KKP Bakal Beri Bantuan Kapal untuk Nelayan Terdampak Bencana Sumatera
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/11/2025)(KOMPAS.com/Rahel)
08:12
15 Januari 2026

KKP Bakal Beri Bantuan Kapal untuk Nelayan Terdampak Bencana Sumatera

- Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, akan memberikan bantuan kepada nelayan yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera, yang terjadi Desember 2025 lalu.

Berdasarkan data KKP ada sebanyak 3.000 kapal nelayan yang terdampak, dan sedikitnya 30.000 tambak yang mengalami kerusakan pasca bencana banjir longsor itu.

“Data kapal yang rusak, kemarin kita dapat ada lebih dari 3.000 kapalnya yang terdampak. Nah itu tentu salah satunya yang akan kita bantu untuk bantuan kapal, tapi kalau tambak sekitar 30.000-an,” kata Menteri KP  di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Kamis (14/1/2026).

Dalam kesempatan yang sama KKP juga melepas Sebanyak 1.142 taruna sekolah kedinasan kelautan untuk membantu penanganan dampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Para taruna akan membantu membersihkan sisa-sisa lumpur yang masih menempel di rumah warga.

Lumpur yang mengendap tersebut telah menjadi sedimen keras lantaran banjir yang lama surut.

“Mereka juga di sini diberikan makan semua lengkap ya. Jadi artinya itu karena menjadi bagian dari praktik belajar kebutuhan seluruhnya kita penuhi. Termasuk pakaiannya, sarana prasarananya, makannya, kesehatannya semua kita penuhi. Tapi intinya mereka juga menjadi bagian dari belajar praktik langsung begitu,” tegas Sakti Wahyu.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan peran taruna KKP tidak hanya terbatas pada kerja fisik, tetapi juga kontribusi teknis sesuai keahlian di bidang kelautan dan perikanan.

“Sekolah KKP ini jagoan bukan hanya di bidang fisik, tapi juga masalah teknis,” ujar Tito.

Mendagri menyoroti banyaknya tambak yang rusak serta nelayan yang terdampak akibat bencana.

Lumpur dan genangan air menyebabkan tambak-tambak tidak bisa berproduksi, bahkan ikan mati, sehingga berdampak langsung pada mata pencaharian masyarakat pesisir.

“Tambak-tambak banyak yang terkena, nelayan juga banyak yang terdampak. Ini spesifik bisa menerapkan ilmu kelautan dan perikanan,” jelas Tito.

Tag:  #bakal #beri #bantuan #kapal #untuk #nelayan #terdampak #bencana #sumatera

KOMENTAR