Apakah IHSG Bakal Terus Menguat Usai Cetak Rekor?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di zona hijau pada Kamis (15/1/2026) pagi.()
13:40
15 Januari 2026

Apakah IHSG Bakal Terus Menguat Usai Cetak Rekor?

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan hari ini, Kamis (15/1/2026).

IHSG tercatat sempat menembus level psikologis 9.100.

Analis sekaligus founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan, setelah level 9.000 berhasil ditembus, IHSG secara teknikal memiliki ruang melanjutkan penguatan menuju area 9.100 hingga 9.200 dalam jangka pendek.

Ilustrasi IHSG. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang menembus level 10.000.DOKUMENTASI BEI Ilustrasi IHSG. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang menembus level 10.000.

"Dengan catatan sentimen global tetap kondusif," ujar dia dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026)

Ia menambahkan, penopang utama reli lanjutan masih akan berasal dari ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve (The Fed), stabilitas nilai tukar rupiah, serta aliran dana asing yang kembali masuk ke saham-saham unggulan.

Namun demikian, risiko tetap perlu dicermati, terutama potensi koreksi teknikal jangka pendek setelah reli cepat.

Tekanan juga bisa terjadi dari pelemahan harga minyak dunia, serta ketidakpastian global seperti dinamika geopolitik dan rilis kinerja keuangan perbankan AS yang berpotensi memicu volatilitas.

"Jika faktor-faktor risiko ini membesar, reli IHSG berpeluang tertahan dan bergerak konsolidatif di kisaran atas," ujar dia.

Sentimen global dan domestik kondusif dukung IHSG cetak rekor

Menurut Hendra keberhasilan IHSG menembus level psikologis 9.000 dan mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Rabu (14/1/2026) mencerminkan kombinasi sentimen global dan domestik yang sedang kondusif.

Ilustrasi saham.SHUTTERSTOCK/THAPANA STUDIO Ilustrasi saham.Rebound indeks kemarin terutama ditopang oleh ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed yang semakin akomodatif setelah data inflasi AS menunjukkan pelonggaran.

Kondisi ini memperkuat keyakinan investor bahwa siklus penurunan suku bunga global semakin dekat, sehingga aset berisiko di negara berkembang kembali diminati.

Dari dalam negeri, stabilnya nilai tukar rupiah di pasar spot serta sinyal bahwa Bank Indonesia (BI) masih mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan turut menambah kepercayaan pasar, terlebih di tengah likuiditas yang masih longgar di sistem keuangan.

Saham perbankan hingga energi topang indeks

Dari sisi komposisi penguatan, Hendra menilai, reli IHSG hari ini tidak hanya ditopang oleh saham-saham perbankan besar dan emiten berkapitalisasi jumbo, tetapi juga oleh saham-saham energi, infrastruktur, dan komoditas.

Saham sektor energi terangkat seiring tingginya harga emas dan perak yang kembali mendekati level tertinggi, sementara sentimen transisi energi dan proyek-proyek berkelanjutan seperti yang dilakukan PGEO turut mengerek minat investor.

Saham perbankan berperan sebagai penopang utama indeks karena bobotnya yang besar, ditambah ekspektasi margin bunga yang tetap solid meskipun suku bunga global berpotensi turun secara bertahap.

Selain itu, saham-saham konstruksi, infrastruktur, dan second liner tertentu ikut memberikan kontribusi melalui aksi spekulatif dan rotasi sektor setelah indeks menembus rekor baru.

Dari sisi saham pilihan, PT Petrosea Tbk (PTRO) menarik untuk dicermati dengan rekomendasi buy dan target harga 13.000, seiring prospek kontrak tambang dan jasa pertambangan yang masih solid di tengah kebutuhan energi dan mineral.

Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.PIXABAY/SERGEI TOKMAKOV Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) layak untuk trading buy dengan target 2.000, memanfaatkan potensi pemulihan sektor pariwisata dan properti hospitality. PT Panin Financial Tbk (PNLF) dapat menjadi opsi speculative buy dengan target 330, didukung valuasi yang relatif murah dan potensi perbaikan kinerja keuangan.

