Para Pemimpin Bank Sentral Dunia Kompak Dukung Jerome Powell
Gubernur dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. (WIKIMEDIA COMMONS/FEDERAL RESERVE)
19:44
13 Januari 2026

Para Pemimpin Bank Sentral Dunia Kompak Dukung Jerome Powell

Penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve Amerika Serikat Jerome Powell langsung memicu kekhawatiran global. Sejumlah pemimpin bank sentral dunia bergerak cepat menyatakan solidaritas, seraya mengingatkan bahwa independensi bank sentral adalah fondasi utama stabilitas ekonomi dan keuangan internasional.

Para pemimpin sentral dunia mengeluarkan pernyataan bersama pada Selasa (13/1/2026) untuk membela Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, menyusul dimulainya penyelidikan pidana terhadap pimpinan bank sentral tersebut.

“Kami berdiri sepenuhnya solid dengan Sistem Federal Reserve dan Ketua Federal Reserve Jerome H. Powell,” demikian pernyataan bersama para kepala bank sentral, termasuk Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dan Gubernur Bank of England Andrew Bailey.

“Merdekanya bank sentral merupakan pilar utama stabilitas harga, stabilitas keuangan, dan stabilitas ekonomi demi kepentingan warga yang kami layani. Karena itu, independensi tersebut sangat penting untuk dijaga, dengan tetap menghormati supremasi hukum dan akuntabilitas demokratis,” lanjut pernyataan tersebut seperti dikutip dari CNBC.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa Powell telah menjalankan tugasnya dengan integritas, fokus pada mandat, serta komitmen yang teguh terhadap kepentingan publik.

“Bagi kami, ia adalah rekan yang dihormati dan sangat dijunjung tinggi oleh semua pihak yang pernah bekerja bersamanya,” sebut pernyataan.

Penandatangan lain dalam pernyataan itu antara lain kepala bank sentral Brasil, Swiss, Swedia, Denmark, Korea Selatan, Australia, dan Kanada.

Dukungan terhadap Powell disampaikan setelah Ketua The Fed itu mengeluarkan pernyataan pada Minggu malam yang mengonfirmasi bahwa jaksa federal telah membuka penyelidikan pidana terkait proyek renovasi kantor pusat bank sentral di Washington, D.C., senilai 2,5 miliar dollar AS, serta kesaksiannya di hadapan Kongres terkait proyek tersebut.

Powell, yang selama ini berada di bawah tekanan berkelanjutan dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan suku bunga, mengatakan bahwa penyelidikan tersebut merupakan dampak dari frustrasi presiden yang menginginkan penurunan suku bunga lebih cepat dan lebih besar.

“Ancaman tuntutan pidana ini merupakan konsekuensi dari keputusan Federal Reserve dalam menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami tentang apa yang akan melayani kepentingan publik, bukan dengan mengikuti preferensi Presiden,” kata Powell dalam pernyataan video yang diunggah melalui akun X resmi The Fed.

Powell memperingatkan bahwa hasil penyelidikan ini akan menentukan masa depan pengambilan keputusan bank sentral.

“Ini menyangkut apakah The Fed masih dapat menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau justru kebijakan moneter akan diarahkan oleh tekanan politik atau intimidasi,” ujar Powell.

Tag:  #para #pemimpin #bank #sentral #dunia #kompak #dukung #jerome #powell

KOMENTAR