Perkuat Pendataan Bencana, BPS Berangkatkan Kloter Ke-2 Mahasiswa STIS
- Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat dukungan data untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Dalam rangka itu, BPS kembali memberangkatkan mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) guna melaksanakan pendataan lapangan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Keberangkatan mahasiswa dilepas secara resmi oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (15/1/2025).
Pelepasan itu merupakan tahap kedua setelah sehari sebelumnya BPS memberangkatkan 120 mahasiswa. Pada tahap ini, kembali diberangkatkan 120 mahasiswa menggunakan pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara.
Dengan demikian, total 240 mahasiswa diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules. Sementara itu, mahasiswa lainnya diberangkatkan secara bertahap menggunakan pesawat komersial hingga jumlah mahasiswa yang diterjunkan mencapai 510 orang.
Pelepasan kloter kedua ini turut dihadiri Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi beserta jajaran pimpinan BPS. Hadir pula Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi yang memberikan sambutan dan pesan kepada para mahasiswa.
Keterlibatan mahasiswa Polstat STIS merupakan bagian dari dukungan BPS dalam penyediaan data pascabencana yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
BPS menjalankan peran sebagai koordinator bidang pengelolaan data dalam tim pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam, sesuai Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026.
“Pendataan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa, tidak hanya bagi pengembangan keilmuan, tetapi juga untuk masyarakat. Sekaligus, ini akan menjadi tulang punggung penyediaan data guna mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana,” ujar Amalia dalam pesannya kepada mahasiswa.
Para mahasiswa Polstat STIS diberangkatkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari kegiatan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam yang terintegrasi dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Polstat STIS Tahun 2026.
“Pekerjaan ini mulia dan membawa manfaat besar bagi masyarakat. Jaga kesehatan dan berbaik-baiklah dengan lingkungan,” pesan Erwin Sugiandi kepada mahasiswa yang akan bertugas.
Selain mahasiswa Polstat STIS, yang terdiri atas 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di lapangan, mahasiswa Polstat STIS akan bertugas sebagai enumerator bersama pegawai BPS untuk mendata rumah tangga terdampak, kondisi rumah, serta infrastruktur yang rusak.
Pendataan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga, pendataan di lokasi pengungsian, serta pencatatan kondisi bangunan dan infrastruktur berbasis foto serta titik koordinat (geotagging).
Data yang dihimpun selanjutnya dipadankan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), data pemerintah daerah, serta data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar bagi satuan tugas penanganan bencana dalam menyusun langkah rehabilitasi dan rekonstruksi, agar bantuan serta program pemulihan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.
Tag: #perkuat #pendataan #bencana #berangkatkan #kloter #mahasiswa #stis