Sementara itu, PT MNC Land Tbk (KPIG) juga menarik untuk speculative buy dengan target 300, seiring ekspektasi pengembangan aset dan sentimen pemulihan sektor properti.

Investor lirik saham spekulatif

Terkait saham-saham grup Bakrie, Hendra menyebut, penguatannya kemarin memang menjadi salah satu faktor tambahan yang memperkuat sentimen pasar, meskipun kontribusinya terhadap indeks secara langsung relatif terbatas karena bobotnya yang tidak sebesar saham-saham big caps.

Namun, reli saham Bakrie mencerminkan meningkatnya selera risiko investor dan kembalinya minat pada saham-saham berkarakter spekulatif, yang biasanya muncul saat pasar berada dalam fase bullish.

Dalam konteks ini, penguatan saham Bakrie lebih berperan sebagai konfirmasi bahwa sentimen pasar sedang positif secara luas, bukan sebagai penopang utama IHSG, tetapi tetap relevan sebagai indikator bahwa risk appetite investor sedang berada di level yang tinggi.

IHSG diprediksi bakal lanjutkan tren penguatan

IHSG diperkirakan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan hari ini, setelah indeks ditutup menguat 0,94 persen ke posisi 9.032 pada perdagangan Rabu kemarin.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG tengah berada pada fase awal wave iii dari wave (v) dalam struktur wave [iii].

Kondisi itu membuka peluang lanjutan bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan dan menguji area resistensi berikutnya di kisaran 9.077 hingga 9.100.

“Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat menguji 9,077 hingga 9,100,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.

Ilustrasi saham.SHUTTERSTOCK/FEYLITE Ilustrasi saham.

Adapun level support berada di 8.908 dan 8.852. Sementara itu, area resistensi yang perlu dicermati di 9.077 dan 9.012.

IHSG sentuh level baru 9.100

IHSG hari ini kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Kamis (15/1/2026). Indeks sempat menembus level psikologis 9.100.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat di posisi 9.072,29 dan terus melanjutkan penguatan di awal perdagangan.

Dorongan beli membawa indeks menyentuh level tertinggi harian di 9.100,82, yang sekaligus menjadi rekor tertinggi baru sepanjang sejarah perdagangan IHSG.

Pada pukul 10.18 WIB, IHSG berada di 9.078,87 atau menguat 46,29 poin setara 0,51 persen.

Volume perdagangan mencapai 19,76 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,40 triliun.

Frekuensi transaksi menyentuh 1,40 juta kali. Dari sisi pergerakan saham, sentimen positif masih cukup dominan.

Sebanyak 348 saham menguat, sementara 315 saham melemah, dan 135 saham bergerak stagnan.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia naik menjadi Rp 16.522 triliun. Kinerja sektoral di BEI pada perdagangan hari ini bervariasi.

Sejumlah sektor mampu menguat dan menjadi penopang IHSG, meski tekanan masih terlihat di beberapa sektor lainnya.

Sektor barang konsumsi siklikal mencatatkan penguatan paling menonjol dengan kenaikan 1,50 persen. Sektor keuangan juga bergerak dengan kenaikan 0,89 persen.

Ilustrasi IHSG, saham. canva.com Ilustrasi IHSG, saham.

Penguatan turut terjadi pada sektor teknologi yang naik 0,61 persen, sektor properti yang menguat 0,38 persen, sektor industri sebesar 0,37 persen, serta sektor barang konsumsi non-siklikal yang naik 0,35 persen.

Di sisi lain, sejumlah sektor masih berada di zona merah. Sektor transportasi mencatatkan pelemahan terdalam dengan penurunan 1,34 persen.

Sektor bahan baku terkoreksi 0,52 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 0,35 persen.

Tekanan juga terlihat pada sektor energi dan kesehatan yang masing-masing turun tipis 0,06 persen.


Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #apakah #ihsg #bakal #terus #menguat #usai #cetak #rekor

KOMENTAR