Warren Buffett Bandingkan Risiko AI dengan Senjata Nuklir
Warren Buffett memperingatkan risiko perkembangan AI yang tak pasti arahnya dan membandingkannya dengan bahaya senjata nuklir yang sudah lama mengancam dunia.()
08:04
15 Januari 2026

Warren Buffett Bandingkan Risiko AI dengan Senjata Nuklir

- Warren Buffett mengingatkan bahwa risiko yang ditimbulkan oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI) mirip dengan ancaman senjata nuklir yang mewarnai era geopolitik semasa kariernya.

Dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (15/1/2026), mantan CEO Berkshire Hathaway ini menilai bahwa para pemimpin AI saat ini belum memahami ke mana arah teknologi ini berkembang. 

“Bahkan orang-orang yang paling pintar mengatakan mereka tidak tahu ke mana arahnya. Kalau Anda seperti Columbus, Anda bisa balik arah, tapi ini berbeda. Jin sudah keluar dari botol,” ujar Buffett.

Warren Buffett membandingkan sikap para pemimpin AI dengan mengutip komentar Albert Einstein semasa Perang Dunia II terkait bom atom: “Ini mengubah segalanya di dunia kecuali cara berpikir manusia.”

Risiko dan Ancaman Nuklir yang Masih Ada

Buffett menyebutkan bahwa sejak dulu, manusia sudah memikirkan bahaya senjata nuklir. Namun, kenyataannya saat ini sudah ada delapan, bahkan sembilan negara yang memiliki senjata tersebut.

“Sekarang kita punya beberapa orang yang sangat menakutkan jika mereka punya pistol mainan, apalagi senjata nuklir,” kata Buffett.

Meski tidak percaya ancaman senjata nuklir bisa diselesaikan hanya dengan uang, Buffett menyatakan kesediaannya menghabiskan kekayaan untuk mencegahnya, bahkan jika senjata itu dulu dianggap penting untuk Amerika Serikat saat Perang Dunia II.

“Kalau saya bisa memilih tiga negara yang ingin saya keluarkan dari permainan nuklir secara permanen, saya akan lakukan itu dalam lima detik tanpa ragu,” ujar Buffett.'

Kekhawatiran Buffett soal Ancaman Besar

Warren Buffett pernah menulis dalam laporan tahunan Berkshire Hathaway 2015 bahwa ancaman paling nyata dan besar bagi perusahaan dan warga AS adalah serangan siber, biologis, nuklir, atau kimia yang berhasil oleh pihak agresor.

Seiring dengan dominasi revolusi AI dalam pasar keuangan, Buffett pernah menyatakan di rapat tahunan pemegang saham Berkshire Hathaway pada Mei 2024 bahwa AI memiliki “potensi besar untuk kebaikan dan potensi besar untuk bahaya.”

Namun, sejak surat November 2025, Buffett mengumumkan akan berhenti berbicara di rapat tahunan perusahaan.

CEO baru, Greg Abel, yang mulai menjabat Januari 2026, akan menulis surat tahunan dan menjawab pertanyaan pemegang saham pada musim semi.

Tag:  #warren #buffett #bandingkan #risiko #dengan #senjata #nuklir

KOMENTAR