-sektor tersebut mencerminkan adanya aksi ambil untung sekaligus penyesuaian ekspektasi investor terhadap prospek pertumbuhan, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian eksternal.

“Kami juga mencermati koreksi IHSG ini dibebani oleh sektor industri, properti dan infrastruktur,” katanya.

Pergerakan sektor saham hari menunjukkan tekanan yang cukup merata, dengan mayoritas sektor berada di zona negatif. Berikut rinciannya:

Sektor teknologi turun 1,40 persen, energi melemah 1,03 persen, infrastruktur terkoreksi 1,44 persen, industri anjlok 6,77 persen, bahan baku naik 0,39 persen, kesehatan turun 0,67 persen, transportasi melemah 2,51 persen, keuangan terkoreksi 1,25 persen, barang konsumsi siklikal turun 0,56 persen, properti melemah 3,34 persen, dan barang konsumsi non-siklikal turun 0,14 persen.

Tag:  #ihsg #siang #sempat #anjlok #level #8999 #biang #keroknya

KOMENTAR